Berita lelayu : Prof.Dr. Soemarjanto, SU.

Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun
Hanya kepada Allah swt, segala sesuatu akan kembali.

inalillahi

Telah meninggal dunia Bapak Prof. Dr. Soemarjanto, SU.
Pada tanggal 29 Desember 2009 pukul 13.15 WIB di RSU Banyumas
Semoga amal ibadahnya diterima Allah swt dan mendapat tempat yang paling layak di sisi-Nya.

Segenap civitas akademika Fakultas Biologi UNSOED
dan seluruh Admin FabioQta
mengucapkan belasungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberi iman yang kuat dan ketabahan.

Agus Hery Susanto, Drs., MS.

N a m a : Drs. Agus Hery Susanto, M.S.
Tempat, tanggal lahir : Purwokerto, 14 Agustus 1959
Riwayat Pendidikan :
SD lulus tahun 1971
SMP lulus tahun  1974
SMA lulus tahun1977
Sarjana Biologi Universitas Jenderal Soedirman lulus tahun 1983
Magister Sains Fakultas Pascasarjana Universitas Padjadjaran lulus tahun 1990

Riwayat Pekerjaan :

1983 – 1984 staf peneliti Lembaga Biologi Nasional LIPI, Bogor
1984 – 1985 staf peneliti Balai Penelitian Tanaman Pangan, Sukamandi
1986 – sekarang, staf pengajar Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Pengalaman Mengajar:

1986 – sekarang Mata Kuliah Genetika pada Fakultas Biologi Unsoed
1986 – 1992 Mata Kuliah Genetika pada Jurusan Biologi FPMIPA IKIP   Muhammadiyah Purwokerto
2001 – sekarang Mata Kuliah Biologi Molekuler pada Fakultas Biologi Unsoed
2003 – 2004 Mata Kuliah Konservasi dan Keanekaragaman Hayati pada Program  Pascasarjana Ilmu Lingkungan Unsoed
2004 – 2005 Mata Kuliah Bioteknologi Akuatik pada Program Sarjana Perikanan dan Kelautan Unsoed
2007 Pembelajaran Jarak Jauh Mata Kuliah Genetika menggunakan Metode Blended Video Conference untuk Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu

Pengalaman Penelitian :

2006 Upaya mendapatkan gen dan enzim lipase indigenous melalui pembuatan dan skrining perpustakaan metagenom tanah (Hibah Bersaing Perguruan Tinggi XIV).
2009 Karakterisasi molekuler resistensi gulma Synedrella nodiflora terhadap herbisida Reflex: studi homologi gen PPX2L (Imhere Unsoed)
2009 Filogeografi dan keragaman genetik kerapu tikus: data dasar untuk stock assesment (Riset Unggulan Strategi Nasional)
2009 Keragaman intraspesies kerang totok (Polymedosa erosa) di Segara Anakan Cilacap: acuan dasar untuk pemanfaatannya secara lestari (Penelitian Fundamental)

Publikasi Ilmiah :

  1. Susanto, A.H., Pramono, H., dan Lestari, P. 2009. Konstruksi perpustakaan metagenom tanah untuk mendapatkan klon dengan aktivitas lipase indigenous. Prosiding Seminar Nasional Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta 4 Juli 2009.
  2. Prasetyo, A.A., Pramono, H., and Susanto, A.H. 2007. Cloning and sequencing of a lipase encoding gene fragment candidate isolated from a thermophilic bacterial. Proceeding of the International Seminar on Natural Sciences and Applied Natural Sciences: 1 – 6. The Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Ahmad Dahlan University, Yogyakarta, February 17th 2007.
  3. Wahyono, D.J., Susanto, A.H., Amurwanto, A., dan Aziz, S. 2007. Polimorfisme genotipe FSHR kodon 680 pada populasi wanita Indonesia. Berkala Ilmiah Biologi 5 (2): 65 – 70.
  4. Susanto, A.H., Amurwanto, A., Wahyono, D.J., dan Aziz, S. 2006. Amplifikasi fragmen pelacak gen lipase bakteri termofilik yang diisolasi dari kompos. Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi 12 (1): 9 – 13.
  5. Susanto, A.H. dan Suryaningsih, S. 2006. Variasi biokimia genetik populasi ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) di Waduk Penjalin Brebes. Biota XI (3): 136 – 141.
  6. Novianto, H., Bhagawati, D., dan Susanto, A.H. 2005. Interpretasi genetik pola pita isozim pada populasi bekicot Achatina variegata di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jurnal Biologi IX (1): 39 – 43.
  7. Susanto, A.H. dan Sasongko, N.D. 2004. Variasi biokimia genetik populasi tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) berdasarkan atas isozim esterase dan peroksidase. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia di Yogyakarta : 343 – 350.
  8. Nugroho, C.S., Susanto, A.H., dan Sasongko, N.D. 2004. Jarak genetik antara beberapa genotipe tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) berdasarkan atas analisis isozim. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia di Yogyakarta : 332 – 342.
  9. Susanto, A.H., Amurwanto, A., dan Nuryanto, A. 2004. Studi keanekaragaman genetik ikan bandeng (Chanos chanos Forskal) di tambak Perairan Pantai Cilacap dan Tegal untuk mendukung upaya konservasi hayati. Sains Akuatik 7 (1) : 9 – 15.
  10. Susanto, A.H. dan Santoso, M. 2004. Pendugaan daya waris beberapa sifat kuantitatif pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Burchell) untuk menunjang upaya perbaikan sifat ketahanan terhadap penyakit. Prosiding Seminar Nasional Penyakit Ikan dan Udang IV di Purwokerto : 61 – 68.
  11. Sudibya, P.H.T., Susanto, A.H., dan Santoso, M. 2004. Korelasi genetik antara beberapa pasang sifat kuantitatif pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus Burchell) untuk menunjang upaya perbaikan sifat ketahanan terhadap penyakit. Prosiding Seminar Nasional Penyakit Ikan dan Udang IV di Purwokerto : 69 – 76.
  12. Susanto, A.H., Amurwanto, A., dan Nuryanto, A. 2004. Studi keanekaragaman genetik Anguilla di Kawasan Segara Anakan untuk mendukung upaya konservasi hayati. Biosfera 21 (1) : 9 – 16.
  13. Sukanto, Susanto, A.H., Pramono, H., dan Widodo, S. 2001. Potensi Bacillus S3P5 transforman PHC79 dalam imobilisasi logam berat Mercuri (Hg2+). Buletin Keslingmas 74 : 19 – 29.
  14. Susanto, A.H. dan Pramono, H. 2000. Kloning dan sekuensing gen penisilin G asilase pada Bacillus sp strain lokal. Biosfera 16 : 27 – 34.
  15. Susanto, A.H. dan Pramono, H. 2000. Kloning dan sekuensing fragmen pelacak gen penisilin G asilase pada Bacillus sp strain lokal. Biosfera 15 : 26 – 31.
  16. Sukanto, Susanto, A.H., Pramono, H. dan Noer, A.S. 1997. Sintesis gen insulin manusia dengan metode standard fosforamidit menggunakan DNA synthesizer model 381A. Biosfera 6 : 14 – 19.

