Kantin baru fabioQta

Kantin fabioQta

Kantin fabioQta

Nah ini dia tampak depan full face kantin baru Fakultas Biologi Unsoed dilihat dari halaman parkir sebelah utara kampus fabioQta tercinta. Seluruhnya ada 6 kios; yang paling kiri adalah kios fotocopy dan penjilidan; di sebelahnya ada kios ayam goreng tepung, siomay, dan aneka makanan lainnya yang menghuni 2 kios; kios ke-4 dari kiri adalah kios nasi rames; di sebelahnya lagi ada kios Bu Slamet yang sebelumnya membuka warung dibelakang kantin baru ini, masih dengan menu yang sama, gorengan, nasi rames, pecel dan soto; kios terakhir yang paling kanan adalah milik Fakultas yang sedianya akan berjualan pernik dan souvenir Fakultas Biologi. Tampak di sebelah kanan deretan kantin (sebelah selatan) adalah ruang musik Fakultas Biologi. Kalau sedang lapar dan ngantug, ayo rehat bentar di kantin ini, anekan pilihan makanan dan minuman tersedia. Internet Hotspot? hmmm… koneksi BiologiHotspot berbayar dan free internet access dari Puskom juga akan hadir disini.

IMGP0028

Browsing n Singing

IMGP0024

Jam makan yang ramai

IMGP0034

Kantin Bu Slamet

IMGP0025

Kantin yang nyaman

Mahasiswa fabioQta di Sail Bunaken 2009

Pemecahan Rekor Dunia 2818 Penyelam | Jurnal harian seorang partisipan

Berikut saya ceritakan perjalanan saya ikut dalam pemecahan rekor dunia (Guinness World Records) penyelaman masal di Manado. Acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Sail Bunaken 2009 dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-64.

Satu yang pasti saya… bangga menjadi orang Indonesia, bangsa bahari

3 Agustus 2009

Persiapan dimulai dengan peminjaman peralatan selam di Laboratorium Biologi Akuatik Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (BCD – Buoyancy Control Device; Diving Cylinder; Regulator; Mask; Wet Suit; Fins; Snorkel). Nomor seri tiap alat dicatat untuk mencegah tertukar dengan peserta lain.

4 Agustus 2009

Kontingen Banyumas yang beranggotakan 4 orang (saya sendiri mewakili BDC Fabio Unsoed dan 3 orang dari POSSI Banyumas) diberangkatakan ke Bekum (Perbekalan Umum) Angkatan Laut Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas dan bergabung dengan kontingen Jawa Tengah.

5 Agustus 2009

Pengecekan alat-alat selam dan dan latihan di Pantai Marina. Ternyata banyak alat yang bermasalah, terutama regulator dan BCD atau rompi selam untuk kontrol pengapungan. Alat dari fabio Unsoed sendiri yang tadinya sudah diperbaiki ternyata masih ada masalah di pusat regulatornya, selain itu rompi selamnya juga tidak sanggup mengapungkan penyelam. Acara latihan di Pantai Marina dilaksanakan tidak kurang dari tiga menit karena tujuan utama hanya untuk diliput media jadi tidak semua penyelam Jawa Tengah ikut turun.

6 Agustus 2009
IMG_2989

Cek alat dan packing

Hari ini kami mulai berkemas dan packing alat-alat selam dari seluruh peserta se Jawa Tengah. Setelah semuanya beres sekitar pukul 16.00 WIB rombongan Jawa Tengah diberangkatkan ke Surabaya  untuk bergabung dengan teman-teman kontingen lain yang akan berangkat ke Manado via Surabaya.  Di Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut) Surabaya markas dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) kami bergabung dengan kontingen dari Jawa Timur, Bali dan Sumatra yang sudah lebih dulu tiba. Wah… suasana jadi makin asyik dan rame karena begitu banyak kenalan baru.

7 Agustus 2009

Tepat pukul 15.00 WIB menumpang KRI Surabaya kami berlayar ke Manado bersama seluruh kontingen yang berkumpul di Surabaya.  Kami tim Armada Timur yang terdiri dari pasukan TNI AL dan kelompok selam dari berbagai daerah seperti BDC Fabio Unsoed, MDC Kelautan Undip Semarang, UGM Jogjakarta, UNES Semarang, UNS Solo, UNUD Bali, serta POSSI Banyumas, POSSI Jawa Tengah, POSSI Jawa Timur, POSSI Bangka Belitung, dan POSSI Sumatra Barat. Kami saling berkenalan satu sama lain dan ternyata banyak juga yang berasal dari daerah yang sama, seperti misalnya kontingen TNI AL Lanal Cilacap.

