Juara KKTM-POSI 2009

Peserta KKTM 2009 Fabio UNSOED

Peserta KKTM 2009 Fabio UNSOED

Salah satu rangkaian acara Pekan Olahraga Seni dan Ilmiah (POSI) adalah diselenggarakannya Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM). Sebanyak 12 tim (judul) berkompetisi dalam ajang ilmiah di lingkup Fakultas Biologi pada tahun 2009 ini.

Dewan Juri Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Fakultas Biologi Unsoed dalam rangka POSI Tahun 2009 yang terdiri atas;

  1. Dr. Bambang Heru Budianto, MS (Ketua)
  2. Drs. Indarmawan, MS. (Anggota)
  3. Drs. Agus Hery Susanto, MS (Anggota).

Setelah melakukan penilaian secara langsung kepada peserta KKTM dalam rangka Pekan Olah raga, Seni, dan Ilmiah (POSI) Fakultas Biologi Unsoed, maka dalam sidangnya, Dewan Juri telah memutuskan dan menetapkan juaranya sebagai berikut :

JUARA I

PEMANFAATAN KULIT PISANG AMBON KUNING (Musa paradisiaca var. Sapientum) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.)

Swastika Oktavia B1J007103, Linawati Agustien B1J007139, Widhita Purwandari B1J007182

Dosen Pembimbing :  Dra. Gratiana Eka Wijayanti, M.Rep. Sc., Ph.D

JUARA II

SISTEM TAMBAK TERPADU SEBAGAI UPAYA BUDIDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN

Diah Tri Utami B1J007027, Afifah Nur Shobah B1J007026

Dosen Pembimbing :  Dr.rer.nat.  Erwin Riyanto Ardli, S.Si, M.Sc

JUARA III

KEBUN TANAMAN OBAT HERBA BATURRADEN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL

Tantri Analisawati B1J007022, Sarah Febriani B1J007024

Dosen Pembimbing :  Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S

JUARA  HARAPAN I

KAMPUNG BIOLISTRIK SEBUAH KONSEP DESA DENGAN ENERGI LISTRIK MANDIRI

Fajri Hartanti B1J008034, Rarastyan Arum W. B1J008048

Dosen Pembimbing : Drs. Slamet Priyanto, M.S

JUARA HARAPAN II

POTENSI BIOMASSA SEL Kluyveromyces marxianus SEBAGAI ALTERNATIF DALAM MENGATASI DEFISIENSI LAKTASE PADA PENDERITA INTOLERANSI LAKTOSA

Ahmad Nailul Basid B1J007012, Fahmi Purnama Sari B1J007129, Mila Sari B1j007190

Dosen Pembimbing : Dra. Dini Ryandini, M.Si


Karya Sang Jawara

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG AMBON KUNING
(Musa paradisiaca var. sapientum) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.)

Yang digawangi oleh :

S OKTAVIA B1J007013 | L AGUSTIEN B1J007139 | W PURWANDARI B1J007182

Juara 1 KKTM 2009

Juara 1 KKTM 2009 (dari kiri-kanan: Widhita PURWANDARI, Linawati AGUSTIEN, Swastika OKTAVIA)

Berikut ringkasan dari karya tulis juara I :

RINGKASAN

Perikanan merupakan bagian penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perikanan berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat serta meningkatkan pendapatan petani dan negara. Usaha peningkatan produksi ikan semakin digalakkan dalam rangka memenuhi kebutuhan protein. Tingkat konsumsi ikan diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.  Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan nasional tahun 2008 mencapai 26 kg/kapita/tahun. Salah satu sumber daya perikanan yang mempunyai prospek baik adalah ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) Ikan gurami dijadikan komoditas unggulan perikanan di beberapa daerah karena memenuhi beberapa kriteria, yaitu kelayakan ekonomi dan tingkat kesesuaian agroekosistem yang tinggi, orientasi pasar jelas, mudah dibudidayakan masyarakat dan mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah.

Budidaya ikan gurami masih di jumpai kendala yang harus dihadapi para petani,  salah satunya adalah penanggulangan stres pada ikan. Ikan dapat mengalami stres ketika kondisi lingkungan sekitarnya buruk, misalnya suhu lingkungan yang rendah. Stres akan menurunkan imunitas, sehingga mudah terserang  penyakit, bahkan dapat menimbulkan kematian ikan. Kondisi stres akan menginduksi hipermetabolisme serotonin dalam otak ikan menyebabkan kadar serotonin menurun. Guna mengurangi stres pada ikan, termasuk gurami dapat diberikan serotonin eksternal.

Kulit pisang yang selama ini jarang dimanfaatkan dan hanya sebagai limbah, ternyata mengandung senyawa serotonin yang biasanya digunakan sebagai antidepresan dan dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas ikan. Kandungan serotonin yang terdapat pada kulit pisang buah sebesar 31,8 μg/g. Dengan demikian, kulit pisang memiiki potensi sebagai sumber serotonin.
Beberapa permasalahan yang perlu dikaji lebih mendalam adalah:

  1. Bagaimana mekanisme serotonin dalam meningkatkan imunitas larva Ikan Gurami (O.  gouramy Lac.)
  2. Bagaimana pemanfaatan kulit Pisang Ambon Kuning dalam meningkatkan imunitas larva Ikan Gurami (O.  gouramy Lac.)

Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks, artikel dan referensi pendukung yang lain.

Pemanfaatan kulit pisang untuk meningkatkan imunitas ikan dapat diberikan dalam bentuk pakan ikan, yaitu dengan mencampurkannya dengan pakan komersial. Pembuatan pakan merupakan alternatif metode yang tepat digunakan karena serotonin diambil dari kulit pisang dengan dibuat bubur sehingga menggurangi resiko tereduksinya serotonin dari kulit pisang karena proses pengambilannya. Beberapa peneliti telah berhasil membuat pakan ikan dengan mencampur bahan alami dengan pakan komersial.

Aktivitas serotonin untuk antidepresan dapat meningkatkan sistem imun pada ikan Gurami. Serotonin mengontrol regulasi level kortisol yang berperan penting dalam adaptasi ikan dan sebagai indikator saat ikan berada pada kondisi stres. Pengaturan sistem imun oleh serotonin mengakibatkan bertambahnya jumlah limfosit yang dihasilkan oleh tubuh sebagai respon imun. Respon antibodi saat depresi pada ikan air tawar diatur oleh sistem hormonal. Limfosit ikan mengekspresikan reseptor glukokortikoid yang menekan sistem imun selama kondisi stres; dengan demikian serotonin disini berfungsi menghasilkan limfosit baik itu dalm bentuk sel T atau sel B, kedua sel tersebut berfungsi untuk meningkatkan sistem imun. Ikan mempunyai pengatur kimiawi (sitokin) yang disekresikan oleh sel imun khususnya makrofag. Interleukin (IL)-1 dan IL-2 yang merupakan suatu sitokin berperan dalam merangsang sel T untuk tumbuh dan membelah meningkatkan suhu tubuh.

Berdasarkan hasil telaah pustaka, analisis dan sintesis, dapat disimpulkan bahwa pakan ikan yang terbuat dari campuran serotonin dengan pakan komersial dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan sistem imun pada larva ikan Gurami.


JUARA KE-2

Sistem Tambak Terpadu sebagai Upaya Budidaya Perikanan Berkelanjutan
Oleh:
Diah Tri Utami        B1J007027
Afifah Nur Shobah    B1J007026

DSCN3013

Ringkasan

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau sekitar 17.508 buah dan panjang garis pantainya mencapai 81.000 km. Hal ini merupakan potensi untuk pengembangan budidaya perikanan, terutama perikanan air payau. Budidaya perikanan payau sangat didukung pemerintah dengan mengeluarkan berbagai program yang bertumpu pada upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pertambakan. Indonesia adalah salah negara yang memiliki budidaya perikanan tambak dan salah satu komoditas yang dihasilkan adalah udang. Produksi udang Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan produksi memberikan pengaruh terhadap jumlah ekspor udang Indonesia. Hal ini berdampak pada penurunan jumlah ekspor udang dan mengakibatkan kerugian sebesar US $ 281.552.000. Penurunan produksi ini merupakan akibat dari serangan virus penyakit terutama oleh bakteri Vibrio harveyi dan virus WSSV.
Pengelolaan tambak di Indonesia selama ini menggunakan pengelolalaan tambak secara intensif, semi intensif dan tradisional. Penggunaan bahan kimia seperti pestisida, pupuk organik dan pakan buatan yang mengandung antibotik pada tambak intensif dapat menghambat pertumbuhan virus dan menurunkan kualitas hasil tambak. Mengingat banyaknya kendala yang dihadapi dalam pengelolaan tambak selama ini, maka diperlukan adanya sistem pengelolaan tambak yang dapat memperkecil kendala yang ada. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa adanya mangrove di dalam tambak dapat meningkatkan produktifitas perikanan tambak.
Penulisan karya tulis mahasiswa ini bertujuan untuk mengkaji  tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan. Karya tulis mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang sistem tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan, membantu dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan. Penulisan karya tulis mahasiswa ini dilakukan sejak tanggal 11 November 2009 sampai dengan tanggal 28 November 2009 bertempat di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks dan referensi pendukung lainnya.
Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis mahasiswa ini adalah metode deskriptif analitis yaitu: 1) mengidentifikasi permasalahan berdasarkan data dan fakta yang ada. 2) menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lain. 3) mencari alternatif pemecahan masalah, yaitu memberikan deskripsi mengenai tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan air payau berkelanjutan. Sistematika penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis mahasiswa ini mengacu pada Pedoman Umum Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 2009.
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mangrove mempunyai peran yang penting dalam budidaya perikanan tambak. Keberadaan mangrove di areal tambak dapat meningkatkan produktifitas tambak. Hal ini didasarkan pada fungsi dari mangrove sebagai nursery grounds, feeding grounds dan spawning grounds untuk berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang dan kepiting. Tambak terpadu terdiri dari beberapa bagian yaitu: jalur hijau, kolam reservoir, kolam pakan, kolam pembenihan, kolam peralihan dan kolam pembesaran. Pembuatan jalur hijau dilakukan dengan cara menanam mangrove sepanjang pantai yang lebarnya minimal  200 m diukur dari garis pasang terendah. Kolam reservoir berada di belakang jalur hijau (green belt). Luas kolam reservoir paling sedikit 25% dari luas kolam pembesaran dengan kedalaman kolam reservoir adalah 1 m. Pembuatan kolam pakan dilakukan dekat dengan kolam pembenihan untuk mempermudah pemberian pakan ke larva ikan dan benur. Luas kolam pakan ini berkisar antara 0,75-1 m2  dengan kedalaman 1 m. Kolam pembenihan digunakan untuk pemeliharaan benih dengan ketinggian air sekitar 1-1,5 m dengan luas sebesar 1% dari total lahan. Kolam peralihan digunakan untuk pemeliharaan benih dengan ketinggian air sekitar 0,75-1 m. Luas kolam dapat mencapai 6% dari total lahan yang digunakan. Luas kolam pembesaran adalah 50% – 75% dari total luas tambak budidaya  dengan kedalaman 1,5-2 m. Kolam pembesaran ini paling luas di antara kolam-kolam yang lain. Lebar mangrove yang berada di dalam kolam pembesaran adalah sebesar 85% dari total luas kolam pembesaran.
Pembuatan jalur hijau (green belt) dapat difungsikan sebagai filter air yang masuk tambak dari penyakit ikan atau udang yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kolam reservoir tambak terpadu ditanami dengan rumput laut jenis Gracilaria sp. yang menjadi penyuplai oksigen di perairan tambak, dengan begitu jumlah oksigen terlarut dalam air dapat terjaga. Kultur Spirulina sp. dilakukan di dalam kolam pakan. Spirulina sp. dapat  ditumbuhkan  kedalam media yang mengandung komposisi makronutrien dan mikronutrien yang sesuai. Benih yang akan dimasukan ke dalam kolam pembenihan terlebih dahulu diaklimatisasi. Aklimatisasi benih di dalam kolam pembenihan dilakukan selama 30 – 60 menit. Benih dipelihara di kolam pembenihan selama 2 – 5 minggu sebelum dimasukan ke dalam kolam pemeliharaan selanjutnya. Kepadatan benih di kolam pembenihan adalah 5000-7000 ekor/ ha.
Keunggulan sistem tambak terpadu Sebagai Upaya Budidaya Perikanan Berkelanjutan adalah 1) Kondisi perairan tambak lebih baik, 2) Ikan yang dibudidayakan di tambak terpadu mempunyai sintasan tinggi, 3) menghasilkan Ikan organic (bebas pestisida dan bahan kimia lain, 4) Produksi perikanan meningkat dan 5) Tercipta perikanan berkelanjutan (sustainable brackhiswater culture)
Berdasarkan analisis permasalahan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) tambak terpadu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi perikanan dan 2) tambak terpadu dapat mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan (sustainable brackishwater culture). Dari hasil kajian dan analisis seperti yang telah diuraikan di atas dapat di sarankan untuk melakukan sistem budidaya tambak yang tepat pada kawasan mangrove yaitu dengan perpaduan antara budidaya tambak dan hutan mangrove, karena dengan menggunakan perpaduan antara keduanya akan mewujudkan sistem budidaya perikanan yang berkelanjutan.