Pengalaman Pelatihan :

2006 Pelatihan Audit Mutu Akademik Internal. Unsoed, Purwokerto (2 minggu)
2006 Lokakarya Kurikulum Berbasis Kompetensi. Unsoed, Purwokerto (2 hari)
2005 Pelatihan AA Plus. Unsoed, Purwokerto (2 minggu)
1997 Internship on DNA Recombinant Technology. Univ. of Wales, Cardiff. UK (1 tahun)
1992 Magang Bioteknologi Industri. PAU Bioteknologi ITB, Bandung  (1 tahun)
1991 Kursus Bioteknologi Hutan. PAU Bioteknologi UGM, Yogyakarta (2 minggu)
1991 Pelatihan Calon Penulis Buku Ajar Tingkat Nasional. DIKTI. Denpasar (2 minggu)

Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat :

2007 Strategi Konservasi Lahan Tidur di Perdesaan
2003 Peran Konsultasi Perkawinan dalam Pencegahan Penyakit Genetik
2000 Pengolahan Limbah Cair Pembuatan Tempe

Perpanjangan Waktu Usul Draft PKM

Surat dari Ketua LPM perihal Perpanjangan Waktu Usul Draft PKM Sumber Dana DP2M, Dikti Tahun 2010

Download salinan surat tersebut

Dies Natalis ke-46 Fakultas Biologi UNSOED

DiesNatalisFabio49

Tanggal 14 Desember adalah puncak perayaan Dies Natalis ke-46 Fakultas Biologi UNSOED yang ditandai dengan upacara resmi hari ulang tahun tersebut. Beberapa kegiatan telah dirangkai untuk menyemarakkan hari ulang tahun Fakultas Biologi UNSOED, kegiatan-kegiatan tersebut adalah :

Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Penanganan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Banyumas | 30 Nov 2009

Bakti Sosial Warga Kampus | 6 Des 2009

Pertandingan Tenis Meja | 6 Des 2009

Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (KKTM) | 8-9 Des 2009

Salah satu rangkaian acara Pekan Olahraga Seni dan Ilmiah (POSI) dalam rangka dies natalis tahun ini adalah diselenggarakannya Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (KKTM). Sebanyak 12 tim (judul) berkompetisi dalam ajang ilmiah di lingkup Fakultas Biologi pada tahun 2009 ini. Sebagai jawara pada KKTM kali ini adalah karya tulis dengan judul “PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG AMBON KUNING (Musa paradisiaca var. sapientum) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.)”. Informasi lebih lanjut seputar KKTM tersebut [ klik disini ].

Pertandingan Bola Voli | 10-11 Des 2009

Pertandingan Futsal | 11 Des 2009

Lomba Baca Puisi | 11 Des 2009

Lomba Menyanyi Tunggal | 11 Des 2009

Lomba Desain Batik Bertema Biologi | 12 Des 2009

Dalam dies natalis tahun ini Fakultas Biologi UNSOED mengadakan lomba desain batik yang terbuka untuk seluruh civitas academica dengan tema BIOLOGI. Karya pemenang dari lomba ini akan diadopsi sebagai batik seragam Fakultas Biologi UNSOED.

Lomba Fotografi Bertema Biologi | 12 Des 2009

Seminar Nasional Biologi | 12 Des 2009

Fakultas Biologi UNSOED telah menyelenggarakan SEMINAR NASIONAL dengan tema “Peran Biosistematika dalam Pengelolaan Sumberdaya Hayati Indonesia” pada tanggal 12 DESEMBER 2009 di Kampus Fakultas Biologi UNSOED, Purwokerto. Kegiatan ini diikuti oleh 195 orang dari berbagai perguruan tinggi, pusat penelitian, LSM, maupun perusahaan swasta. Sebanyak 120 judul presentasi oral dan 66 judul presentasi poster telah disampaikan dalam seminar kali ini. Informasi lebih lanjut seputar seminar tersebut [ klik disini ].

Malam Kesenian | 13 Des 2009

Malam kesenian dies natalis kali ini dilaksanakan dengan cukup meriah, selain para musisi mahasiswa dan pemenang Biologi Idol 2009, paduan suara dosen dan karyawan dan aksi teatrikal mahasiswa juga ikut menyemarakkan malam kesenian ini. Ada begitu banyak door-prize serta hidangan mak-nyuss tersedia seperti soto banyumasan, wedang ronde serta gorengan. Hmmm…

Upacara Dies Natalis dan Pelepasan Guru Besar, Dosen, serta Karyawan Purnatugas | 14 Des 2009

Rangkaian acara dies natalis diakhiri dengan Upacara Dies Natalis pada tanggal 14 Desember 2009. Acara ini juga sekaligus pelepasan guru besar, dosen, dan karyawan purnatugas. Untuk dosen purnatugas adalah; Prof. Drs. Rubijanto Misman, Drs. Moelyono, MSi, Drs. Achmad Chaeri, dan dr. Felix Hadiantoro, sedangkan karyawan purnatugas adalah Bpk. Purjanto dan Bpk. Dwijono.

Juara KKTM-POSI 2009

Peserta KKTM 2009 Fabio UNSOED

Peserta KKTM 2009 Fabio UNSOED

Salah satu rangkaian acara Pekan Olahraga Seni dan Ilmiah (POSI) adalah diselenggarakannya Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM). Sebanyak 12 tim (judul) berkompetisi dalam ajang ilmiah di lingkup Fakultas Biologi pada tahun 2009 ini.

Dewan Juri Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Fakultas Biologi Unsoed dalam rangka POSI Tahun 2009 yang terdiri atas;

  1. Dr. Bambang Heru Budianto, MS (Ketua)
  2. Drs. Indarmawan, MS. (Anggota)
  3. Drs. Agus Hery Susanto, MS (Anggota).

Setelah melakukan penilaian secara langsung kepada peserta KKTM dalam rangka Pekan Olah raga, Seni, dan Ilmiah (POSI) Fakultas Biologi Unsoed, maka dalam sidangnya, Dewan Juri telah memutuskan dan menetapkan juaranya sebagai berikut :

JUARA I

PEMANFAATAN KULIT PISANG AMBON KUNING (Musa paradisiaca var. Sapientum) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.)