IMG_3573

Di atas geladak kapal

Semua penumpang berharap perjalanan tidak terlalu lama karena kami ingin segera menginjakan kaki di tanah Manado. Oh iya… tidak semua penumpang dapat kamar lho… dan beruntungnya kami karena dapat tempat tidur dengan ruangan ber-AC. Satu ruangan berisi sekitar 50 orang. Kamar yang kami tempati berada di geladak mobil. Kapal yang kami naiki memiliki geladak dasar atau geladak tank, geladak kedua atau geladak mobil, dan geladak ketiga atau geladak ABK, geladak keempat atau geladak perwira, dan yang paling atas adalah anjungan atau ruang kemudi.

8 Agustus 2009

Tepat pukul enam pagi terdengar suara dari pengeras suara”penanting dapur pasukan”. Perintah itu artinya adalah meminta satu atau dua orang ke dapur pasukan untuk mengambil makan pagi dan kemudian dibawa ke ruang makan pasukan. Di ruang makan pasukan kami ramai-ramai makan dengan telur dan sayur. Hal yang sama juga terjadi siang hari pada jam 12.00 tetapi lauknya berbeda yaitu dengan ayam dan untuk sore harinya lauknya berupa ikan. Hari demi hari kami lalui sehingga kami bisa hafal menu makan di kapal. Jadi kami selalu mengulang sesuatu yang sama setiap harinya sampai tiba di Manado. Dalam perjalanan kami mampir di Makasar untuk menjemput teman-teman penyelam dari Makasar. Perjalanan kami berlangsung hingga tanggal 12 Agustus 2009 pada hari saat kami sampai di Bitung.

12 Agustus 2009
P8120164

Memasuki Bitung

Tepat pukul 12.00 WITA hari ini kami sampai di pelabuhan Bitung dan turun ke daratan untuk memindahkan tabung selam untuk dibawa ke Manado melalui jalan darat. Para anggota TNI dan Polisi juga turun untuk bergabung dengan kesatuan masing-masing. Perjalanan kami lanjutkan menuju Manado melalui jalur laut dan tetap setia naik KRI Surabaya. Pemandangan sungguh indah dari atas kapal, keindahan yang masih selalu terbayang dalam ingatanku.

14 Agustus 2009
P8130275

LCU masuk ke KRI Surabaya

Hari ini kami sampai di perairan Manado tepatnya di Pantai Malalayang. Seluruh penumpang diangkut ke darat menggunakan LCU (Landing Craft Unit) yang bisa masuk ke lambung kapal dari buritan. Di kota Manado kami mengikuti pengarahan di gedung Manado Convention Centre. Lebih dari 2000 orang masuk dalam gedung tersebut dan ruangan menjadi terasa sangat panas, tapi semangat persahabatan dan kebersamaan kami mendinginkan suasana. Pengarahan demi pengarahan pun diberikan mulai dari penempatan sampai tata cara turun ke dasar laut. Di sini kami di beri kaos bertuliskan pemecahan rekor dunia 1.500 penyelam.

15 Agustus 2009
IMG_4138

Penulis dan tim

Gladi bersih di darat dan di air dengan alat selam lengkap. Hari ini kurang 1000 penyelam yang datang karena acara utama baru akan dilaksanakan tanggal 16 dan 17 Agustus. Gladi bersih dilaksanakan persiapan besok. Dari darat kami jalan menuju pantai sampai kira-kira tinggi air sampai lutut lalu kami berenang gaya”turle back” menuju titik penyelaman. Jarak titik penyelaman dari darat sekitar 30 meter. Dari titik penyelaman kami turun ke dasar, kedalaman berkisar antara 15 m sampai 25 meter. Dasar berupa pasir jadi kami tidak ragu untuk menginjakan kaki tanpa takut merusak karang. Di dalam air kami tidak berdiri tetapi berlutut dan melakukan kegiatan pembersihan masker”mask clearing” dua kali dan “recovery” dua kali juga. Syarat untuk memecahkan rekor dunia selain jumlah peserta adalah kami harus bertahan selama minimal 30 menit di dalam air.