JUARA KE-3

KEBUN TANAMAN OBAT HERBA BATURRADEN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL

Oleh :

TANTRI ANALISAWATI S.  B1J007022 | SARAH FEBRIANI  B1J007024

DSCN3015

RINGKASAN

Kualitas lingkungan yang rendah merupakan penyebab timbulnya beragam penyakit, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), scabies, diare dan demam berdarah dengue (DBD). Penyakit-penyakit ini banyak terjadi di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Pengobatan terhadap berbagai penyakit terus diperbaharui. Obat-obatan sintetik merupakan pilihan pertama karena dinilai lebih praktis, mudah diperoleh dan efektif. Akan tetapi, residunya dapat tertimbun dalam tubuh dan menimbulkan penyakit lain.

Menanggapi hal tesebut, masyarakat mulai beralih menggunakan tanaman herbal sebagai obat untuk menyembuhkan beragam penyakit. Salah satu jenis tanaman tersebut adalah herba. Hal ini dikarenakan obat-obatan alami dinilai lebih aman, efektif dan efisien serta reaksi kerjanya lebih cepat dari tanaman obat berupa pohon.

Pengembangan tanaman obat melalui pembuatan kebun tanaman obat telah dilakukan baik di dalam maupun luar negeri. Kebun tanaman ini memiliki beberapa spesies introduksi seperti ketumbar, seledri, ginseng dan kayu manis. Kehadiran spesies introduksi merupakan kendala baru dalam pengembangan tanaman obat, terutama spesies lokal.

Indonesia sebagai salah satu negara yang berstatus megabiodiversitas memiliki beragam tanaman herba yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Baturraden merupakan salah satu kawasan dataran tinggi yang terdapat di lereng selatan Gunung Slamet propinsi Jawa Tengah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Slamet memiliki tanah yang subur yang dapat ditumbuhi beragam tanaman obat. Melihat potensi tersebut maka kawasan Baturraden memiliki kemungkinan untuk di bangun kebun obat sehingga perlu dibahas lebih mendalam mengenai:

  1. apakah kawasan Baturraden memiliki potensi untuk dibangun kebun tanaman obat herba?
  2. apakah kebun tanaman obat herba Baturraden dapat mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal?

Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengkaji kebun tanaman obat herba Baturraden sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal. Lebih lanjut, manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan karya tulis ini adalah dapat memberikan informasi ilmiah tentang kebun tanaman obat herba Baturraden, membantu mewujudkan masyarakat sehat, menggali potensi lokal dan mendukung upaya konservasi tanaman obat herba lokal.

Baturraden merupakan kawasan yang terletak di lereng selatan Gunung Slamet dengan kondisi klimatologi yaitu suhu berkisar 18oC hingga 25oC, kelembaban 75% hingga 95%, curah hujan 5.000 mm/tahun sampai 6.174 mm/tahun dan beriklim sejuk. Baturraden dikelilingi oleh hutan cagar alam dengan flora dan fauna yang terjaga kelestariannya.

Herba merupakan tanaman tidak berkayu, bagian batangnya mengandung air dan hidup di daerah agak lembab. Berdasarkan masa perkembangannya, herba dibagi menjadi tiga macam yaitu herba anual, bianual dan perenial. Herba dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, pengharum ruangan, hiasan dan obat.

Kebun merupakan salah satu sarana untuk menjaga kelestarian tanaman obat. Pemanfaatan lahan sebagai kebun obat dapat meningkatkan nilai guna lahan, karena tanaman dapat berfungsi ganda yaitu sebagai tanaman hias dan bahan baku obat tradisional.

Jenis tanaman obat yang dibudidayakan harus memenuhi syarat tidak memerlukan perawatan khusus, tidak mudah terserang hama penyakit, bibitnya mudah diperoleh, mudah tumbuh dan tidak termasuk jenis tanaman terlarang atau berbahaya. Berdasarkan informasi tersebut, herba merupakan jenis tanaman yang tepat untuk ditanam di kebun obat. Pemanfaatan tanaman obat tradisional, salah satunya herba untuk menanggulangi beragam penyakit juga telah direkomendasikan oleh WHO.

Berdasarkan informasi diatas maka obyek penulisan karya tulis ini adalah kebun tanaman obat herba Baturraden sebagai upaya mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal. Penulisan karya tulis ini didasarkan pada pemanfaatan tanaman obat untuk mengobati beragam penyakit yang semakin diminati, Baturraden memiliki beragam tanaman obat herba lokal dan memiliki tanah yang subur yang memungkinkan untuk dibangun kebun tanaman obat. Penulisan dilakukan sejak tanggal 18 Januari 2009 sampai 28 Februari 2009 di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman melalui tahapan penggalian ide, penulisan, perbaikan dan pengkajian terhadap materi tulisan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran jurnal ilmiah, buku teks dan informasi pendukung lain, sedangkan metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitis.

Baturraden merupakan kawasan yang tepat untuk membudidayakan beberapa tanaman obat herba. Beberapa peneliti telah berhasil mengeksplorasi tanaman obat di Baturraden yaitu Zingiberaceae, Acanthaceae, Amaranthaceae, Apiaceae, Asteraceae, Begoniaceae, Campanulaceae, Cyperaceae, Euphorbiaceae, Graminaeae, Malvaceae, Mellastomataceae, Piperaceae, Rubiaceae, Selaginellaceae dan Verbenaceae.

Pembuatan dan perawatan kebun tanaman obat Baturraden dilakukan melalui tahapan pemilihan lokasi dan penyiapan lahan, penanaman tanaman obat herba dan perawatan kebun. Lokasi yang dipilih harus sesuai dengan syarat tumbuh tanaman herba. Herba dapat tumbuh di lingkungan yang kering, pH 6,3 sampai 6,8 dan suhu 15oC sampai 21oC. Lahan yang telah disiapkan kemudian diolah. Pengolahan dilakukan dengan cara pembersihan lahan, pencangkulan dan pemupukan. Penanaman tanaman herba dilakukan secara vegetatif yang dilakukan secara langsung dengan menanam rimpang atau ditunaskan lebih dulu. Adaptasi bibit dilakukan dengan menanam bibit dalam polybag selama 6 minggu dan diberi naungan. Bibit tanaman ditanam secara monokultur. Perawatan kebun yang dilakukan meliputi perawatan elemen keras dan lunak, sedangkan periode perawatannya dilakukan secara periodik yaitu harian, mingguan, bulanan, triwulan, semesteran, tahunan dan insidental.

Kebun tanaman obat herba Baturraden, selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku obat herba (agromedisin) juga sebagai agrowisata dan sumber plasma nutfah. Pembangunan kebun tanaman obat herba Baturraden memiliki beberapa keunggulan yaitu mendapat dukungan baik dunia internasional maupun nasional, mencegah hilangnya spesies lokal akibat beberapa tekanan lingkungan maupun spesies introduksi, berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan perannya sebagai pusat penelitian tanaman obat, dan juga berperan di bidang agribisnis, agroindustri dan agrotourism yang dapat meningkatkan devisa negara dan membuka lapangan pekerjaan.

Berdasarkan analisis dan sintesis diatas maka dapat disimpulkan bahwa Baturraden merupakan kawasan yang tepat untuk dibangun kebun tanaman obat herba dan tanaman obat herba indigenous Banyumas dapat diolah sebagai obat tradisional untuk mewujudkan masyarakat sehat. Adapun saran yang penulis ajukan adalah perlu dibangunnya kebun tanaman obat herba di kawasan Baturraden Banyumas untuk mewujudkan masyarakat sehat dan perlu adanya penelitian mengenai tanaman obat herba lokal baik aspek biologi, ekologi, fitokimia dan pemanfaatannya untuk mengobati beragam penyakit.

Jadwal SemNasBio 2009

JADWAL ACARA SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2009

Peran Biosistematika dalam pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia

Purwokerto, 12 Desember 2009

WAKTU

ACARA

PENANGGUNGJAWAB

07:30–08:30

PENDAFTARAN PESERTA

Kesekretariatan

08:30–09:00

PEMBUKAAN
1. Laporan Ketua Panitia
2. Sambutan dan Pembukaan oleh Rektor UNSOED

Seksi Acara

09:00–09:45

INVITED SPEAKER
Kebijakan pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia
Dr. Ir. HARY SANTOSO
Direktur Konservasi SDA, Derektorat Jenderal PKA DEPHUT RI
Prof. Dr. Retno Widiastuti
09:45–10:00 COFFEE BREAK
10:00–12:00 KEYNOTE SPEAKER
Peran Biosistematika dalam peneglolaan sumberdaya hayati Indonesia
Prof. Dr. YAYUK R. SUHARDJONO
APU Puslit Biologi LIPI
Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Indonesia
Dr.rer.nat. IMAM WIDIONO M.Z.
Fakultas Biologi UNSOED
Konservasi Sumberdaya Hayati Indonesia
Dr. Dra. NOVIAR ANDAYANI, MSc.
Director of WCS Indonesia Programme
Purifikasi Cepat DNA/RNA/Protein dengan Teknik Magnetic Particle Processor dan UV Vis-Spectrofotometer
MUHAMMAD HASAN
PT. Dipa Puspa Labsains Jakarta
Dr.rer.nat. W. Lestari
12:00–13:00 ISHOMA DAN SESI POSTER
Sie Konsumsi
13:00–17:30 PRESENTASI ORAL
Topik 1 Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Indonesia
Topic 2
Konservasi Sumberdaya Hayati Indonesia
Topic 3 Peran Biosistematika Dalam Pengelolaan Sumberdaya Hayati Indonesia
Moderator tiap sesi
17:30- selesai PENUTUPAN Sie Acara

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG I

Peran biosistematika dalam pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Langkah Sembiring, Ph.D (UGM)

No.

Pemakalah

Judul

1

Retno Widiastuti Inventarisation of Nepenthes spp at tangkahan forest area leuser mountain national park north sumatera

2

Christina L. Salaki Exploration of indigenous isolate of bacillus thuringiensis pathogenic to insect pest of cabagge (Crocidolomia binotalis zell)

3

Suryana Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial dan Epifit di Sekitar Kawah Gunung Tangkuban Perahu Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat

4

Tigor Nauli Barcode DNA untuk membedakan spesies

5

RCH. Soesilohadi Lepidopteran Diversity in Kars Ecosystem, Luweng Jomblang, Semanu, Gunung Kidul

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Bayu Adjie (Kebun Raya Bali)

No.