Swastika Oktavia B1J007103, Linawati Agustien B1J007139, Widhita Purwandari B1J007182

Dosen Pembimbing :  Dra. Gratiana Eka Wijayanti, M.Rep. Sc., Ph.D

JUARA II

SISTEM TAMBAK TERPADU SEBAGAI UPAYA BUDIDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN

Diah Tri Utami B1J007027, Afifah Nur Shobah B1J007026

Dosen Pembimbing :  Dr.rer.nat.  Erwin Riyanto Ardli, S.Si, M.Sc

JUARA III

KEBUN TANAMAN OBAT HERBA BATURRADEN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL

Tantri Analisawati B1J007022, Sarah Febriani B1J007024

Dosen Pembimbing :  Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S

JUARA  HARAPAN I

KAMPUNG BIOLISTRIK SEBUAH KONSEP DESA DENGAN ENERGI LISTRIK MANDIRI

Fajri Hartanti B1J008034, Rarastyan Arum W. B1J008048

Dosen Pembimbing : Drs. Slamet Priyanto, M.S

JUARA HARAPAN II

POTENSI BIOMASSA SEL Kluyveromyces marxianus SEBAGAI ALTERNATIF DALAM MENGATASI DEFISIENSI LAKTASE PADA PENDERITA INTOLERANSI LAKTOSA

Ahmad Nailul Basid B1J007012, Fahmi Purnama Sari B1J007129, Mila Sari B1j007190

Dosen Pembimbing : Dra. Dini Ryandini, M.Si


Karya Sang Jawara

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG AMBON KUNING
(Musa paradisiaca var. sapientum) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.)

Yang digawangi oleh :

S OKTAVIA B1J007013 | L AGUSTIEN B1J007139 | W PURWANDARI B1J007182

Juara 1 KKTM 2009

Juara 1 KKTM 2009 (dari kiri-kanan: Widhita PURWANDARI, Linawati AGUSTIEN, Swastika OKTAVIA)

Berikut ringkasan dari karya tulis juara I :

RINGKASAN

Perikanan merupakan bagian penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perikanan berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat serta meningkatkan pendapatan petani dan negara. Usaha peningkatan produksi ikan semakin digalakkan dalam rangka memenuhi kebutuhan protein. Tingkat konsumsi ikan diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.  Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan nasional tahun 2008 mencapai 26 kg/kapita/tahun. Salah satu sumber daya perikanan yang mempunyai prospek baik adalah ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) Ikan gurami dijadikan komoditas unggulan perikanan di beberapa daerah karena memenuhi beberapa kriteria, yaitu kelayakan ekonomi dan tingkat kesesuaian agroekosistem yang tinggi, orientasi pasar jelas, mudah dibudidayakan masyarakat dan mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah.

Budidaya ikan gurami masih di jumpai kendala yang harus dihadapi para petani,  salah satunya adalah penanggulangan stres pada ikan. Ikan dapat mengalami stres ketika kondisi lingkungan sekitarnya buruk, misalnya suhu lingkungan yang rendah. Stres akan menurunkan imunitas, sehingga mudah terserang  penyakit, bahkan dapat menimbulkan kematian ikan. Kondisi stres akan menginduksi hipermetabolisme serotonin dalam otak ikan menyebabkan kadar serotonin menurun. Guna mengurangi stres pada ikan, termasuk gurami dapat diberikan serotonin eksternal.

Kulit pisang yang selama ini jarang dimanfaatkan dan hanya sebagai limbah, ternyata mengandung senyawa serotonin yang biasanya digunakan sebagai antidepresan dan dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas ikan. Kandungan serotonin yang terdapat pada kulit pisang buah sebesar 31,8 μg/g. Dengan demikian, kulit pisang memiiki potensi sebagai sumber serotonin.
Beberapa permasalahan yang perlu dikaji lebih mendalam adalah:

  1. Bagaimana mekanisme serotonin dalam meningkatkan imunitas larva Ikan Gurami (O.  gouramy Lac.)
  2. Bagaimana pemanfaatan kulit Pisang Ambon Kuning dalam meningkatkan imunitas larva Ikan Gurami (O.  gouramy Lac.)

Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks, artikel dan referensi pendukung yang lain.

Pemanfaatan kulit pisang untuk meningkatkan imunitas ikan dapat diberikan dalam bentuk pakan ikan, yaitu dengan mencampurkannya dengan pakan komersial. Pembuatan pakan merupakan alternatif metode yang tepat digunakan karena serotonin diambil dari kulit pisang dengan dibuat bubur sehingga menggurangi resiko tereduksinya serotonin dari kulit pisang karena proses pengambilannya. Beberapa peneliti telah berhasil membuat pakan ikan dengan mencampur bahan alami dengan pakan komersial.

Aktivitas serotonin untuk antidepresan dapat meningkatkan sistem imun pada ikan Gurami. Serotonin mengontrol regulasi level kortisol yang berperan penting dalam adaptasi ikan dan sebagai indikator saat ikan berada pada kondisi stres. Pengaturan sistem imun oleh serotonin mengakibatkan bertambahnya jumlah limfosit yang dihasilkan oleh tubuh sebagai respon imun. Respon antibodi saat depresi pada ikan air tawar diatur oleh sistem hormonal. Limfosit ikan mengekspresikan reseptor glukokortikoid yang menekan sistem imun selama kondisi stres; dengan demikian serotonin disini berfungsi menghasilkan limfosit baik itu dalm bentuk sel T atau sel B, kedua sel tersebut berfungsi untuk meningkatkan sistem imun. Ikan mempunyai pengatur kimiawi (sitokin) yang disekresikan oleh sel imun khususnya makrofag. Interleukin (IL)-1 dan IL-2 yang merupakan suatu sitokin berperan dalam merangsang sel T untuk tumbuh dan membelah meningkatkan suhu tubuh.

Berdasarkan hasil telaah pustaka, analisis dan sintesis, dapat disimpulkan bahwa pakan ikan yang terbuat dari campuran serotonin dengan pakan komersial dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan sistem imun pada larva ikan Gurami.


JUARA KE-2

Sistem Tambak Terpadu sebagai Upaya Budidaya Perikanan Berkelanjutan
Oleh:
Diah Tri Utami        B1J007027
Afifah Nur Shobah    B1J007026