16 Agustus 2009

Inilah hari yang ditunggu oleh dua ribu lebih penyelam dan oleh seluruh warga Indonesia. Karena hari ini merupakan hari paling bersejarah di dunia di mana sekitar 2818 penyelam akan menyelam bersama-sama di Pantai Malalayang Manado. Saya sendiri sangat bersukur akhirnya bisa ikut menyelam setelah di sesi gladi resik kemarin tidak bisa menyelam karena masalah alat. Hari ini saya menyelam karena dapat pinjaman alat dari salah satu teman.

gladi

Bersiap ke lokasi penyelaman (Foto: Sydney Morning Herald)

Dua ribu delapan ratus delapan belas penyelam sudah siap dan berbaris di tepi pantai. Di dada kami terbakar semangat untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menyanyikan berbagai lagu kebangsaan dan lagu-lagu penyemangat. Baris demi baris, kelompok demi kelompok mulai maju menuju pantai. Saat kaki memasuki perairan dan kami berenang gaya punggung saling bergandeng tangan dan bernyanyi bersama-sama lagu pemecahan rekor dunia. Suasana begitu meriah hingga kami tiba di titik penyelamanan dan setelah turun ke bawah suasana begitu hening yang ada hanya bahasa isyarat menggunakan tangan untuk komunikasi antar penyelam dan suara gelembung-gelembung udara yang bergegas ke permukaan.

dive1

Berbaris menunggu 30 menit

Di bawah kami melakukan hal yang sama seperti tanggal lima belas lalu, hanya jumlah penyelamnya lebih banyak. Tiga puluh menit kami harus berada di bawah air dan terasa bosan sehingga kami sedikit bermain-main. Ada yang foto-foto, minum air mineral gelas di bawah air, ngobrol dengan bahasa isyarat. Dan… tiiiit…. tiiiiit…. lengking peluit dibunyikan menandakan tiga puluh menit sudah kami berada di bawah air dan harus naik ke permukaan untuk merayakan pemecahan rekor dunia dengan 2818 penyelam.

dive2

Berlutut dan bercanda memecahkan rekor dunia

Sesampai di permukaan, kami bergegas ke tepi dan apa yang terjadi di tepi?… Wow… warga sekitar menunggu kami dan minta foto bareng. Waah… jadi kaya artis nih, diajakin foto bareng anak-anak, remaja dan ada juga yang rombongan. Dari 2818 penyelam hanya 2400 an yang tercatat resmi masuk rekor dunia. Sisanya mungkin gagal karena tidak melakukan registrasi ulang atau karena kendala alat. Nama kami nantinya akan diukir di batu kenang-kenangan, dan batu tersebut akan ditempatkan di Pantai Malalayang.

17 Agustus 2009

Ulang tahun kemerdekaan RI kali ini terasa sangat berbeda dari biasanya karena pada ulang tahun kali ini kami bangsa Indonesia memberikan kado pemecahan rekor dunia upacara bawah air lengkap dengan prosedural upacara seperti di darat. Peserta yang tanggal enam belas ikut menyelam, tanggal tujuh belas pun harus turun lagi untuk memecahkan rekor dunia yang kedua. Waktu yang sama yaitu sekitr 30 menit kami harus menunggu di bawah. Dan… akhirnya selesai juga upacara bawah air tanpa ada masalah sedikit pun. Sebelum naik ke permukaan kami saling jabat tangan sebagai ungkapan bangga karena kami telah memecahkan rekor dunia. Sesampai di permukaan, kami disambut oleh heli yang berputar di atas kami dengan membawa reporter. Di tepi pantai para pengunjung pun sudah menanti kami dan ternyata benar seperti dugaanku mereka minta foto bareng lagi dengan para penyelam. Selesai sudah tugas kami dan tinggal mencuci alat, menunggu kering dan kemudian packing.

dive4

Biru

18 Agustus 2009

Hari ini merupakan hari kebebasan kami karena hari ini kami bebas pergi kemanapun. Kami akhirnya memutuskan untuk pesiar ke Bunaken. Kondisi terumbu karang Bunaken tidak begitu beragam karena datarannya hanya beberapa meter setelah itu langsung slope sedalam sekitar 35 meter. Namu slope yang ini sangat indah dan panjang, kami nikmati dari atas hingga ke dasar. Ada banyak jenis ikan yang hidup di sini. Kami bertemu dengan penyu yang begitu besar sedang diam di atas terumbu karang meja.

penyu

Penyu nangkring di karang meja

19 Agustus 2009
P8120169

Tall Ship

Pagi hari ini kami dikirim ke Bitung karena kapal kami sudah merapat dan menunggu di sana. Agenda Sail Bunaken 2009 hari ini adalah Indonesian Fleet Review of warships and tall ships sebuah parade kapal perang (warships) dan kapal layar (tallships) dari negara-negara tetangga dan sahabat. Kegiatan ini diikuti oleh 33 negara, melibatkan tidak kurang dari 38 kapal dan menghadirkan petinggi AL dari 14 negara. Kapal yang kami tumpangi yaitu KRI Surabaya tidak ikut dalam parade ini. Selama parade kami berada di darat dan sedang menuju ke Bitung sehingga tidak bisa menikmati kegiatan tersebut. Sesampai di Bitung pelayarana panjang ke Surabaya via Makasar sudah menanti.