Pemakalah

Judul

1

Langkah Sembiring Strategy For Selective Isolation Of Streptomycetes From Enviromental Samples Is A Basic Tool To Study Its Biodiversity In Natural Habitats

2

Victor Aprilyanto Studi Sistematik Strain Bakteri Pendetoksifikasi Metilmerkuri Yang Diisolasi Dari Sedimen Hulu Sungai Sangon, Kulon Progo, Yogyakarta

3

Juwartina Ida Royani Skrining Primer ISSR Pada Aksesi Temu Putih (Curcuma Zedoaria) Dari Beberapa Daerah Di Indonesia

4

Ariani Hatmanti Karakterisasi dan Analisis Kekerabatan Bakteri Potensial Pendegradasi Minyak dan Poly-Aromatics Hydrocarbon (PAH) dari Perairan Teluk Jakarta

5

Dewi Sartiami Doleschallia spp. (Lepidoptera: Nymphalidae) on Caricature Plant (Graptophyllum pictum) in Indonesia

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Drs. Munawar, M.Si (UNSRI)

No.

Pemakalah

Judul

1

Bayu Adjie Allelic Segregation in Polyploid Plants

2

Ade Sunarma Keragaman Morfometri Induk Gurame (Osphronemus goramy Lac.) Asal Daerah Berbeda di Pulau Jawa

3

Priska Keanekaragaman Kelelawar Di Kawasan Karst Gunung Sewu Dan Kawasan Karst Menoreh Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

4

Oemijati Rachmatsyah Wooly Adelgide (Pineus Boeneri)

5

Tutie Djarwaningsih Jenis – Jenis Flora di Cagar Alam Gunung Tukung Gede Barat, Serang – Banten

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Dra. Suhestri Suryaningsih, M.S (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Munawar Ekspolari Biodiversitas Bakteri Dari Lingkungan Terkontaminasi Hidrokarbon Minyak Bumi

2

Muh. Nadjmi Abulias Pencirian Morfometrik Tiga Macam Ikan Nilem Dari Banyumas Dan Banjarnegara

3

Sumarsono Variasi Struktur Derivat Epidermis pada Familia Cyperaceae dan Poaceae dalam Ordo Poales

4

Suhestri Suryaningsih Keragaman Genetik Ikan Brek (Puntius Orphoides) Di Sugai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa-Tengah

5.

Jefri Permadi Revisi Status Taksonomi Tetraclita squamosa Bruguière, 1789 (Cirripedia:Balanomorpha) Populasi Pantai Selatan Jawa

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG II

Peran biosistematika dalam pengelolaan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Imron, Ph.D (LRPTBPAT, Sukamandi)

No.

Pemakalah

Judul

1

Budi Setyadi Daryono Hubungan Kekerabatan Padi (Oryza spp.) Berdasarkan Kesamaan Sekuens Gen Penyandi Resistensi Terhadap Penyakit Blast (Pib)

2

Arief Rachman Species diversity and morphological characters of echinoidea (sea urchin) at intertidal zone kabupaten gunung kidul

3

Inggit Puji Astuti Distribution of Sarctheca spp. in Indonesia

4

Novia Tri Marfuah Keanekaragaman Arthropoda Tanah di Hutan Tanaman

5

Purwaningsih Keaekaragaman dan sebaran jenis dipterocarpaceae di hutan gambut indonesia

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Budi Setyadi Daryono (UGM)

No.

Pemakalah

Judul

1

Imron Status Taksonomi Populasi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Indonesia Yang Dipisahkan Oleh Garis Wallacea Berdasarkan Marka Molekuler Rapd Dan Pengujian Biologis

2

Sri Hartini Jenis-Jenis Tumbuhan Di Cagar Alam Melampah Alahan Panjang, Sumatera Barat

3

Illa Anggraeni Serangan Rayap Pada Tegakan Jati (Tectona grandis L.F) Di Hutan Penelitian Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten

4

Djoko Hadi Kunarso Kandungan Bakteri Eutrofik Dan Oligotrofik Di Perairan Muara Sungai Mamberamo Dan Laut Pasifik

5

Djuwantoko Keanekaragaman Satwa Liar Di Sungai Mahakam Bagian Tengah Sebagai Daya Tarik Wisata Satwa Liar

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dr. Ir. Noor Farikhah Haneda, MS (IPB)

No.

Pemakalah

Judul

1

Romanus Edi Prabowo Teritip Indonesia

2

Yeti Darmayati Hydrocarbonoclastic Bacteria in the Middle Part of Java Sea

3

Sudarmono Informasi Spesies Baru Piper sp dan Studi Perbanyakan Pada Tumbuhan Hias Sirih (Piper crocatum dan Pipper sp.)

4

Inge Larashati Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Pohon Buah-Buahan Di Hutan Taman Nasional Karimunjawa – Jawa Tengah

5

Tri Retnaningsih Soeprobowati Variabilitas Keanekaragaman Dan Distribusi Vertikal Diatom Danau Rawa Pening

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Drs. Indarmawan, M.S (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Dian Bhagawati Variasi morfologi Cherax quadricarinatus hasil budidaya asal bogor dan purwokerto

2

Tony Febri Qurniawan Keanekaragaman Herpetofauna Gumuk Pasir Yogyakarta

3

Titi Chasanah Keanekaragaman Tanaman Pangan Dan Pemanfaatannya Di Wilayah Purwokerto

4

Rochmatino, Agus Hery Susanto Karakterisasi Molekuler Resistensi Gulma Synedrella Nodiflora Terhadap Herbisida Reflex

5

Sukarsa Keanekaragaman Tumbuhan Lereng Selatan Gunung Slamet Yang Dimanfaatkan Sebagai Pakan Ternak Oleh Masyarakat Desa Hutan Di Wilayah Kabupaten Banyumas

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG III

Pemanfaatan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Dr. Iwan Saskiawan (LIPI-Biologi)

No.

Pemakalah

Judul

1

Nofdianto Pengembangan model “kanal perifiton” skala laboratorium dalam ujicoba pemanfaatan bioakumulasi perifiton sebagai komponen purifikasi, pakan alami, dan sumber bahan alam

2

Tuty Maria Wardiny Pemanfatan tanaman herbal terhadap penampilan ayam buras

3

Winastuti Dwi Atmanto Peran peningkatan kualitas tempat tumbuh dan inokulasi frankia terhadap pertumbuhan semai cemara udang

4

Romaidi Pemanfaatan tumbuhan sebagai penghasil minyak di kabupaten pamekasan madura

5

Hidayat Suryanto Suwoyo Penambahan fermentasi probiotik dengan konsentrasi berbeda pada pemeliharaan udang vaname (litopenaeus vannamei)

Skala laboratorium

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Nofdianto (LIPI-Limnologi)

No.

Pemakalah

Judul

1

Iwan Saskiawan Produksi n-asetilglukosamina melalui fermentasi semi padat kitin oleh aspergillus sp. 501

2

Bambang Widyo Prastowo Stratifikasi Vibrio dan Interaksinya dengan Parameter Fisika Air di Kolom Air Tambak Tradisional dan Semi Intensif yang Diberi Perlakuan Probiotik

3

Bernadetta Octavia Respon simbion penyusun lichens terhadap pencemaran udara

4

Wiji Multi Haryanto Associations between butterflyfishes (teleostei: chaetodontidae) and coral lifeforms in pangandaran beach, west java, indonesia

5

Noor Farikhah Haneda Komposisi dan peranan serangga tanah di lantai hutan

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dra. Gratiana Eka Wijayanti, M.Rep.Sc. Ph.D (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Elfita Eksplorasi Biodiversitas Jamur Endofitik Penghasil Metabolit Sekunder Dari Tumbuhan Obat

2

Wijanarka Penapisan Khamir Inulinolitik Jawa Tengah Dan Pengujian Aktivitas Inulinasenya

3

Esti Munawaroh Penggalian Potensi Piper spp dari Suaka Alam Maninjau Utara – Selatan dan Batang Pangean II sebagai Tanaman Hias dan Obat

4

Sutandar Zainal Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Perairan Mengalir Untuk Budidaya Ikan Kasus Di Saluran Irigasi Tarum Utara Jatiluhur

5

Ariyanti Hartari Pembuatan Flakes Kuartet Mixed Talas Belitung – Kecambah Kacang Hijau – Kecambah Kacang Tolo – Bekatul Sebagai Alternatif Produk Sarapan Untuk Anak Usia Sekolah Dasar

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Dr. Agus Nuryanto (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Hery Winarsi Kajian Sifat Fungsional Tepung Kelapa Varietas Kelapa Dalam Jepara Dan Banyumas, Serta Kemungkinan Pemanfaatannya

2

Untung Soesilo Pertumbuhan Dan Efisiensi Pakan Ikan Patin Yang Dinduksi Dengan Siklus Pemuasaan Secara Periodik Pada Skala Laboratorium

3

Carmudi/Endang Widyastuti Komunitas Mikroalga Planktonik Sebagai Biomonitoring Perairan Sungai Polaga Kabupaten Pemalang

4

Trisnowati B. Ambarningrum Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium Lobatum Benth.) : Aktivitasnya Sebagai Anti Makan Serta Pengaruhnya Terhadap Indeks Nutrisi Larva Crocidolomia Binotalis Zeller

5

Juwarno Respon Fisiologis dan Anatomis Tanaman Kedelai Varietas Slamet Akibat Pemberian Pupuk Cair Bionutrient

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG IV

Pemanfaatan sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Dr. Dra. Tati Rostiwati, M.Si (Pusat Litbang Hutan Tanaman, DEPHUT)

No.

Pemakalah

Judul

1

Zalinar Udin Studi potensi esktrak Brucea javanica sebagai bioaktif antikanker payudara

2

Sri Rahayu Ningtyas Potensi kerang hijau (perna viridis) di perairan jepara jawa tengah ditinjau distribusi sebaran dan pertumbuhan alami

3

Rasidi Kajian potensi sumberdaya Ikan Bada (Rasbora argyrotaenia) di Danau Maninjau

4

Emma Sri Kuncari Kandungan kimia empat jenis tumbuhan suku Simaroubaceae (Ailanthus integrifolia lam. Ex. Steud., Brucea javanica (l.) Merr., Irvingia malayana Oliver ex a. Benn. dan Quassia indica (Gaertn.) Noot.) Dari Kalimantan Timur

5

Sutandar Zainal Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Perairan Mengalir untuk Budidaya Ikan Kasus di Saluran Irigasi Tarum Utara Jatiluhur

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Zalinar Udin (LIPI-Kimia)

No.

Pemakalah

Judul

1

Tati Rostiawati Analisis fitokimia dan toksisitas bagian pohon gemor (notaphoebe coriacea (koesterm.) Koesterm. Sebagai bahan baku bio-insektisida

2

3

Suhartono Metode genetik programing dan l-system untuk merepresentasikan pengaruh lingkungan pada visualisasi pertumbuhan

4

Diah Rachmawati Pengaruh lama penyimpanan dan giberelin terhadap perkecambahan dan pertumbuhan semai padi (oryza sativa l. Var. Ciherang)

5

Widhianto Tricahyadi Upaya pemanfaatan lumut marchantia sp. sebagai sabun herbal antiseptik

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dr. Dwi Nugroho Wibowo (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Rostaman Interaksi Antara Serangga Diptera Dengan Jamur Pada Sistem Budidaya Jamur Tiram

2

Tri Ratna Nastiti Uji Efek Antihipertensi, Antidiabetes, Dan Antihiperlipidemia Minuman Penyegar Dari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi, L.)