DSCN3013

Ringkasan

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau sekitar 17.508 buah dan panjang garis pantainya mencapai 81.000 km. Hal ini merupakan potensi untuk pengembangan budidaya perikanan, terutama perikanan air payau. Budidaya perikanan payau sangat didukung pemerintah dengan mengeluarkan berbagai program yang bertumpu pada upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pertambakan. Indonesia adalah salah negara yang memiliki budidaya perikanan tambak dan salah satu komoditas yang dihasilkan adalah udang. Produksi udang Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan produksi memberikan pengaruh terhadap jumlah ekspor udang Indonesia. Hal ini berdampak pada penurunan jumlah ekspor udang dan mengakibatkan kerugian sebesar US $ 281.552.000. Penurunan produksi ini merupakan akibat dari serangan virus penyakit terutama oleh bakteri Vibrio harveyi dan virus WSSV.
Pengelolaan tambak di Indonesia selama ini menggunakan pengelolalaan tambak secara intensif, semi intensif dan tradisional. Penggunaan bahan kimia seperti pestisida, pupuk organik dan pakan buatan yang mengandung antibotik pada tambak intensif dapat menghambat pertumbuhan virus dan menurunkan kualitas hasil tambak. Mengingat banyaknya kendala yang dihadapi dalam pengelolaan tambak selama ini, maka diperlukan adanya sistem pengelolaan tambak yang dapat memperkecil kendala yang ada. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa adanya mangrove di dalam tambak dapat meningkatkan produktifitas perikanan tambak.
Penulisan karya tulis mahasiswa ini bertujuan untuk mengkaji  tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan. Karya tulis mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang sistem tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan, membantu dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan. Penulisan karya tulis mahasiswa ini dilakukan sejak tanggal 11 November 2009 sampai dengan tanggal 28 November 2009 bertempat di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks dan referensi pendukung lainnya.
Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis mahasiswa ini adalah metode deskriptif analitis yaitu: 1) mengidentifikasi permasalahan berdasarkan data dan fakta yang ada. 2) menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lain. 3) mencari alternatif pemecahan masalah, yaitu memberikan deskripsi mengenai tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan air payau berkelanjutan. Sistematika penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis mahasiswa ini mengacu pada Pedoman Umum Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 2009.
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mangrove mempunyai peran yang penting dalam budidaya perikanan tambak. Keberadaan mangrove di areal tambak dapat meningkatkan produktifitas tambak. Hal ini didasarkan pada fungsi dari mangrove sebagai nursery grounds, feeding grounds dan spawning grounds untuk berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang dan kepiting. Tambak terpadu terdiri dari beberapa bagian yaitu: jalur hijau, kolam reservoir, kolam pakan, kolam pembenihan, kolam peralihan dan kolam pembesaran. Pembuatan jalur hijau dilakukan dengan cara menanam mangrove sepanjang pantai yang lebarnya minimal  200 m diukur dari garis pasang terendah. Kolam reservoir berada di belakang jalur hijau (green belt). Luas kolam reservoir paling sedikit 25% dari luas kolam pembesaran dengan kedalaman kolam reservoir adalah 1 m. Pembuatan kolam pakan dilakukan dekat dengan kolam pembenihan untuk mempermudah pemberian pakan ke larva ikan dan benur. Luas kolam pakan ini berkisar antara 0,75-1 m2  dengan kedalaman 1 m. Kolam pembenihan digunakan untuk pemeliharaan benih dengan ketinggian air sekitar 1-1,5 m dengan luas sebesar 1% dari total lahan. Kolam peralihan digunakan untuk pemeliharaan benih dengan ketinggian air sekitar 0,75-1 m. Luas kolam dapat mencapai 6% dari total lahan yang digunakan. Luas kolam pembesaran adalah 50% – 75% dari total luas tambak budidaya  dengan kedalaman 1,5-2 m. Kolam pembesaran ini paling luas di antara kolam-kolam yang lain. Lebar mangrove yang berada di dalam kolam pembesaran adalah sebesar 85% dari total luas kolam pembesaran.
Pembuatan jalur hijau (green belt) dapat difungsikan sebagai filter air yang masuk tambak dari penyakit ikan atau udang yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kolam reservoir tambak terpadu ditanami dengan rumput laut jenis Gracilaria sp. yang menjadi penyuplai oksigen di perairan tambak, dengan begitu jumlah oksigen terlarut dalam air dapat terjaga. Kultur Spirulina sp. dilakukan di dalam kolam pakan. Spirulina sp. dapat  ditumbuhkan  kedalam media yang mengandung komposisi makronutrien dan mikronutrien yang sesuai. Benih yang akan dimasukan ke dalam kolam pembenihan terlebih dahulu diaklimatisasi. Aklimatisasi benih di dalam kolam pembenihan dilakukan selama 30 – 60 menit. Benih dipelihara di kolam pembenihan selama 2 – 5 minggu sebelum dimasukan ke dalam kolam pemeliharaan selanjutnya. Kepadatan benih di kolam pembenihan adalah 5000-7000 ekor/ ha.
Keunggulan sistem tambak terpadu Sebagai Upaya Budidaya Perikanan Berkelanjutan adalah 1) Kondisi perairan tambak lebih baik, 2) Ikan yang dibudidayakan di tambak terpadu mempunyai sintasan tinggi, 3) menghasilkan Ikan organic (bebas pestisida dan bahan kimia lain, 4) Produksi perikanan meningkat dan 5) Tercipta perikanan berkelanjutan (sustainable brackhiswater culture)
Berdasarkan analisis permasalahan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) tambak terpadu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi perikanan dan 2) tambak terpadu dapat mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan (sustainable brackishwater culture). Dari hasil kajian dan analisis seperti yang telah diuraikan di atas dapat di sarankan untuk melakukan sistem budidaya tambak yang tepat pada kawasan mangrove yaitu dengan perpaduan antara budidaya tambak dan hutan mangrove, karena dengan menggunakan perpaduan antara keduanya akan mewujudkan sistem budidaya perikanan yang berkelanjutan.


JUARA KE-3

KEBUN TANAMAN OBAT HERBA BATURRADEN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL

Oleh :

TANTRI ANALISAWATI S.  B1J007022 | SARAH FEBRIANI  B1J007024

DSCN3015

RINGKASAN

Kualitas lingkungan yang rendah merupakan penyebab timbulnya beragam penyakit, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), scabies, diare dan demam berdarah dengue (DBD). Penyakit-penyakit ini banyak terjadi di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Pengobatan terhadap berbagai penyakit terus diperbaharui. Obat-obatan sintetik merupakan pilihan pertama karena dinilai lebih praktis, mudah diperoleh dan efektif. Akan tetapi, residunya dapat tertimbun dalam tubuh dan menimbulkan penyakit lain.

Menanggapi hal tesebut, masyarakat mulai beralih menggunakan tanaman herbal sebagai obat untuk menyembuhkan beragam penyakit. Salah satu jenis tanaman tersebut adalah herba. Hal ini dikarenakan obat-obatan alami dinilai lebih aman, efektif dan efisien serta reaksi kerjanya lebih cepat dari tanaman obat berupa pohon.

Pengembangan tanaman obat melalui pembuatan kebun tanaman obat telah dilakukan baik di dalam maupun luar negeri. Kebun tanaman ini memiliki beberapa spesies introduksi seperti ketumbar, seledri, ginseng dan kayu manis. Kehadiran spesies introduksi merupakan kendala baru dalam pengembangan tanaman obat, terutama spesies lokal.

Indonesia sebagai salah satu negara yang berstatus megabiodiversitas memiliki beragam tanaman herba yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Baturraden merupakan salah satu kawasan dataran tinggi yang terdapat di lereng selatan Gunung Slamet propinsi Jawa Tengah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Slamet memiliki tanah yang subur yang dapat ditumbuhi beragam tanaman obat. Melihat potensi tersebut maka kawasan Baturraden memiliki kemungkinan untuk di bangun kebun obat sehingga perlu dibahas lebih mendalam mengenai:

  1. apakah kawasan Baturraden memiliki potensi untuk dibangun kebun tanaman obat herba?
  2. apakah kebun tanaman obat herba Baturraden dapat mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal?

Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengkaji kebun tanaman obat herba Baturraden sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal. Lebih lanjut, manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan karya tulis ini adalah dapat memberikan informasi ilmiah tentang kebun tanaman obat herba Baturraden, membantu mewujudkan masyarakat sehat, menggali potensi lokal dan mendukung upaya konservasi tanaman obat herba lokal.

Baturraden merupakan kawasan yang terletak di lereng selatan Gunung Slamet dengan kondisi klimatologi yaitu suhu berkisar 18oC hingga 25oC, kelembaban 75% hingga 95%, curah hujan 5.000 mm/tahun sampai 6.174 mm/tahun dan beriklim sejuk. Baturraden dikelilingi oleh hutan cagar alam dengan flora dan fauna yang terjaga kelestariannya.

Herba merupakan tanaman tidak berkayu, bagian batangnya mengandung air dan hidup di daerah agak lembab. Berdasarkan masa perkembangannya, herba dibagi menjadi tiga macam yaitu herba anual, bianual dan perenial. Herba dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, pengharum ruangan, hiasan dan obat.

Kebun merupakan salah satu sarana untuk menjaga kelestarian tanaman obat. Pemanfaatan lahan sebagai kebun obat dapat meningkatkan nilai guna lahan, karena tanaman dapat berfungsi ganda yaitu sebagai tanaman hias dan bahan baku obat tradisional.

Jenis tanaman obat yang dibudidayakan harus memenuhi syarat tidak memerlukan perawatan khusus, tidak mudah terserang hama penyakit, bibitnya mudah diperoleh, mudah tumbuh dan tidak termasuk jenis tanaman terlarang atau berbahaya. Berdasarkan informasi tersebut, herba merupakan jenis tanaman yang tepat untuk ditanam di kebun obat. Pemanfaatan tanaman obat tradisional, salah satunya herba untuk menanggulangi beragam penyakit juga telah direkomendasikan oleh WHO.

Berdasarkan informasi diatas maka obyek penulisan karya tulis ini adalah kebun tanaman obat herba Baturraden sebagai upaya mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal. Penulisan karya tulis ini didasarkan pada pemanfaatan tanaman obat untuk mengobati beragam penyakit yang semakin diminati, Baturraden memiliki beragam tanaman obat herba lokal dan memiliki tanah yang subur yang memungkinkan untuk dibangun kebun tanaman obat. Penulisan dilakukan sejak tanggal 18 Januari 2009 sampai 28 Februari 2009 di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman melalui tahapan penggalian ide, penulisan, perbaikan dan pengkajian terhadap materi tulisan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran jurnal ilmiah, buku teks dan informasi pendukung lain, sedangkan metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitis.

Baturraden merupakan kawasan yang tepat untuk membudidayakan beberapa tanaman obat herba. Beberapa peneliti telah berhasil mengeksplorasi tanaman obat di Baturraden yaitu Zingiberaceae, Acanthaceae, Amaranthaceae, Apiaceae, Asteraceae, Begoniaceae, Campanulaceae, Cyperaceae, Euphorbiaceae, Graminaeae, Malvaceae, Mellastomataceae, Piperaceae, Rubiaceae, Selaginellaceae dan Verbenaceae.

Pembuatan dan perawatan kebun tanaman obat Baturraden dilakukan melalui tahapan pemilihan lokasi dan penyiapan lahan, penanaman tanaman obat herba dan perawatan kebun. Lokasi yang dipilih harus sesuai dengan syarat tumbuh tanaman herba. Herba dapat tumbuh di lingkungan yang kering, pH 6,3 sampai 6,8 dan suhu 15oC sampai 21oC. Lahan yang telah disiapkan kemudian diolah. Pengolahan dilakukan dengan cara pembersihan lahan, pencangkulan dan pemupukan. Penanaman tanaman herba dilakukan secara vegetatif yang dilakukan secara langsung dengan menanam rimpang atau ditunaskan lebih dulu. Adaptasi bibit dilakukan dengan menanam bibit dalam polybag selama 6 minggu dan diberi naungan. Bibit tanaman ditanam secara monokultur. Perawatan kebun yang dilakukan meliputi perawatan elemen keras dan lunak, sedangkan periode perawatannya dilakukan secara periodik yaitu harian, mingguan, bulanan, triwulan, semesteran, tahunan dan insidental.

Kebun tanaman obat herba Baturraden, selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku obat herba (agromedisin) juga sebagai agrowisata dan sumber plasma nutfah. Pembangunan kebun tanaman obat herba Baturraden memiliki beberapa keunggulan yaitu mendapat dukungan baik dunia internasional maupun nasional, mencegah hilangnya spesies lokal akibat beberapa tekanan lingkungan maupun spesies introduksi, berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan perannya sebagai pusat penelitian tanaman obat, dan juga berperan di bidang agribisnis, agroindustri dan agrotourism yang dapat meningkatkan devisa negara dan membuka lapangan pekerjaan.

Berdasarkan analisis dan sintesis diatas maka dapat disimpulkan bahwa Baturraden merupakan kawasan yang tepat untuk dibangun kebun tanaman obat herba dan tanaman obat herba indigenous Banyumas dapat diolah sebagai obat tradisional untuk mewujudkan masyarakat sehat. Adapun saran yang penulis ajukan adalah perlu dibangunnya kebun tanaman obat herba di kawasan Baturraden Banyumas untuk mewujudkan masyarakat sehat dan perlu adanya penelitian mengenai tanaman obat herba lokal baik aspek biologi, ekologi, fitokimia dan pemanfaatannya untuk mengobati beragam penyakit.