20 Agustus 2009
P8210459

Sertifikat suci arung samudra

Setelah semua acara selesai, hari ini kami mulai berlayar menuju Makasar untuk mengantar teman-teman dari kontigen Makasar. Perjalanan dari Bitung ke Makasar memakan waktu tiga hari pelayaran. Di tengah perjalanan menuju Makasar kami melewati garis katulistiwa dan disinilah uniknya…, semua penumpang kapal yang untuk pertama kali melewati garis tersebut harus mandi katulistiwa. Apa itu mandi katulistiwa…? Mandi katulistiwa adalah mandi di perairan garis katulistiwa yang dilalui oleh kapal, dilaksanakan dengan mengumpulkan semua penumpang di geladak heli yang luas kemudian disiram dengan air got,setelah disiram air got kami disiram oli dan terakhir disiram air laut untuk membersihkan diri dari siraman sebelumnya.

P8210468

Mandi katulistiwa

Tidak hanya itu, kami juga disuruh minum ramuan berwarna kuning yang kami juga tidak tahu terbuat dari apa, dari rasanya saya sendiri juga tidak paham minuman apa itu. Maksud dari mandi katulistiwa adalah untuk mensucikan penumpang. Di acara mandi katulistiwa ini ada satu orang yang berperan sebagai dewa neptunus dan beberapa orang sebagai bajak laut. Kami dikumpulkan oleh para bajak laut untuk menghadap dewa neptunus sang penguasa perairan katulistiwa. Di akhir acara tersebut kami diberi sertifikat yang menyebutkan bahwa kami telah suci dan bebas mengarungi samudra.

23 Agustus 2009

Perjalanan kami sampai di Makasar dan semua penumpang turun ke darat, yang dari Sulawesi Selatan pulang ke kampung halaman dan sebagian yang transit jalan-jalan di kota Makasar. Kapal bersandar dari pagi hingga jam 17.00 sehingga kam punya banyak waktu untuk pergi keliling kota. Sore hari kami masuk lagi ke kapal tetapi perjalanan baru akan dimulai esok pagi.

24 Agustus 2009

Perlajanan kami menuju Surabaya dimulai. Berbagai acara pentas seni dilaksanakan sambil menghabiskan waktu agar tidak bosan di jalan. Di kapal KRI Surabaya dibentuklah suatu forum penyelam mahasiswa Indonesia atau yang disingkat FoPMI. Tujuan dari pembentukan forum ini untuk ajang silaturahim kawan-kawan dan ajang berbagi kegiatan antar kelompok selam. Forum ini diketuai oleh mahasiswi IPB Atma Jaya Jakarta dan wakilnya dari UGM sedangkan sekretaris adalah dari Kelautan Undip. Pengurus harian FoPMI semua perempuan. Saya tidak tahu kenapa seperti itu… Satu yang pasti saya sangat senang dengan pengalaman saya ini dan bangga menjadi orang Indonesia, bangsa bahari.

sulisOK

ULK | Memunculkan hidden file dan folder

Para pengguna komputer tentu pernah jengkel dengan hilangnya file atau folder karena aktifitas virus di komputer atau di flashdisc. Meskipun virus sudah berhasil kita hilangkan dengan antivirus tapi file dan folder yang dihilangkan si virus tidak muncul juga. Jangan panik,karena file dan folder tersebut mungkin hanya disembunyikan oleh si virus.

Bagaimana caranya…?

Nah coba ketik ATTRIB /? di MS-DOS untuk memunculkan seluruh perintah ATTRIB yang tersedia.

Cara membuka MS-DOS :
Klik Start > Run (ketik cmd dan klik Run)
Klik Start > Programs > Accesories > Command Prompt / MS-DOS

C:\>ATTRIB /?

Maka akan muncul beberapa opsi ATTRIB seperti berikut:

dosattrib

Contoh :

Flashdisc terbaca sebagai drive G dengan beberapa file dan folder disembunyikan oleh virus.

Ketik  G: untuk merubah drive ke flashdisc drive

C:\>G:

Ketik ATTRIB -S -H /S /D * untuk merubah attribute pada drive G, menghilangkan attribute file-system (-S), menghilangkan attribute hidden (-H), menjalankan proses untuk semua file pada semua folder dan subfolder(/S), menjalankan proses untuk semua folder.

G:\>ATTRIB -S -H /S /D *

Setelah itu cek file atau folder yang hilang mungkin mereka sudah muncul kembali. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.