3

Nurhidayat Peran Biofilter Dalam Sistem Resirkulasi Untuk Pembesaran Benih Gurame Albino (Osphoremus gourame)

4

Adang Saputra Kajian Potensi Perairan Danau Beratan, Di Kabupaten Tabanan Untuk Budidaya Perikanan: Aspek Kimia Dan Fisika

5

Trimurti Artama Uji Organolepik Dan Proksimat Terhadap Biskuit Terbuat Dari Campuran Tepung Ubi Jalar, Terigu Yang Diperkaya Tepung Ikan Lemuru (Sardinella Longiceps)

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Dr. Rostaman (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Diana Retna USR Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Untuk Produksi Ephipium Daphnia (Daphnia Sp)

2

Iman Budisantoso Pemberian Kolkisin Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai

3

Hesti Ratnawati/Juni Safitri Pemanfaatan Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga) Sebagai Fungisida Nabati Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Tomat

4

Hery Pratiknyo Evaluasi Prosesing Madu Menuju Mutu Madu sesuai SII 0156-77 pada Peternak Lebah Madu Apis Cerana

di Kabupaten Banyumas

5

Tata Brata Suparyana Pengujian Empat Fraksi Ekstraktif Batang Eboni dan Identifikasi Bioaktifnya Sebagai Bahan Aktif Anti Rayap Alami

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG V

Konservasi sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Dr. rer.nat. M. Husein Sastranegara, M.S (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Agung Budihardjo Eel ladder sebagai jalur migrasi Sidat (Anguilla bicolor bicolor) melewati dam

2

Iwan Hilwan Studi keanekaragaman jenis vegetasi pada lahan bekas tambang timah di kabupaten belitung, provinsi kepulauan Bangka-Belitung

3

Frensly D. Hukom Sumberdaya ikan karang perairan Maumere di kabupaten Sikka, Nusa Tengggara Timur

4

Sofi Mursidawati Kultur tunas pucuk anggrek endemik terancam punah Cymbidium hartinahianum J.B. Comb & R.E. Nas.

5

Yupi Isanini Induksi kecepatan perkecambahan biji Diospyros macrophylla blume melalui perendaman ga3 dan air

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Drs. Agung Budihardjo, M.Si (UNS)

No.

Pemakalah

Judul

1

Karyadi Baskoro Semarang Bird Web: Basis Data Digital Keragaman Burung Kawasan Semarang

2

Wartono Hadie Moluska : Kebutuhan Habitat, Ancaman, Dan Konservasi

3

Teddy Triandiza Pemijahan Buatan Dan Pemeliharaan Larva Kima (Tridacna spp.) Skala Laboratorium Di UPT Loka Konservasi Biota Laut Tual Maluku Tenggara

4

Marojahan Simanjuntak Pengaruh Arlindo Terhadap Zat Hara Di Perairan Flores, Nusa Tenggara Timur

5

M. Ali S Upaya Perlindungan Kerang Geloina erosa Melalui Pengaturan Ukuran dan Waktu Pemanenan di Kawasan Mangrove Pesisir Barat Kabupaten Aceh Besar

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Dr. rer.nat. Erwin Riyanto Ardli (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Prof. Drs. Soeminto, SU Produksi Nilem ♀ (Osteochilus hasselty Cv)
Sebagai Penghasil Kaviar Melalui Ginogenesis dan Induksi Hormon

2

Edi Dwi Atmaja Kondisi Habitat Macan (Panthera pardus) di Lereng Selatan Merapi

3

Achmad Munadjat Diversitas Umur Tikus Sawah (Rattus argentiventer Robb. & Kloss) di Ekosistem Persawahan

4

Usdiyanto Struktur Komunitas Mikroalga Epifitik pada Sambung Rambat (Mikania micrantha H.B.K.) sebagai Bioindikator di Sungai Banjaran Kabupaten Banyumas

5

Slamet Risyanto Biologi Ikan Uceng (Nemachilus fasciatus C.V.) Di Sungai Banjaran Kabupaten Banyumas

SESI IV (16:30 – 17:30)

Moderator: Drs. Iman Budisantoso, M.P (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

Erwin Riyanto Ardli Analisis spasial suksesi mangrove di area tanah timbul segara anakan cilacap

2

Kamsinah Pengaruh kompisisi media aklimatisasi dan interval pemberian pupuk terhadap pertumbuhan bibit anggrek Cattleya

3

Rondang Lestari Pengaruh kompisisi media aklimatisasi dan interval pemberian pupuk terhadap pertumbuhan bibit anggrek Cattleya

4

Diah Murti Ningsih Kekayaan dan Kelimpahan Ikan di Bagian Hilir Sungai Serayu

5

Farida Nur Rachmawati Hubungan Antara Bobot Tubuh dan Gonado Somatic Index (GSI) Ikan Sidat, Anguilla Bicolor Mcclelland, yang Tertangkap di Perairan Segara Anakan Cilacap, Jawa Tengah

JADWAL PRESENTASI PEMAKALAH

RUANG SIDANG VI

Konservasi sumberdaya hayati Indonesia

SESI I (13:00 – 14:00)

Moderator: Ir. Wahyu Budi Setyawan, MT (Puslit Oseanografi-LIPI)

No.

Pemakalah

Judul

1

Samanhudi Pelestarian plasma nutfah tanaman pule pandak (Rauvolfia serpentina Benth.) Melalui perbaikan Teknik budidaya

2

Petrus Izak Bumbut Ekowisata berbasis penyu (turtle based ecotourism) di pesisir pantai utara manokwari

3

Alice Yuniati Variasi karakter fisiologi dua puluh genotip kedelai sebagai respon terhadap kondisi kering

4

Carolina Penurunan keanekaragaman hayati : sebuah konsekuensi dari perubahan ekosistem pesawahan menjadi perikanan

5

Edward Pemantauan beberapa sifat fisik dan kimia air laut di perairan selat bangka

SESI II (14:00 – 15:00)

Moderator: Dr. Samanhudi (UNS)

No.

Pemakalah

Judul

1

Sumanto Perbanyakan dan fenologi perkecambahan palem marquesas (Pelagodoxa henryana becc.)

2

Wahyu Budi Setyawan Mangrove dan perikanan tambak di wilayah pesisir: Studi kasus di wilayah pesisir losari (Cirebon) dan Serang (Banten)

3

Singgih Tri Wardana Artocarpus spp. in East Sumatera

4

Doni Setiawan Studi komunitas moluska di perairan sungai Lematang kabupaten Lahat

5

Sarno Konservasi bakau (Rhizophora apiculata):

Studi kasus pengelolaan bakau di Sungai Asam, inhil, Riau

SESI III (15:30 – 16:30)

Moderator: Romanus Edy Prabowo, Ph.D (Unsoed)

No.

Pemakalah

Judul

1

M. Hari Subarkah Adaptasi Pola Perilaku Lutung Jawa (Trachypithecus auratus auratus)Pada Kawasan Pemanfaatan Intensif

2

Riskan Effendi Pengaruh Naungan Terhadap Pertumbuhan Eboni Di Cikampek, Jawa Barat

3

T. Bagus Putra Prakarsa Kelelawar Pedan Jawa (Nycteris javanica): Endemik Jawa Yang Terancam Studi Kawasan Karst Tuban Jawa Timur

4

Giyarto Aktivitas Harian Dan Penggunaan Home Range Oleh Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra) Di Cagar Alam Tangkoko-Batuangus, Sulawesi Utara

5

Edy Yani Kajian Zonasi Vegetasi Mangrove Di Area Tanah Timbul Segara Anakan Cilacap

Daftar Pemakalah POSTER SemNasBio 2009

Berikut ini adalah daftar pemakalah yang diterima untuk PRESENTASI POSTER | klik disini untuk PRESENTASI ORAL. Para pemakalah diharapakan untuk mengirimkan (upload) full paper di halaman upload makalah sampai dengan tanggal 26 November 2009 jam 24:00.

Topik 1. PEMANFAATAN SUMBERDAYA ALAM HAYATI INDONESIA

NO NAMA JUDUL PRESENTASI
1. Ariani Hatmanti Pengaruh Penambahan Pupuk terhadap Penghilangan Komponen Minyak di dalam Sistem Sumur Eksperimen Tumpahan Minyak di Pulau Pari
2. Ariyanti Hartari Ekstraksi Komponen Flavonoid, Alkaloid dan Tanin Melalui Teknik Fermentasi Daun Sirih Merah
3. Ary Susatyo Nugroho Pemanfaatan Ekosistem Rawa Pening oleh Masyarakat Setempat
4. Deden Mudiana Tempat Tumbuh dan Pemanfaatan Dracontomelon Dao (Blanco) Merr & Rolfe di Dusun Blidit
5. Destario Metusala Pemanfaatan Tumbuhan Lokal sebagai Pestisida Nabati oleh Masyarakat di Sekitar Gunung Egon, Flores, Nusa Tenggara Timur
6. Diah Sulistiarini Pemanfaatan Tumbuhan oleh Masyarakat Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Serang – Banten
7. Dyah Supriyati Aktivitas Anti Bakteri dan Kandungan Fluor dari Larutan Fermentasi Daun Sirih
8. Dyah Supriyati Produksi Phb dari Bakteri Laut Microbacterium xylanilyticum L6 pada Media dengan Sumber Karbon Sukrosa,Glukosa dan Na.Asetat
9. Esti Endah Ariyanti Jenis-Jenis Polong-Polongan yang Dimanfaatkan oleh Masyarakat Dusun Blidit
10. Esti Endah Ariyanti Pemanfaatan Tumbuhan oleh Masyarakat Desa Komara
11. Ruddy Polosakan Habitat Pandanaceae di Gunung Ambang Taman Nasional Boganinani Wartabone dan Pemanfaatan oleh Masyarakat Sekitarnya
12. Saefudin Sistem Pertanian Organik di Bawah Tegakan Untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan Hutan Produksi Berkelanjutan
13. Samanhudi Kajian Penggunaan Mikroorganisme Lokal dan Umur Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) dengan Metode System of Rice Intensification (Sri)
14. Sudarmono Menggali Potensi Biofarmaka pada Scutellaria slametensis (Lamiaceae)
15. Tri Ratna Nastiti Pembuatan Minuman Penyegar dari Buah Belimbing Buluh (Averrhoa bilimbi, L.)
16. Wardah Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat pada Masyarakat Buru Utara Barat, di Kecamatan Air Buaya, Kab. Buru, Maluku
17. Widianingsih Pertumbuhan Populasi Cyanophyceae (Spirulina platensis dan Oscillatoria sp) pada Media Kultur yang Berbeda
18. Yeti Darmayati Growth Condition and Oil Degrading Capability Evaluation on Marine Hydrocarbonoclastic Bacteria from Jakarta Bay

Topik 2. KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM HAYATI INDONESIA

NO NAMA JUDUL PRESENTASI
1. Destario Metusala Vanda spp. (Orchidaceae) Endemik Sulawesi dan Status Konservasinya
2. Dina Muthmainnah Pakan Alami Ikan Parang-Parang (Chirocentrus dorab), Bawal (Monodactylus argenteus) dan Gulamah (Johnius Trachycephalus) di Perairan Estuaria Musi Sumatera Selatan
3. Djamhuriyah S. Said Kemampuan Adaptasi dan Pertumbuhan Ikan Bada (Rasbora argyrotaenia) pada Suhu Media Pemeliharaan Berbeda
4. Frensly .D. Hukom