Jadwal SemNasBio 2009

JADWAL ACARA SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2009

Peran Biosistematika dalam pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia

Purwokerto, 12 Desember 2009

WAKTU

ACARA

PENANGGUNGJAWAB

07:30–08:30

PENDAFTARAN PESERTA

Kesekretariatan

08:30–09:00

PEMBUKAAN
1. Laporan Ketua Panitia
2. Sambutan dan Pembukaan oleh Rektor UNSOED

Seksi Acara

09:00–09:45

INVITED SPEAKER
Kebijakan pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia
Dr. Ir. HARY SANTOSO
Direktur Konservasi SDA, Derektorat Jenderal PKA DEPHUT RI
Prof. Dr. Retno Widiastuti
09:45–10:00 COFFEE BREAK
10:00–12:00 KEYNOTE SPEAKER
Peran Biosistematika dalam peneglolaan sumberdaya hayati Indonesia
Prof. Dr. YAYUK R. SUHARDJONO
APU Puslit Biologi LIPI
Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Indonesia
Dr.rer.nat. IMAM WIDIONO M.Z.
Fakultas Biologi UNSOED
Konservasi Sumberdaya Hayati Indonesia
Dr. Dra. NOVIAR ANDAYANI, MSc.
Director of WCS Indonesia Programme
Purifikasi Cepat DNA/RNA/Protein dengan Teknik Magnetic Particle Processor dan UV Vis-Spectrofotometer
MUHAMMAD HASAN
PT. Dipa Puspa Labsains Jakarta
Dr.rer.nat. W. Lestari
12:00–13:00 ISHOMA DAN SESI POSTER
Sie Konsumsi
13:00–17:30 PRESENTASI ORAL
Topik 1 Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Indonesia
Topic 2
Konservasi Sumberdaya Hayati Indonesia
Topic 3 Peran Biosistematika Dalam Pengelolaan Sumberdaya Hayati Indonesia
Moderator tiap sesi
17:30- selesai PENUTUPAN Sie Acara

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG I

Peran biosistematika dalam pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Langkah Sembiring, Ph.D (UGM)

No.

Pemakalah

Judul

1

Retno Widiastuti Inventarisation of Nepenthes spp at tangkahan forest area leuser mountain national park north sumatera

2

Christina L. Salaki Exploration of indigenous isolate of bacillus thuringiensis pathogenic to insect pest of cabagge (Crocidolomia binotalis zell)

3

Suryana Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial dan Epifit di Sekitar Kawah Gunung Tangkuban Perahu Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat

4

Tigor Nauli Barcode DNA untuk membedakan spesies

5

RCH. Soesilohadi Lepidopteran Diversity in Kars Ecosystem, Luweng Jomblang, Semanu, Gunung Kidul

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Bayu Adjie (Kebun Raya Bali)

No.

Pemakalah

Judul

1

Langkah Sembiring Strategy For Selective Isolation Of Streptomycetes From Enviromental Samples Is A Basic Tool To Study Its Biodiversity In Natural Habitats

2

Victor Aprilyanto Studi Sistematik Strain Bakteri Pendetoksifikasi Metilmerkuri Yang Diisolasi Dari Sedimen Hulu Sungai Sangon, Kulon Progo, Yogyakarta

3

Juwartina Ida Royani Skrining Primer ISSR Pada Aksesi Temu Putih (Curcuma Zedoaria) Dari Beberapa Daerah Di Indonesia

4

Ariani Hatmanti Karakterisasi dan Analisis Kekerabatan Bakteri Potensial Pendegradasi Minyak dan Poly-Aromatics Hydrocarbon (PAH) dari Perairan Teluk Jakarta

5

Dewi Sartiami Doleschallia spp. (Lepidoptera: Nymphalidae) on Caricature Plant (Graptophyllum pictum) in Indonesia

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Drs. Munawar, M.Si (UNSRI)

No.

Pemakalah

Judul

1

Bayu Adjie Allelic Segregation in Polyploid Plants

2

Ade Sunarma Keragaman Morfometri Induk Gurame (Osphronemus goramy Lac.) Asal Daerah Berbeda di Pulau Jawa

3

Priska Keanekaragaman Kelelawar Di Kawasan Karst Gunung Sewu Dan Kawasan Karst Menoreh Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

4

Oemijati Rachmatsyah Wooly Adelgide (Pineus Boeneri)

5

Tutie Djarwaningsih Jenis – Jenis Flora di Cagar Alam Gunung Tukung Gede Barat, Serang – Banten

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Dra. Suhestri Suryaningsih, M.S (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Munawar Ekspolari Biodiversitas Bakteri Dari Lingkungan Terkontaminasi Hidrokarbon Minyak Bumi

2

Muh. Nadjmi Abulias Pencirian Morfometrik Tiga Macam Ikan Nilem Dari Banyumas Dan Banjarnegara

3

Sumarsono Variasi Struktur Derivat Epidermis pada Familia Cyperaceae dan Poaceae dalam Ordo Poales

4

Suhestri Suryaningsih Keragaman Genetik Ikan Brek (Puntius Orphoides) Di Sugai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa-Tengah

5.

Jefri Permadi Revisi Status Taksonomi Tetraclita squamosa Bruguière, 1789 (Cirripedia:Balanomorpha) Populasi Pantai Selatan Jawa

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG II

Peran biosistematika dalam pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Imron, Ph.D (LRPTBPAT, Sukamandi)

No.

Pemakalah

Judul

1

Budi Setyadi Daryono Hubungan Kekerabatan Padi (Oryza spp.) Berdasarkan Kesamaan Sekuens Gen Penyandi Resistensi Terhadap Penyakit Blast (Pib)

2

Arief Rachman Species diversity and morphological characters of echinoidea (sea urchin) at intertidal zone kabupaten gunung kidul

3

Inggit Puji Astuti Distribution of Sarctheca spp. in Indonesia

4

Novia Tri Marfuah Keanekaragaman Arthropoda Tanah di Hutan Tanaman

5

Purwaningsih Keaekaragaman dan sebaran jenis dipterocarpaceae di hutan gambut indonesia

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Budi Setyadi Daryono (UGM)

No.

Pemakalah

Judul

1

Imron Status Taksonomi Populasi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Indonesia Yang Dipisahkan Oleh Garis Wallacea Berdasarkan Marka Molekuler Rapd Dan Pengujian Biologis

2

Sri Hartini Jenis-Jenis Tumbuhan Di Cagar Alam Melampah Alahan Panjang, Sumatera Barat

3

Illa Anggraeni Serangan Rayap Pada Tegakan Jati (Tectona grandis L.F) Di Hutan Penelitian Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten

4

Djoko Hadi Kunarso Kandungan Bakteri Eutrofik Dan Oligotrofik Di Perairan Muara Sungai Mamberamo Dan Laut Pasifik

5

Djuwantoko Keanekaragaman Satwa Liar Di Sungai Mahakam Bagian Tengah Sebagai Daya Tarik Wisata Satwa Liar

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, MS (IPB)

No.

Pemakalah

Judul

1

Romanus Edi Prabowo Teritip Indonesia

2

Yeti Darmayati Hydrocarbonoclastic Bacteria in the Middle Part of Java Sea

3

Sudarmono Informasi Spesies Baru Piper sp dan Studi Perbanyakan Pada Tumbuhan Hias Sirih (Piper crocatum dan Pipper sp.)

