Fabio BioLa

Paska pendaratan di pantai Plawangan sebelum menerobos hutan mendaki bukit untuk melihat keindahan pantai dibaliknya

Sepanjang pantai Teluk Rancababakan, merupakan lokasi eksotis di ujung barat sisi selatan Pulau Nusakambangan, selalu menjadi pilihan untuk praktikum Mata Kuliah  Biologi Laut. Setelah menempuh perjalanan dengan compreng (perahu angkutan penumpang khas daerah Cilacap) selama hampir 3 jam melalui kanal-kanal yang berliku melintas hutan mangrove Segara Anakan, sampailah di pantai pasir Plawangan (tampak dalam foto). Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan melewati bukit dengan ketinggian kurang lebih 100 m dengan hutan hujan tropis yang sangat lebat.

Ada satu pemandangan yang menjengkelkan buat para naturalis sekaligus menyedihkan sesaat sebelum masuk hutan karena sebagian hutan rusak dirambah dan ditanami pada lahan kering, sesuatu yang sudah berlangsung hampir 5 tahun, setahun setelah pertama kali kami kesana dan sempat melihat kondisi aslinya yang begitu alami dah indah.  Akhirnya setelah tidak lebih dari 20 menit berjalan mendaki di atas tanah licin dan becek, perjananan kami sampai di tempat tujuan yaitu pantai Rancababakan, Nusakambangan Cilacap. Terbayarlah kepenatan kami sepanjang perjalanan dengan bus, kapal dan berjalan kaki dengan keindahan pantai selatan Nusakambangan ‘ala’ film The Beach-nya Leonardo Di Caprio (hehehe…).

Terbayarlah kepenatan kami dengan keindahan pantai selatan Nusakambangan

Didampingi Pak Romy (bertopi paling kiri), Pak Erwin, serta Pak Sarwanto sekitar 48 mahasiswa/praktikan melakukan kegiatan praktikum dengan sangat menyenangkan, terutama buat mereka yang pertama kali melakukan snorkeling dan mengapung di air laut. Sebagian besar dari kami meninggalkan kenangan dan pengalaman yang mendalam hingga sebagian mahasiswa berencana untuk mengadakan perjalanan kembali ke Rancababakan ataupun lokasi serupa di tempat lain (EA&REP).

Alma Mater Tercinta

Kampus fabioQta di Karangwangkal

Berlokasi di selatan Gunung Slamet, tepatnya di Karangwangkal Purwokerto, menjadikan kampus Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) kampus belajar yang nyaman ditambah dengan hijau dan rindangnya sekitar kampus.  Tak terasa sudah 1,5 (satu setengah) dasawarsa seluruh civitas akademika menghuni kampus Karangwangkal setelah kepindahannya dari kampus lama di Grendeng, yang sekarang digunakan oleh FISIP UNSOED.  Tentu menjadi kenangan tersendiri bagi para alumni yang pernah merasakan godogan pendidikan di kampus lama.

Parkiran kampus di pagi hari

Tampak dalam foto adalah sisi timur (belakang) bangunan kampus kita di Karangwangkal, yang merupakan beberapa laborotorium penelitian, meliputi lab. mikrobiologi, lab. genetika, dan leb. genetika. Kampus telah banyak perubahan seiring dengan berjalannya waktu baik itu sarana pendidikan, para dosen, mahasiswa dan tentu saja para alumni yang semakin bertambah. (EA)