Endah Wanti Hastuti

Studi Aspek Reproduksi dan Kebiasaan Makan Ikan Tunisi (Pristipomoides filamentosus, Valenciennes 1830) di Perairan Pulau Derawan , Kalimantan Timur
5. Hary Wawangningrum Trevesia and Its Conservation in Bogor Botanic Gardens
6. Hary Wawangningrum Coelogyne spp. dan Cymbidium spp. di Cagar Alam Gunung Sago, Sumatera Barat
7. Inge Larashati Studi Ekologi Pandanaceae di Hutan Rawa Gambut Kalimantan Tengah
8. Iwan Hilwan Struktur dan Komposisi Jenis Vegetasi Hutan Pegunungan Bawah Gunung Salak, Provinsi Jawa Barat
9. Juwartina Ida Royani Pengaruh Media Aklimatisasi pada Umbi Keladi Tikus (Thyponium flagelliform L. Blume) Hasil Perbanyakan secara In Vitro
10. Khozanah Munawir Residu Pestisida dalam Air dan Sedimen di Perairan Sekitar Pulau Ternate
11. M.D. Marasabessy Pengamatan Kadar Oksigen Terlarut di Perairan Teluk Ambon, Maluku Tengah
12. M.D. Marasabessy Pengamatan Kandungan Logam Berat di Perairan Sulawesi Utara
13. Niam Muflikhah Komunitas Plankton di Danau Laut Tawar Takengon Kabupaten Aceh Tengah Nangroe Aceh Darussalam
14. Niam Muflikhah Distribusi Ikan dan Karakteristik Habitat Sungai Kapuas Kalimantan Barat
15. Purwaningsih Rehabilitasi Lahan Kritis di Taman Nasional Gunung Ciremai Jawa Barat
16. Razali Yusuf Dinamika Populasi Pohon Di Kawasan Hutan Dataran Rendah Ketambe, Aceh Tenggara
17. Rony Irawanto Studi Viabilitas dan Perkecambahan Biji Terpilih Koleksi Biji Kebun Raya Purwodadi
18. Rony Irawanto Perkecambahan dan Fenologi Tanaman Potensi Buah Koleksi Kebun Raya Purwodadi
19. Rony Irawanto Pengaruh Media Tanam dan Kedalaman Penanaman Pada Perkecambahan Biji Gaharu (Gyrinops decipiens Ding Hou)
20. Saefudin Perbanyakan Tiga Jenis Bambu Dengan Stek Batang
21. Sarno Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove pada Berbagai Ekologi Lahan
22. Siti Subandiyah Pengamatan Gonad Ikan Tilan Merah (Mastacembelus erytrotaenia) di Perairan Pasang Surut Sumatera Selatan
23. Tumpak Sidabutar Kondisi Fitoplankton di Perairan Pulau Pari pada Musim Barat dan Peralihan
24. Ulfi Faizah Marka Genetik Asam Amino Spesifik Daerah Cytochrome B Parsial pada Harimau Sumatera
25. Wardah Konservasi Pemanfaatan dan Pengelolaan Tumbuhan Pada Warga Kasepuhan di Ciptagelar Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Topik 3. BIOSISTEMATIKA (KLASIK DAN MODERN) KAITANNYA DENGAN USAHA PEMANFAATAN DAN KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM HAYATI INDONESIA

NO NAMA JUDUL PRESENTASI
1. Aniek Prasetyaningsih Identifikasi dan Klasifikasi Berbagai Kultivar Pisang Koja (Musa paradisiaca L Var Sapientum)
2. Comsum-Hadi Species Diversity of Fish in Ngingrong Cavegunungsewu Karst Area, Yogyakarta
3. Deden Mudiana Syzygium pycnanthum Merr. & L.M. Perry Koleksi Kebun Raya Purwodadi
4. Destario Metusala Keragaan Fenotipe Bunga Anggrek Vanda limbata Bl dari Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur
5. Djoko Hadi Kunarso Kualitas Perairan di Selat Makassar Ditinjau dari Aspek Bakteriologikal
6. Illa Anggraeni Serangan Ulat Kantong dan Penyakit Karat Tumor Pada Sengon (Falcataria mollucana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) di Hutan Rakyat
7. Muhamad Badjoeri Kelimpahan Bakteri Penghasil Senyawa Toksik di Sedimen Tambak Udang Semi Intensif
8. Nova Mujiono Siput Ampullariidae : antara Hewan Introduksi dan Asli Indonesia (Gastropoda : Mesogastropoda)
9. Petrus R. Pong-Pasak Diversitas Plankton pada Kawasan Pengembangan Keramba Jaring Apung di Perairan Tanjung Putus, Lampung Selatan, Propinsi Lampung
10. Razali Yusuf Analisis Vegetasi Hutan Sekitar Legonlele di Kawasan Pulau Karimunjawa, Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah
11. Rostaman Mengungkap Pembentukan Puru Daun pada Tanaman Cendana
12. Ruddy-Polosakan Analisa Vegetasi Jenis Pohon pada Kawasan Cagar Alam Dungus Iwul Di Jasinga, Kabupaten Bogor
13. Safran Makmur Keanekaragaman Jenis Ikan di Danau Ranau
14. Siti Khotimah Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Resisten terhadap Merkuri yang Diisolasi dari Daerah Bekas Penambangan Emas Tradisional (PETI) di Kalimantan Barat
15. Siti Sunarti Keanekaragaman Jenis Syzygium di Taman Nasional Ujung Kulon, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten
16. Sri Hartini Flora Berpotensi di Kebun Raya Baru Samosir, Sumatera Utara
17. Sudarmono Identifikasi Suatu Spesies Baru Melalui Variasi Genetik: Studi Kasus pada Populasi Scutellaria slametensis Sp. Nov. (Lamiaceae) Di Gunung Slamet, Jawa Tengah
18. Syahroma Husni Nasution Sumber Daya Ikan Danau Towuti, Sulawesi Selatan
19. Syarifah Nurdawati Jenis-Jenis Ikan Hias di Rawa Banjiran Sungai Kumpeh Jambi dan Kontribusinya Bagi Pendapatan Nelayan
20. Syarifah Nurdawati Genus Ostechillus, sebagai Jenis Ikan yang Dominan Tertangkap di Perairan Umum Daratan
21. Tutie Djawarningsih Jenis – Jenis Flora di Cagar Alam Gunung Tukung Gede Barat, Serang – Banten
22. Widhianto-Tricahyadi Keanekaragaman Lumut Kelas Hepaticopsida di Alas Ngipeng Tuban
23. Yuni Puji Astuti Profil Parameter Fisika, Kimia dan Biologi di Sedimen Tambak Sistem Intensif

Daftar Pemakalah ORAL SemNasBio 2009

Berikut ini adalah daftar pemakalah yang diterima untuk PRESENTASI ORAL | klik disini untuk PRESENTASI POSTER. Para pemakalah diharapakan untuk mengirimkan (upload) full paper di halaman upload makalah sampai dengan tanggal 26 November 2009 jam 24:00.

Topik 1. PEMANFAATAN SUMBERDAYA ALAM HAYATI INDONESIA

NO NAMA JUDUL PRESENTASI
1. Adang Saputra Kajian Potensi Perairan Danau Beratan, di Kabupaten Tabanan untuk Budidaya Perikanan: Aspek Kimia dan Fisika
2. Ariyanti-Hartari Pembuatan Flakes Kuartet Mixed Talas Belitung – Kecambah Kacang Hijau – Kecambah Kacang Tolo – Bekatul sebagai Alternatif Produk Sarapan untuk Anak Usia Sekolah Dasar
3. Bambang Widyo Prastowo Stratifikasi Vibrio dan Interaksinya dengan Parameter Fisika Air di Kolom Air Tambak Tradisional dan Semi Intensif yang Diberi Perlakuan Probiotik
4. Bernadetta Octavia Respon Simbion Penyusun Lichens terhadap Pencemaran Udara
5. Diah Rachmawati Pengaruh Lama Penyimpanan dan Giberelin terhadap Perkecambahan dan Pertumbuhan Semai Padi (Oryza sativa L. Var. Ciherang)
6. Elfita Eksplorasi Biodiversitas Jamur Endofitik Penghasil Metabolit Sekunder dari Tumbuhan Obat
7. Emma Sri Kuncari Kandungan Kimia Empat Jenis Tumbuhan Suku Simaroubaceae (Ailanthus integrifolia Lam. Ex. Steud., Brucea javanica (L.) Merr., Irvingia malayana Oliver Ex A. Benn. Dan Quassia Indica (Gaertn.) Noot.) Dari Kalimantan Timur
8. Esti Munawaroh Penggalian Potensi Piper spp dari Suaka Alam Maninjau Utara – Selatan dan Batang Pangean Ii sebagai Tanaman Hias dan Obat
9. Hery Pratiknyo Evaluasi Prosesing Madu Menuju Mutu Madu Sesuai Sii 0156-77 Pada Peternak Lebah Madu Apis cerana di Kabupaten Banyumas
10. Hesti Ratnawati Pemanfaatan Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) sebagai Fungisida Nabati untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat
11. Hidayat Suryanto Suwoyo Penambahan Fermentasi Probiotik dengan Konsentrasi Berbeda pada Pemeliharaan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Skala Laboratorium
12. Iwan Saskiawan Produksi N-Asetilglukosamina melalui Fermentasi Semi Padat Kitin Oleh Aspergillus sp.501
13. Juwarno Respon Fisiologis dan Anatomis Tanaman Kedelai Varietas Slamet Akibat Pemberian Pupuk Cair Bionutrient
14. Nanda Utami Tumbuhan Eksotik dari Lombok dan Manfaatnya
15. Nofdianto Pengembangan Model “Kanal Perifiton” Skala Laboratorium dalam Ujicoba Pemanfaatan Bioakumulasi Perifiton Sebagai Komponen Purifikasi, Pakan Alami, Dan Sumber Bahan Alam
16. Noor Farikhah Haneda Komposisi dan Peranan Serangga Tanah di Lantai Hutan
17. Nurhidayat Peran Biofilter dalam Sistem Resirkulasi untuk Pembesaran Benih Gurame Albino (Osphoremus gourame)
18. Rasidi Kajian Potensi Sumberdaya Ikan Bada (Rasbora Argyrotaenia) di Danau Maninjau
19. Romaidi Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Penghasil Minyak di Kabupaten Pamekasan Madura
20. Rostaman Peranan Serangga Diptera pada Budidaya Jamur Tiram
21. Siti Susiarti Pandan (Pandanus spp.) yang Berpotensi sebagai Tanaman Hias
22. Sri Rahayu Ningtyas Potensi Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Jepara Jawa Tengah Ditinjau Distribusi Sebaran dan Pertumbuhan Alami
23. Suhartono Metode Genetik Programing dan L-System untuk Merepresentasikan Pengaruh Lingkungan pada Visualisasi Pertumbuhan
24. Sutandar Zainal Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Perairan Mengalir untuk Budidaya Ikan Kasus di Saluran Irigasi Tarum Utara Jatiluhur
25. Tati Rostiwati Analisis Fitokimia dan Toksisitas Bagian Pohon Gemor (Notaphoebe coriacea (Koesterm.) Koesterm sebagai Bahan Baku Bio-Insektisida
26. Tri Ratna Nastiti Uji Efek Antihipertensi, Antidiabetes, dan Antihiperlipidemia Minuman Penyegar dari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi, L.)
27. Trimurti Artama Uji Organolepik dan Proksimat Terhadap Biskuit Terbuat dari Campuran Tepung Ubi Jalar, Terigu yang Diperkaya Tepung Ikan Lemuru (Sardinella longiceps)
28. Tuty Maria Wardiny Pemanfatan Tanaman Herbal terhadap Penampilan Ayam Buras
29. Widhianto Tricahyadi Upaya Pemanfaatan Lumut Marchantia sp. sebagai Sabun Herbal Antiseptik
30. Wijanarka Penapisan Khamir Inulinolitik Jawa Tengah dan Pengujian Aktivitas Inulinasenya
31. Wiji Multi Haryanto Associations Between Butterflyfishes (Teleostei: Chaetodontidae) and Coral Lifeforms in Pangandaran Beach, West Java, Indonesia
32. Winastuti Dwi Atmanto Peran Peningkatan Kualitas Tempat Tumbuh san Inokulasi Frankia terhadap Pertumbuhan Semai Cemara Udang
33. Zalinar Udin Studi Potensi Ekstrak Brucea javanica sebagai Bioaktif Antikanker Payudara

Topik 2. KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM HAYATI INDONESIA