4

Inge Larashati Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Pohon Buah-Buahan Di Hutan Taman Nasional Karimunjawa – Jawa Tengah

5

Tri Retnaningsih Soeprobowati Variabilitas Keanekaragaman Dan Distribusi Vertikal Diatom Danau Rawa Pening

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Drs. Indarmawan, M.S (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Dian Bhagawati Variasi morfologi Cherax quadricarinatus hasil budidaya asal bogor dan purwokerto

2

Tony Febri Qurniawan Keanekaragaman Herpetofauna Gumuk Pasir Yogyakarta

3

Titi Chasanah Keanekaragaman Tanaman Pangan Dan Pemanfaatannya Di Wilayah Purwokerto

4

Rochmatino, Agus Hery Susanto Karakterisasi Molekuler Resistensi Gulma Synedrella Nodiflora Terhadap Herbisida Reflex

5

Sukarsa Keanekaragaman Tumbuhan Lereng Selatan Gunung Slamet Yang Dimanfaatkan Sebagai Pakan Ternak Oleh Masyarakat Desa Hutan Di Wilayah Kabupaten Banyumas

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG III

Pemanfaatan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Dr. Iwan Saskiawan (LIPI-Biologi)

No.

Pemakalah

Judul

1

Nofdianto Pengembangan model “kanal perifiton” skala laboratorium dalam ujicoba pemanfaatan bioakumulasi perifiton sebagai komponen purifikasi, pakan alami, dan sumber bahan alam

2

Tuty Maria Wardiny Pemanfatan tanaman herbal terhadap penampilan ayam buras

3

Winastuti Dwi Atmanto Peran peningkatan kualitas tempat tumbuh dan inokulasi frankia terhadap pertumbuhan semai cemara udang

4

Romaidi Pemanfaatan tumbuhan sebagai penghasil minyak di kabupaten pamekasan madura

5

Hidayat Suryanto Suwoyo Penambahan fermentasi probiotik dengan konsentrasi berbeda pada pemeliharaan udang vaname (litopenaeus vannamei)

Skala laboratorium

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Nofdianto (LIPI-Limnologi)

No.

Pemakalah

Judul

1

Iwan Saskiawan Produksi n-asetilglukosamina melalui fermentasi semi padat kitin oleh aspergillus sp. 501

2

Bambang Widyo Prastowo Stratifikasi Vibrio dan Interaksinya dengan Parameter Fisika Air di Kolom Air Tambak Tradisional dan Semi Intensif yang Diberi Perlakuan Probiotik

3

Bernadetta Octavia Respon simbion penyusun lichens terhadap pencemaran udara

4

Wiji Multi Haryanto Associations between butterflyfishes (teleostei: chaetodontidae) and coral lifeforms in pangandaran beach, west java, indonesia

5

Noor Farikhah Haneda Komposisi dan peranan serangga tanah di lantai hutan

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dra. Gratiana Eka Wijayanti, M.Rep.Sc. Ph.D (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Elfita Eksplorasi Biodiversitas Jamur Endofitik Penghasil Metabolit Sekunder Dari Tumbuhan Obat

2

Wijanarka Penapisan Khamir Inulinolitik Jawa Tengah Dan Pengujian Aktivitas Inulinasenya

3

Esti Munawaroh Penggalian Potensi Piper spp dari Suaka Alam Maninjau Utara – Selatan dan Batang Pangean II sebagai Tanaman Hias dan Obat

4

Sutandar Zainal Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Perairan Mengalir Untuk Budidaya Ikan Kasus Di Saluran Irigasi Tarum Utara Jatiluhur

5

Ariyanti Hartari Pembuatan Flakes Kuartet Mixed Talas Belitung – Kecambah Kacang Hijau – Kecambah Kacang Tolo – Bekatul Sebagai Alternatif Produk Sarapan Untuk Anak Usia Sekolah Dasar

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Dr. Agus Nuryanto (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Hery Winarsi Kajian Sifat Fungsional Tepung Kelapa Varietas Kelapa Dalam Jepara Dan Banyumas, Serta Kemungkinan Pemanfaatannya

2

Untung Soesilo Pertumbuhan Dan Efisiensi Pakan Ikan Patin Yang Dinduksi Dengan Siklus Pemuasaan Secara Periodik Pada Skala Laboratorium

3

Carmudi/Endang Widyastuti Komunitas Mikroalga Planktonik Sebagai Biomonitoring Perairan Sungai Polaga Kabupaten Pemalang

4

Trisnowati B. Ambarningrum Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium Lobatum Benth.) : Aktivitasnya Sebagai Anti Makan Serta Pengaruhnya Terhadap Indeks Nutrisi Larva Crocidolomia Binotalis Zeller

5

Juwarno Respon Fisiologis dan Anatomis Tanaman Kedelai Varietas Slamet Akibat Pemberian Pupuk Cair Bionutrient

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG IV

Pemanfaatan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Dr. Dra. Tati Rostiwati, M.Si (Pusat Litbang Hutan Tanaman, DEPHUT)

No.

Pemakalah

Judul

1

Zalinar Udin Studi potensi esktrak Brucea javanica sebagai bioaktif antikanker payudara

2

Sri Rahayu Ningtyas Potensi kerang hijau (perna viridis) di perairan jepara jawa tengah ditinjau distribusi sebaran dan pertumbuhan alami

3

Rasidi Kajian potensi sumberdaya Ikan Bada (Rasbora argyrotaenia) di Danau Maninjau

4

Emma Sri Kuncari Kandungan kimia empat jenis tumbuhan suku Simaroubaceae (Ailanthus integrifolia lam. Ex. Steud., Brucea javanica (l.) Merr., Irvingia malayana Oliver ex a. Benn. dan Quassia indica (Gaertn.) Noot.) Dari Kalimantan Timur

5

Sutandar Zainal Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Perairan Mengalir untuk Budidaya Ikan Kasus di Saluran Irigasi Tarum Utara Jatiluhur

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Zalinar Udin (LIPI-Kimia)

No.

Pemakalah

Judul

1

Tati Rostiawati Analisis fitokimia dan toksisitas bagian pohon gemor (notaphoebe coriacea (koesterm.) Koesterm. Sebagai bahan baku bio-insektisida

2

3

Suhartono Metode genetik programing dan l-system untuk merepresentasikan pengaruh lingkungan pada visualisasi pertumbuhan

4

Diah Rachmawati Pengaruh lama penyimpanan dan giberelin terhadap perkecambahan dan pertumbuhan semai padi (oryza sativa l. Var. Ciherang)

5

Widhianto Tricahyadi Upaya pemanfaatan lumut marchantia sp. sebagai sabun herbal antiseptik

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dr. Dwi Nugroho Wibowo (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Rostaman Interaksi Antara Serangga Diptera Dengan Jamur Pada Sistem Budidaya Jamur Tiram

2

Tri Ratna Nastiti Uji Efek Antihipertensi, Antidiabetes, Dan Antihiperlipidemia Minuman Penyegar Dari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi, L.)