NO NAMA JUDUL PRESENTASI
1. Agung Budiharjo Eel Ladder Sebagai Jalur Migrasi Sidat (Anguilla Bicolor Bicolor) Melewati Dam
2. Ahmad Munadjat Diversitas Umur Tikus Sawah Rattus argentiventer Robb. & Kloss di Ekosistem Persawahan
3. Alice Yuniaty Variasi Karakter Fisiologi Dua Puluh Genotip Kedelai sebagai Respon terhadap Kondisi Kering
4. Carolina Penurunan Keanekaragaman Hayati : Sebuah Konsekuensi dari Perubahan Ekosistem Pesawahan Menjadi Perikanan
5. Doni Setiawan Studi Komunitas Moluska di Perairan Sungai Lematang Kabupaten Lahat
6. Drs. Sarno, Msi Konservasi Bakau (Rhizophora apiculata): Studi Kasus Pengelolaan Bakau di Sungai Asam, Inhil, Riau
7. Edi Dwi Atmaja Kondisi Habitat Macan Tutul (Panthera Pardus)di Lereng Selatan Merapi
8. Edward Pemantauan Beberapa Sifat Fisik dan Kimia Air Laut di Perairan Selat Bangka
9. Frensly D Hukom Sumberdaya Ikan Karang Perairan Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tengggara Timur (NTT)
10. Giyarto Aktivitas Harian dan Penggunaan Home Range oleh Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra) di Cagar Alam Tangkoko-Batuangus, Sulawesi Utara
11. Iwan Hilwan Studi Keanekaragaman Jenis Vegetasi Pada Lahan Bekas Tambang Timah di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung
12. Karyadi Baskoro Semarang Bird Web: Basis Data Digital Keragaman Burung Kawasan Semarang
13. M. Ali S Upaya Perlindungan Kerang Geloina erosa Melalui Pengaturan Ukuran dan Waktu Pemanenan di Kawasan Mangrove Pesisir Barat Kabupaten Aceh Besar
14. M. Hari Subarkah Adaptasi Pola Perilaku Lutung Jawa (Trachypithecus auratus auratus)pada Kawasan Pemanfaatan Intensif
15. Marojahan Simanjuntak Pengaruh Arlindo Terhadap Zat Hara di Perairan Flores, Nusa Tenggara Timur.
16. Petrus Izak Bumbut Ekowisata Berbasis Penyu (Turtle Based Ecotourism) di Pesisir Pantai Utara Manokwari
17. Riskan Effendi Pengaruh Naungan terhadap Pertumbuhan Eboni di Cikampek, Jawa Barat
18. Samanhudi Pelestarian Plasma Nutfah Tanaman Pule Pandak (Rauvolfia serpentina Benth.) Melalui Perbaikan Teknik Budidaya
19. Singgih Tri Wardana Artocarpus spp. in East Sumatera
20. Sofi Mursidawati Kultur Tunas Pucuk Anggrek Endemik Terancam Punah Cymbidium Hartinahianum J.B. Comb & R.E Nas.
21. Sudewi Struktur Komunitas Plankton Pada Inlet dan Outlet Kegiatan Budidaya di Bbrpbl Gondol-Bali
22. Sumanto Perbanyakan dan Fenologi Perkecambahan Palem Marquesas (Pelagodoxa Henryana Becc.)
23. Tatag Bagus Putra P Kelelawar Pedan Jawa (Nycteris javanica): Endemik Jawa yang Terancam Studi Kawasan Karst Tuban Jawa Timur
24. Teddy Triandiza Pemijahan Buatan dan Pemeliharaan Larva Kima (Tridacna spp.) Skala Laboratorium di Upt Loka Konservasi Biota Laut Tual Maluku Tenggara1)
25. Wahyu Budi Setyawan Mangrove dan Perikanan Tambak di Wilayah Pesisir: Studi Kasus di Wilayah Pesisir Losari (Cirebon) dan Sereng (Banten)
26. Wartono Hadie Moluska : Kebutuhan Habitat, Ancaman, dan Konservasi
27. Yupi Isnaini
Dodo
Induksi Kecepatan Perkecambahan Biji Diospyros Macrophylla Blume Melalui Perendaman Ga3 dan Air

Topik 3. BIOSISTEMATIKA (KLASIK DAN MODERN) KAITANNYA DENGAN USAHA PEMANFAATAN DAN KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM HAYATI INDONESIA

NO NAMA JUDUL PRESENTASI
1. A. Sunarma Keragaman Morfometri Induk Gurame (Osphronemus goramy Lac.) Asal Daerah Berbeda di Pulau Jawa
2. Arianti Hatmanti Karakterisasi dan Analisis Kekerabatan Bakteri Potensial Pendegradasi Minyak dan Poly-Aromatics Hydrocarbon (PAH) dari Perairan Teluk Jakarta
3. Arief Rachman Species Diversity and Morphological Characters of Echinoidea (Sea Urchin) at Intertidal Zone Kabupaten Gunung Kidul
4. Bayu Adjie Allelic Segregation in Polyploid Plants
5. Budi Irawan Studi Hibrid Stachytarpheta spp. (Verbenaceae) Berdasarkan Karakter Morfologi di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Subang Jawa Barat
6. Budi Setiadi Daryono Hubungan Kekerabatan Padi (Oryza spp.) Berdasarkan Kesamaan Sekuens Gen Penyandi Resistensi Terhadap Penyakit Blast (Pib)
7. Christina L. Salaki Exploration of Indigenous Isolate of Bacillus thuringiensis Pathogenic to Insect Pest of Cabagge (Crocidolomia binotalis Zell)
8. Dewi Sartiami Doleschallia spp. (Lepidoptera: Nymphalidae) on Caricature Plant (Graptophyllum pictum) in Indonesia
9. Djoko Hadi Kunarso Kandungan Bakteri Eutrafik dan Oligotrofik di Perairan Muara Sungai Mamberamo dan Laut Pasifik
10. Djuwantoko Keanekaragaman satwa liar di Sungai Mahakam bagian tengah sebagai daya tarik wisata satwa liar
11. Harsini, S. Variasi tipe stele dan peranannya dalam sistematik tumbuhan paku familia denstaedtiaceae dan polypodiaceae
12. Hasni Ruslan Komposisi dan Peranan Serangga Tanah di Lantai Hutan
13. Illa Anggraeni Serangan Rayap pada Tegakan Jati (Tectona grandis L.f) di Hutan Penelitian Sobang Kabupaten Pandeglang, Banten
14. Imron Status Taksonomi Populasi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Indonesia yang Dipisahkan oleh Garis Wallacea Berdasarkan Marka Molekuler RAPD dan Pengujian Biologis
15. Inge Larashati Tumbuhan yang berpotensi sebagai pohon buah-buahan di hutan Taman Nasional Karimunjawa – Jawa Tengah
16. INGGIT PUJI Astuti Distribution of Sarctheca spp. In Indonesia
17. Jefri Permadi Revisi Status Taksonomi Tetraclita squamosa Bruguière, 1789 (Cirripedia:Balanomorpha) Populasi Pantai Selatan Jawa
18. Juwartina Ida Royani Srining Primer ISSR Pada Aksesi Temu Putih (Curcuma zedoaria) dari Beberapa Daerah di Indonesia
19. Langkah Sembiring, Strategy for selective isolation of streptomycetes from enviromental samples is a basic tool to study its biodiversity in natural habitats
20. Munawar Ekspolari Biodiversitas Bakteri dari Lingkungan Terkontaminasi Hidrokarbon Minyak Bumi
21. Novia Tri Marfuah Keanekaragaman Arthropoda Tanah di Hutan Tanaman
22. Oemijati Rachmatsjah Wooly adelgide (Pineus boeneri)
23. Priska Keanekaragaman kelelawar di kawasan karst gunung sewu dan kawasan karst menoreh wilayah daerah istimewa yogyakarta
24. Purwaningsih Keanekaragaman dan Sebaran Jenis Dipterocarpaceae di Hutan Gambut Indonesia
25. RCH. Soesilohadi Lepidopteran Diversity in Kars Ecosystem, Luweng Jomblang, Semanu, Gunung Kidul
26. Retno Hartati Sea cucumbers of Karimunjawa Island- Jepara
27. Retno Widhiastuti Inventarisasi Nepenthes spp. di Kawasan Hutan Tangkahan Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara
28. Sri Hartini Jenis-Jenis Tumbuhan di Cagar Alam Melampah Alahan Panjang, Sumatera Barat
29. Sudarmono Informasi Spesies Baru Piper sp dan Studi Perbanyakan pada Tumbuhan Hias Sirih (Piper crocatum dan P. Sp.)
30. Sumarsono Variasi struktur derivate epidermis pada Fam. Ceperaceae dan Fam. Poaceae dalam Ordo Poales
31. Suryana Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial dan Epifit di Sekitar Kawah Gunung Tangkuban perahukabupaten Bandung Barat Jawa Barat
32. Tigor Nauli Barcode DNA untuk Membedakan Species
33. Titi Chasanah Keanekaragaman Tanaman Pangan dan Pemanfaatannya di Wilayah Purwokerto
34. Tony Febri Qurniawan Keanekaragaman herpetofauna gumuk pasir yogyakarta
35. Tri Retnaningsih Soeprobowati Variabilitas keanekaragaman dan distribusi vertikal diatom danau rawa pening
36. Victor Aprilyanto Studi Sistematik Strain Bakteri Pendetoksifikasi Metilmerkuri yang Diisolasi dari Sedimen Hulu Sungai Sangon, Kulon Progo, Yogyakarta
37. Yeti Darmayati Hydrocarbonoclastic Bacteria in the middle part of Java Sea

Post Graduate Scholarship for Biotechnology Research in Osaka University

Willing to continue your study in Japan? Great!! I have information which relevant for everyone interested in Biotechnology. This program encompasses both master and doctor courses.

You don’t have to worry if you haven’t completed your bachelor degree yet.  Especially for 4th grade students, please make sure you can complete your study by September 30, 2010.

Hopefully, it can push you to study harder and prepare everything needed. Well, for further information, please site it.!

You can also share your  information here.

Pendaftaran SemNasBio 2009 Diperpanjang

Pendaftaran Seminar Nasional Biologi 2009 diperpanjang hingga 16 November 2009

Klik http://fabiokita-unsoed.or.id/agenda/registrasi-semnas/ untuk pendaftaran online.
Klik http://fabiokita-unsoed.or.id/2009/09/01/semnas-upload-makalah/ untuk upload abstrak dan makalah.

Info lebih lanjut klik http://fabiokita-unsoed.or.id/2009/06/19/semnasbio2009/

Salam,
Panitia SemNasBio 2009
FaBio UNSOED

Kantin baru fabioQta

Kantin fabioQta

Kantin fabioQta

Nah ini dia tampak depan full face kantin baru Fakultas Biologi Unsoed dilihat dari halaman parkir sebelah utara kampus fabioQta tercinta. Seluruhnya ada 6 kios; yang paling kiri adalah kios fotocopy dan penjilidan; di sebelahnya ada kios ayam goreng tepung, siomay, dan aneka makanan lainnya yang menghuni 2 kios; kios ke-4 dari kiri adalah kios nasi rames; di sebelahnya lagi ada kios Bu Slamet yang sebelumnya membuka warung dibelakang kantin baru ini, masih dengan menu yang sama, gorengan, nasi rames, pecel dan soto; kios terakhir yang paling kanan adalah milik Fakultas yang sedianya akan berjualan pernik dan souvenir Fakultas Biologi. Tampak di sebelah kanan deretan kantin (sebelah selatan) adalah ruang musik Fakultas Biologi. Kalau sedang lapar dan ngantug, ayo rehat bentar di kantin ini, anekan pilihan makanan dan minuman tersedia. Internet Hotspot? hmmm… koneksi BiologiHotspot berbayar dan free internet access dari Puskom juga akan hadir disini.

IMGP0028

Browsing n Singing

IMGP0024

Jam makan yang ramai

IMGP0034

Kantin Bu Slamet

IMGP0025

Kantin yang nyaman

Mahasiswa fabioQta di Sail Bunaken 2009

Pemecahan Rekor Dunia 2818 Penyelam | Jurnal harian seorang partisipan

Berikut saya ceritakan perjalanan saya ikut dalam pemecahan rekor dunia (Guinness World Records) penyelaman masal di Manado. Acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Sail Bunaken 2009 dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-64.