3

Nurhidayat Peran Biofilter Dalam Sistem Resirkulasi Untuk Pembesaran Benih Gurame Albino (Osphoremus gourame)

4

Adang Saputra Kajian Potensi Perairan Danau Beratan, Di Kabupaten Tabanan Untuk Budidaya Perikanan: Aspek Kimia Dan Fisika

5

Trimurti Artama Uji Organolepik Dan Proksimat Terhadap Biskuit Terbuat Dari Campuran Tepung Ubi Jalar, Terigu Yang Diperkaya Tepung Ikan Lemuru (Sardinella Longiceps)

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Dr. Rostaman (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Diana Retna USR Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Untuk Produksi Ephipium Daphnia (Daphnia Sp)

2

Iman Budisantoso Pemberian Kolkisin Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai

3

Hesti Ratnawati/Juni Safitri Pemanfaatan Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga) Sebagai Fungisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Tomat

4

Hery Pratiknyo Evaluasi Prosesing Madu Menuju Mutu Madu sesuai SII 0156-77 pada Peternak Lebah Madu Apis Cerana

di Kabupaten Banyumas

5

Tata Brata Suparyana Pengujian Empat Fraksi Ekstraktif Batang Eboni dan Identifikasi Bioaktifnya Sebagai Bahan Aktif Anti Rayap Alami

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG V

Konservasi sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Dr. rer.nat. M. Husein Sastranegara, M.S (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Agung Budihardjo Eel ladder sebagai jalur migrasi Sidat (Anguilla bicolor bicolor) melewati dam

2

Iwan Hilwan Studi keanekaragaman jenis vegetasi pada lahan bekas tambang timah di kabupaten belitung, provinsi kepulauan Bangka-Belitung

3

Frensly D. Hukom Sumberdaya ikan karang perairan Maumere di kabupaten Sikka, Nusa Tengggara Timur

4

Sofi Mursidawati Kultur tunas pucuk anggrek endemik terancam punah Cymbidium hartinahianum J.B. Comb & R.E. Nas.

5

Yupi Isanini Induksi kecepatan perkecambahan biji Diospyros macrophylla blume melalui perendaman ga3 dan air

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Drs. Agung Budihardjo, M.Si (UNS)

No.

Pemakalah

Judul

1

Karyadi Baskoro Semarang Bird Web: Basis Data Digital Keragaman Burung Kawasan Semarang

2

Wartono Hadie Moluska : Kebutuhan Habitat, Ancaman, Dan Konservasi

3

Teddy Triandiza Pemijahan Buatan Dan Pemeliharaan Larva Kima (Tridacna spp.) Skala Laboratorium Di UPT Loka Konservasi Biota Laut Tual Maluku Tenggara

4

Marojahan Simanjuntak Pengaruh Arlindo Terhadap Zat Hara Di Perairan Flores, Nusa Tenggara Timur

5

M. Ali S Upaya Perlindungan Kerang Geloina erosa Melalui Pengaturan Ukuran dan Waktu Pemanenan di Kawasan Mangrove Pesisir Barat Kabupaten Aceh Besar

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dr. rer.nat. Erwin Riyanto Ardli (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Prof. Drs. Soeminto, SU Produksi Nilem ♀ (Osteochilus hasselty Cv)
Sebagai Penghasil Kaviar Melalui Ginogenesis dan Induksi Hormon

2

Edi Dwi Atmaja Kondisi Habitat Macan (Panthera pardus) di Lereng Selatan Merapi

3

Achmad Munadjat Diversitas Umur Tikus Sawah (Rattus argentiventer Robb. & Kloss) di Ekosistem Persawahan

4

Usdiyanto Struktur Komunitas Mikroalga Epifitik pada Sambung Rambat (Mikania micrantha H.B.K.) sebagai Bioindikator di Sungai Banjaran Kabupaten Banyumas

5

Slamet Risyanto Biologi Ikan Uceng (Nemachilus fasciatus C.V.) Di Sungai Banjaran Kabupaten Banyumas

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Drs. Iman Budisantoso, M.P (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Erwin Riyanto Ardli Analisis spasial suksesi mangrove di area tanah timbul segara anakan cilacap

2

Kamsinah Pengaruh kompisisi media aklimatisasi dan interval pemberian pupuk terhadap pertumbuhan bibit anggrek Cattleya

3

Rondang Lestari Pengaruh kompisisi media aklimatisasi dan interval pemberian pupuk terhadap pertumbuhan bibit anggrek Cattleya

4

Diah Murti Ningsih Kekayaan dan Kelimpahan Ikan di Bagian Hilir Sungai Serayu

5

Farida Nur Rachmawati Hubungan Antara Bobot Tubuh dan Gonado Somatic Index (GSI) Ikan Sidat, Anguilla Bicolor Mcclelland, yang Tertangkap di Perairan Segara Anakan Cilacap, Jawa Tengah

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG VI

Konservasi sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Ir. Wahyu Budi Setyawan, MT (Puslit Oseanografi-LIPI)

No.

Pemakalah

Judul

1

Samanhudi Pelestarian plasma nutfah tanaman pule pandak (Rauvolfia serpentina Benth.) Melalui perbaikan Teknik budidaya

2

Petrus Izak Bumbut Ekowisata berbasis penyu (turtle based ecotourism) di pesisir pantai utara manokwari

3

Alice Yuniati Variasi karakter fisiologi dua puluh genotip kedelai sebagai respon terhadap kondisi kering

4

Carolina Penurunan keanekaragaman hayati : sebuah konsekuensi dari perubahan ekosistem pesawahan menjadi perikanan

5

Edward Pemantauan beberapa sifat fisik dan kimia air laut di perairan selat bangka

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Samanhudi (UNS)

No.

Pemakalah

Judul

1

Sumanto Perbanyakan dan fenologi perkecambahan palem marquesas (Pelagodoxa henryana becc.)

2

Wahyu Budi Setyawan Mangrove dan perikanan tambak di wilayah pesisir: Studi kasus di wilayah pesisir losari (Cirebon) dan Serang (Banten)

3

Singgih Tri Wardana Artocarpus spp. in East Sumatera

4

Doni Setiawan Studi komunitas moluska di perairan sungai Lematang kabupaten Lahat

5

Sarno Konservasi bakau (Rhizophora apiculata):

Studi kasus pengelolaan bakau di Sungai Asam, inhil, Riau

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Romanus Edy Prabowo, Ph.D (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

M. Hari Subarkah Adaptasi Pola Perilaku Lutung Jawa (Trachypithecus auratus auratus)Pada Kawasan Pemanfaatan Intensif

2

Riskan Effendi Pengaruh Naungan Terhadap Pertumbuhan Eboni Di Cikampek, Jawa Barat

3

T. Bagus Putra Prakarsa Kelelawar Pedan Jawa (Nycteris javanica): Endemik Jawa Yang Terancam Studi Kawasan Karst Tuban Jawa Timur

4

Giyarto Aktivitas Harian Dan Penggunaan Home Range Oleh Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra) Di Cagar Alam Tangkoko-Batuangus, Sulawesi Utara

5

Edy Yani Kajian Zonasi Vegetasi Mangrove Di Area Tanah Timbul Segara Anakan Cilacap