Satu yang pasti saya… bangga menjadi orang Indonesia, bangsa bahari

3 Agustus 2009

Persiapan dimulai dengan peminjaman peralatan selam di Laboratorium Biologi Akuatik Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (BCD – Buoyancy Control Device; Diving Cylinder; Regulator; Mask; Wet Suit; Fins; Snorkel). Nomor seri tiap alat dicatat untuk mencegah tertukar dengan peserta lain.

4 Agustus 2009

Kontingen Banyumas yang beranggotakan 4 orang (saya sendiri mewakili BDC Fabio Unsoed dan 3 orang dari POSSI Banyumas) diberangkatakan ke Bekum (Perbekalan Umum) Angkatan Laut Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas dan bergabung dengan kontingen Jawa Tengah.

5 Agustus 2009

Pengecekan alat-alat selam dan dan latihan di Pantai Marina. Ternyata banyak alat yang bermasalah, terutama regulator dan BCD atau rompi selam untuk kontrol pengapungan. Alat dari fabio Unsoed sendiri yang tadinya sudah diperbaiki ternyata masih ada masalah di pusat regulatornya, selain itu rompi selamnya juga tidak sanggup mengapungkan penyelam. Acara latihan di Pantai Marina dilaksanakan tidak kurang dari tiga menit karena tujuan utama hanya untuk diliput media jadi tidak semua penyelam Jawa Tengah ikut turun.

6 Agustus 2009
IMG_2989

Cek alat dan packing

Hari ini kami mulai berkemas dan packing alat-alat selam dari seluruh peserta se Jawa Tengah. Setelah semuanya beres sekitar pukul 16.00 WIB rombongan Jawa Tengah diberangkatkan ke Surabaya  untuk bergabung dengan teman-teman kontingen lain yang akan berangkat ke Manado via Surabaya.  Di Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut) Surabaya markas dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) kami bergabung dengan kontingen dari Jawa Timur, Bali dan Sumatra yang sudah lebih dulu tiba. Wah… suasana jadi makin asyik dan rame karena begitu banyak kenalan baru.

7 Agustus 2009

Tepat pukul 15.00 WIB menumpang KRI Surabaya kami berlayar ke Manado bersama seluruh kontingen yang berkumpul di Surabaya.  Kami tim Armada Timur yang terdiri dari pasukan TNI AL dan kelompok selam dari berbagai daerah seperti BDC Fabio Unsoed, MDC Kelautan Undip Semarang, UGM Jogjakarta, UNES Semarang, UNS Solo, UNUD Bali, serta POSSI Banyumas, POSSI Jawa Tengah, POSSI Jawa Timur, POSSI Bangka Belitung, dan POSSI Sumatra Barat. Kami saling berkenalan satu sama lain dan ternyata banyak juga yang berasal dari daerah yang sama, seperti misalnya kontingen TNI AL Lanal Cilacap.

IMG_3573

Di atas geladak kapal

Semua penumpang berharap perjalanan tidak terlalu lama karena kami ingin segera menginjakan kaki di tanah Manado. Oh iya… tidak semua penumpang dapat kamar lho… dan beruntungnya kami karena dapat tempat tidur dengan ruangan ber-AC. Satu ruangan berisi sekitar 50 orang. Kamar yang kami tempati berada di geladak mobil. Kapal yang kami naiki memiliki geladak dasar atau geladak tank, geladak kedua atau geladak mobil, dan geladak ketiga atau geladak ABK, geladak keempat atau geladak perwira, dan yang paling atas adalah anjungan atau ruang kemudi.

8 Agustus 2009

Tepat pukul enam pagi terdengar suara dari pengeras suara”penanting dapur pasukan”. Perintah itu artinya adalah meminta satu atau dua orang ke dapur pasukan untuk mengambil makan pagi dan kemudian dibawa ke ruang makan pasukan. Di ruang makan pasukan kami ramai-ramai makan dengan telur dan sayur. Hal yang sama juga terjadi siang hari pada jam 12.00 tetapi lauknya berbeda yaitu dengan ayam dan untuk sore harinya lauknya berupa ikan. Hari demi hari kami lalui sehingga kami bisa hafal menu makan di kapal. Jadi kami selalu mengulang sesuatu yang sama setiap harinya sampai tiba di Manado. Dalam perjalanan kami mampir di Makasar untuk menjemput teman-teman penyelam dari Makasar. Perjalanan kami berlangsung hingga tanggal 12 Agustus 2009 pada hari saat kami sampai di Bitung.

12 Agustus 2009
P8120164

Memasuki Bitung

Tepat pukul 12.00 WITA hari ini kami sampai di pelabuhan Bitung dan turun ke daratan untuk memindahkan tabung selam untuk dibawa ke Manado melalui jalan darat. Para anggota TNI dan Polisi juga turun untuk bergabung dengan kesatuan masing-masing. Perjalanan kami lanjutkan menuju Manado melalui jalur laut dan tetap setia naik KRI Surabaya. Pemandangan sungguh indah dari atas kapal, keindahan yang masih selalu terbayang dalam ingatanku.

14 Agustus 2009
P8130275

LCU masuk ke KRI Surabaya

Hari ini kami sampai di perairan Manado tepatnya di Pantai Malalayang. Seluruh penumpang diangkut ke darat menggunakan LCU (Landing Craft Unit) yang bisa masuk ke lambung kapal dari buritan. Di kota Manado kami mengikuti pengarahan di gedung Manado Convention Centre. Lebih dari 2000 orang masuk dalam gedung tersebut dan ruangan menjadi terasa sangat panas, tapi semangat persahabatan dan kebersamaan kami mendinginkan suasana. Pengarahan demi pengarahan pun diberikan mulai dari penempatan sampai tata cara turun ke dasar laut. Di sini kami di beri kaos bertuliskan pemecahan rekor dunia 1.500 penyelam.

15 Agustus 2009
IMG_4138

Penulis dan tim

Gladi bersih di darat dan di air dengan alat selam lengkap. Hari ini kurang 1000 penyelam yang datang karena acara utama baru akan dilaksanakan tanggal 16 dan 17 Agustus. Gladi bersih dilaksanakan persiapan besok. Dari darat kami jalan menuju pantai sampai kira-kira tinggi air sampai lutut lalu kami berenang gaya”turle back” menuju titik penyelaman. Jarak titik penyelaman dari darat sekitar 30 meter. Dari titik penyelaman kami turun ke dasar, kedalaman berkisar antara 15 m sampai 25 meter. Dasar berupa pasir jadi kami tidak ragu untuk menginjakan kaki tanpa takut merusak karang. Di dalam air kami tidak berdiri tetapi berlutut dan melakukan kegiatan pembersihan masker”mask clearing” dua kali dan “recovery” dua kali juga. Syarat untuk memecahkan rekor dunia selain jumlah peserta adalah kami harus bertahan selama minimal 30 menit di dalam air.

16 Agustus 2009

Inilah hari yang ditunggu oleh dua ribu lebih penyelam dan oleh seluruh warga Indonesia. Karena hari ini merupakan hari paling bersejarah di dunia di mana sekitar 2818 penyelam akan menyelam bersama-sama di Pantai Malalayang Manado. Saya sendiri sangat bersukur akhirnya bisa ikut menyelam setelah di sesi gladi resik kemarin tidak bisa menyelam karena masalah alat. Hari ini saya menyelam karena dapat pinjaman alat dari salah satu teman.

gladi

Bersiap ke lokasi penyelaman (Foto: Sydney Morning Herald)

Dua ribu delapan ratus delapan belas penyelam sudah siap dan berbaris di tepi pantai. Di dada kami terbakar semangat untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menyanyikan berbagai lagu kebangsaan dan lagu-lagu penyemangat. Baris demi baris, kelompok demi kelompok mulai maju menuju pantai. Saat kaki memasuki perairan dan kami berenang gaya punggung saling bergandeng tangan dan bernyanyi bersama-sama lagu pemecahan rekor dunia. Suasana begitu meriah hingga kami tiba di titik penyelamanan dan setelah turun ke bawah suasana begitu hening yang ada hanya bahasa isyarat menggunakan tangan untuk komunikasi antar penyelam dan suara gelembung-gelembung udara yang bergegas ke permukaan.

dive1

Berbaris menunggu 30 menit

Di bawah kami melakukan hal yang sama seperti tanggal lima belas lalu, hanya jumlah penyelamnya lebih banyak. Tiga puluh menit kami harus berada di bawah air dan terasa bosan sehingga kami sedikit bermain-main. Ada yang foto-foto, minum air mineral gelas di bawah air, ngobrol dengan bahasa isyarat. Dan… tiiiit…. tiiiiit…. lengking peluit dibunyikan menandakan tiga puluh menit sudah kami berada di bawah air dan harus naik ke permukaan untuk merayakan pemecahan rekor dunia dengan 2818 penyelam.

dive2

Berlutut dan bercanda memecahkan rekor dunia

Sesampai di permukaan, kami bergegas ke tepi dan apa yang terjadi di tepi?… Wow… warga sekitar menunggu kami dan minta foto bareng. Waah… jadi kaya artis nih, diajakin foto bareng anak-anak, remaja dan ada juga yang rombongan. Dari 2818 penyelam hanya 2400 an yang tercatat resmi masuk rekor dunia. Sisanya mungkin gagal karena tidak melakukan registrasi ulang atau karena kendala alat. Nama kami nantinya akan diukir di batu kenang-kenangan, dan batu tersebut akan ditempatkan di Pantai Malalayang.

17 Agustus 2009

Ulang tahun kemerdekaan RI kali ini terasa sangat berbeda dari biasanya karena pada ulang tahun kali ini kami bangsa Indonesia memberikan kado pemecahan rekor dunia upacara bawah air lengkap dengan prosedural upacara seperti di darat. Peserta yang tanggal enam belas ikut menyelam, tanggal tujuh belas pun harus turun lagi untuk memecahkan rekor dunia yang kedua. Waktu yang sama yaitu sekitr 30 menit kami harus menunggu di bawah. Dan… akhirnya selesai juga upacara bawah air tanpa ada masalah sedikit pun. Sebelum naik ke permukaan kami saling jabat tangan sebagai ungkapan bangga karena kami telah memecahkan rekor dunia. Sesampai di permukaan, kami disambut oleh heli yang berputar di atas kami dengan membawa reporter. Di tepi pantai para pengunjung pun sudah menanti kami dan ternyata benar seperti dugaanku mereka minta foto bareng lagi dengan para penyelam. Selesai sudah tugas kami dan tinggal mencuci alat, menunggu kering dan kemudian packing.

dive4

Biru

18 Agustus 2009

Hari ini merupakan hari kebebasan kami karena hari ini kami bebas pergi kemanapun. Kami akhirnya memutuskan untuk pesiar ke Bunaken. Kondisi terumbu karang Bunaken tidak begitu beragam karena datarannya hanya beberapa meter setelah itu langsung slope sedalam sekitar 35 meter. Namu slope yang ini sangat indah dan panjang, kami nikmati dari atas hingga ke dasar. Ada banyak jenis ikan yang hidup di sini. Kami bertemu dengan penyu yang begitu besar sedang diam di atas terumbu karang meja.

penyu

Penyu nangkring di karang meja

19 Agustus 2009
P8120169

Tall Ship

Pagi hari ini kami dikirim ke Bitung karena kapal kami sudah merapat dan menunggu di sana. Agenda Sail Bunaken 2009 hari ini adalah Indonesian Fleet Review of warships and tall ships sebuah parade kapal perang (warships) dan kapal layar (tallships) dari negara-negara tetangga dan sahabat. Kegiatan ini diikuti oleh 33 negara, melibatkan tidak kurang dari 38 kapal dan menghadirkan petinggi AL dari 14 negara. Kapal yang kami tumpangi yaitu KRI Surabaya tidak ikut dalam parade ini. Selama parade kami berada di darat dan sedang menuju ke Bitung sehingga tidak bisa menikmati kegiatan tersebut. Sesampai di Bitung pelayarana panjang ke Surabaya via Makasar sudah menanti.

20 Agustus 2009
P8210459

Sertifikat suci arung samudra

Setelah semua acara selesai, hari ini kami mulai berlayar menuju Makasar untuk mengantar teman-teman dari kontigen Makasar. Perjalanan dari Bitung ke Makasar memakan waktu tiga hari pelayaran. Di tengah perjalanan menuju Makasar kami melewati garis katulistiwa dan disinilah uniknya…, semua penumpang kapal yang untuk pertama kali melewati garis tersebut harus mandi katulistiwa. Apa itu mandi katulistiwa…? Mandi katulistiwa adalah mandi di perairan garis katulistiwa yang dilalui oleh kapal, dilaksanakan dengan mengumpulkan semua penumpang di geladak heli yang luas kemudian disiram dengan air got,setelah disiram air got kami disiram oli dan terakhir disiram air laut untuk membersihkan diri dari siraman sebelumnya.

P8210468

Mandi katulistiwa

Tidak hanya itu, kami juga disuruh minum ramuan berwarna kuning yang kami juga tidak tahu terbuat dari apa, dari rasanya saya sendiri juga tidak paham minuman apa itu. Maksud dari mandi katulistiwa adalah untuk mensucikan penumpang. Di acara mandi katulistiwa ini ada satu orang yang berperan sebagai dewa neptunus dan beberapa orang sebagai bajak laut. Kami dikumpulkan oleh para bajak laut untuk menghadap dewa neptunus sang penguasa perairan katulistiwa. Di akhir acara tersebut kami diberi sertifikat yang menyebutkan bahwa kami telah suci dan bebas mengarungi samudra.

23 Agustus 2009

Perjalanan kami sampai di Makasar dan semua penumpang turun ke darat, yang dari Sulawesi Selatan pulang ke kampung halaman dan sebagian yang transit jalan-jalan di kota Makasar. Kapal bersandar dari pagi hingga jam 17.00 sehingga kam punya banyak waktu untuk pergi keliling kota. Sore hari kami masuk lagi ke kapal tetapi perjalanan baru akan dimulai esok pagi.

24 Agustus 2009

Perlajanan kami menuju Surabaya dimulai. Berbagai acara pentas seni dilaksanakan sambil menghabiskan waktu agar tidak bosan di jalan. Di kapal KRI Surabaya dibentuklah suatu forum penyelam mahasiswa Indonesia atau yang disingkat FoPMI. Tujuan dari pembentukan forum ini untuk ajang silaturahim kawan-kawan dan ajang berbagi kegiatan antar kelompok selam. Forum ini diketuai oleh mahasiswi IPB Atma Jaya Jakarta dan wakilnya dari UGM sedangkan sekretaris adalah dari Kelautan Undip. Pengurus harian FoPMI semua perempuan. Saya tidak tahu kenapa seperti itu… Satu yang pasti saya sangat senang dengan pengalaman saya ini dan bangga menjadi orang Indonesia, bangsa bahari.

sulisOK

BIOSOLUTION | 3-9 Oktober 2009

biosolutionBanner

Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI) Wilayah Regional Jawa 2 akan punya gawe besar pada tanggal 3-9 Oktober 2009 bertempat di Fakultas Biologi Unsoed, dengan tajuk “BIOSOLUTION IKAHIMBI 2009″ bertema :

Ciptakan Generasi Hijau Menuju Bumi Lestari

Bentuk dari kegiatan Biosolution merupakan rangkaian acara yang dilakukan selama satu minggu meliputi seminar dan pelatihan konservasi, ekspedisi gunung slamet, kunjungan desa konservasi, lomba karya hasil penelitian (LKHP), dan  musyawarah wilayah regional Jawa 2. Panitia penyelenggara berasal dari pengurus pusat dan wilayah Ikahimbi serta Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhamadiah Purwokerto. Peserta Biosolution terdiri dari mahasiswa biologi seluruh indonesia, civitas akademika, instansi/lembaga yang berkiprah dalam lingkungan, pengurus ikahimbi dan mahasiswa Harvard University sehingga diharapkan dalam pertemuan ini akan saling bertukar pengalaman mengenai kondisi lingkungan disetiap daerah seluruh Indonesia, organisasi, informasi, link, perkuliahan dan berbagai kegiatan lainnya.

Kegiatan BIOSOLUTION Ikahimbi 2009 sebagai berikut :

  1. Seminar Nasional | Download Poster
  2. Workshop Biodiversity Inventory | Download Poster
  3. Lomba Karya Hasil Penelitian | Download Poster
  4. Ekspedisi Gunung Slamet
  5. Musyawarah Wilayah
  6. Download Poster BIOSOLUTION
biosolutionPoster

Poster Biosolution

Seminar Nasional (Semnas)

Tujuan kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk pemberian materi pendidikan konservasi berbasis masyarakat dengan harapkan peserta dapat mengenal dan memahami bagaimana mengaplikasikan keilmuan dalam kehidupan berbasis masyarakat. Setelah peserta mendapatkan pembekalan pendidikan konservasi.

Deskripsi kegiatan

Pelatihan dan seminar tentang pendidikan konservasi akan disampaikan oleh Dr. Campbell O Webb dari Harvard University USA, staf ahli keilmuan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), praktisi lingkungan, LSM, mahasiswa konservasi yang akan memaparkan bagaimana kondisi lingkungan dan konservasi Indonesia saat ini. Serta pelatihan konservasi berbasis masyarakat setempat (Community Based Concervation) digunung slamet yang diharapkan konservasi dengan metode ini dapat diterapkan disetiap daerah peserta Biosolution.

biosolutionSNPoster

Poster Seminar Nasional

Kembali ke Menu

Workshop Biodiversity Inventory

Tujuan kegiatan

Melalui penelitian yang dilakukan diharapkan Dosen, Pemerhati Lingkungan dan para Peneliti dapat lebih kreatif dan inovatif sehingga hasilnya dapat diaplikasikan di masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan.

Deskripsi kegiatan

Seminar penunjang merupakan suatu kegiatan Biosolution yang tergabung dengan rangkaian Semnas yang mewadahi pengembangan kreativitas dalam bidang penelitian. Kegiatannya berupa seminar (presentasi) hasil penelitian yang bersifat solutif dan inovatif.

biosolutionWSPoster

Poster Workshop

Kembali ke Menu

Ekspedisi  Gunung Slamet

Tujuan kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan metode konservasi berbasis masyarakat dan pengamatan flora fauna langka dan indigenus Gunung Slamet. Melalui mahasiswa biologi se-Indonesia dengan harapan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalamannya di daerahnya masing-masing.

Deskripsi kegiatan

Kegiatan ini dilakukan di sekitar Gunung Slamet, Banyumas Jawa Tengah. Tema kegiatan ini adalah “Pelatihan Penelitian Konservasi Biologi Berbasis Masyarakat Setempat (Community Based Conservation) Di Gunung Slamet, tingkat nasional”. Merupakan salah satu rangkaian kegiatan Biosolution Ikahimbi 2009 yang akan dilakukan pada tanggal 6-7 Oktober 2009 dengan sasaran  peserta perwakilan dari perguruan tinggi se-Indonesia yang memiliki jurusan, prodi, atau fakultas biologi.
Kegiatan ini didalamnya terdapat kegiatan pengamatan spesies, habitat, dan lingkungan didaerah pengamatan kawasan Gunung Slamet, dan diadakan diskusi-diskusi mengenai konservasi didaerah masing masing peserta Biosolution. Perjalanan dilanjutkan dengan melihat lebih dekat desa konservasi adanya interaksi antara peserta dengan masyarakat konservasi sehingga peserta Biosolution dapat melihat langsung konsep metode konservasi berbasis masyarakat, mengembangkan pengetahuan keilmuan biologi dalam menganalisa permasahan lingkungan dan adanya tindakan solutif mengenai perambahan hutan, ilegal loging, pencurian flora fauna langka permasalahan kerusakan hutan yang lainnya dengan solusi.

Kembali ke Menu

Lomba Karya Hasil Penelitian (LKHP)

Tujuan kegiatan

Melalui penelitian yang dilakukan diharapkan mahasiswa dapat lebih kreatif dan inovatif sehingga hasilnya dapat diaplikasikan di masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan.

Deskripsi kegiatan

Lomba Karya Hasil Penelitian (LKHP) mahasiswa merupakan suatu rangkaian kegiatan Biosolution yang mewadahi pengembangan kreativitas mahasiswa dalam bidang penelitian. Kegiatannya berupa lomba seminar (presentasi) hasil penelitian mahasiswa biologi Indonesia yang bersifat solutif dan inovatif.

biosolutionLKHPPoster

Poster LKHP

Kembali ke Menu

Musyawarah Wilayah Regional Jawa II

Tujuan kegiatan

Mendapatkan laporan pertanggung jawaban kepengurusan IKAHIMBI Wilayah Regional Jawa II periode 2007-2009.
Menyelenggarakan regenerasi kepengurusan IKAHIMBI Wilayah Regional Jawa II.
Membentuk kepengurusan IKAHIMBI Wilayah Regional Jawa II untuk periode 2009-2011.

Deskripsi kegiatan

Rangkaian kegiatan Biosolution dilanjutkan dengan Musyawarah Wilayah Regional Jawa II yang meliputi propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan wadah pembentukan dan pengembangan individu dalam bidang organisasi dalam menjalankan peranan mahasiswa bioogi sebagai Duta Lingkungan yang harus senantiasa siap memberikan kontribusi nyata perguruan bagi kemaslahatan masyarakat umum. Suksesi yang dilakukan dalam kegiatan muswil merupakan gerbang menuju pembentukan generasi hijau untuk menyusun dan merencanakan program kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan Organisasi baik secara kelembagaan maupun pembentukan kader agar siap hidup bermasyarakat dengan keilmuan yang dimiliki.
Melalui kegiatan Musyawarah Wilayah Badan pengurus Ikahimbi dengan jalan persidangan musyawarah mufakat sebagai media diskusi dan pengembangan wawasan keorganisasian bagaimana mengelola asosiasi profesi tingkat regional atau wilayah. Kegiatan Muswil akan dihasilkan kader-kader generasi hijau yang siap mengemban amanah sebagai Duta Lingkungan. Kader-kader Duta Lingkungan tersebut akan mendapatkan materi tentang keorganisasian dengan berbagai dinamikanya melalui Training kepemimpinan dan Outbond untuk memupuk kerjasama antar Individu dalam Ikahimbi.

Kembali ke Menu

Peserta Kegiatan

Dalam kegiatan rangkaian Biosolution Ikahimbi 2009 ini, peserta kegiatannya meliputi, perwakilan dari perguruan tinggi se-Indonesia yang memiliki jurusan, prodi, atau fakultas biologi, civitas akademika dan civitas lingkungan serta Staf Pemerintah atau staf ahli lembaga/Instansi Lingkungan. Serta peserta terbuka untuk umum dalam kegiatan seminar nasional konservasi berbasis masyarakat, dan melibatkan pihak-pihak terkait seperti peneliti Harvard University, LIPI, dosen, praktisi lingkungan, LSM dan pemerintahan.

Kembali ke Menu

Voucher Internet Biologi HotSpot

Khusus buat mahasiswa fabioQta, Unit Layanan Komputer (ULK)  menawarkan voucher sambungan internet koneksi cepat dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Membayar voucher dengan nominal Rp 10.000 (5 jam).
  • Koneksi bisa di akses di seputar kampus fabioQta.
  • Diakses dari laptop dengan wireless ethernet.
  • Untuk kenyamanan ‘berselancar’ kartu tersedia terbatas.

Cara akses :

  • Pilih SSID Biologi HotSpot atau Biologi HotSpot Ext. 01 – Ext.03
  • Buka internet browser yang otomatis akan masuk ke halaman login.
  • atau langsung buka http://www.hotspotbiologi.org/login untuk login.
  • Isikan username dan password sesuai yang tertera di voucher.
  • Happy browsing !
  • Jangan lupa akses http://www.hotspotbiologi.org/logout untuk logout.

Hubungi : Dr.rer.nat Erwin R Ardli, M.Sc.

hotspot