Tawaran Hibah Penelitian Mahasiswa 2010 | Updated

Tahun 2010 proyek ImHERE Fakultas Biologi memberikan peluang riset kepada mahasiswa guna menunjang pelaksanaan Tugas Akhir.  Rencana ada 30 judul yang akan didanai untuk riset ini.  Aturan dan ketentuan seperti tercantum di bawah ini.

Ketentuan Hibah Penelitian Mahasiswa (Student Grant)

Ketentuan Umum :

  1. Pengusul yang berhak mengikuti kompetisi hibah penelitian mahasiswa (student grant) Imhere tahun 2010 adalah mahasiswa aktif pada Program Studi S1 Biologi Fakultas Biologi Unsoed yang telah mencantumkan skripsi di dalam Kartu Rencana Sudi (KRS)nya.
  2. Seorang mahasiswa hanya diperkenankan mengajukan satu usulan penelitian untuk keperluan skripsi.
  3. Usulan penelitian yang diajukan harus sudah memperoleh persetujuan semua dosen pembimbing skripsi, tetapi penelitian belum dilaksanakan.
  4. Usulan penelitian bukan merupakan bagian dari suatu penelitian dosen yang telah didanai oleh proyek Imhere (dinyatakan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00).
  5. Usulan penelitian tidak sedang diajukan/dibiayai oleh sumber dana lain (bersama dengan ketentuan butir 4, dinyatakan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00).
  6. Usulan penelitian dibuat rangkap empat, disertai softcopy dalam bentuk MS Word dan surat kesanggupan untuk menyelesaikan penelitian dalam waktu lima bulan yang diketahui oleh semua dosen pembimbing.
  7. Format penulisan usulan penelitian mengikuti ketentuan di dalam Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Skripsi Fakultas Biologi Unsoed tahun 2004 dilampiri dengan rincian anggaran biaya penelitian.
  8. Usulan penelitian paling lambat diterima di sekretariat Imhere Program Studi Biologi (Sdr. Ari Kurniati, A.Md. di Subbagian Pendidikan) pada hari Sabtu tanggal 13 Maret 2010 pukul 12.30 WIB.
  9. Hasil seleksi usulan penelitian akan diumumkan pada tanggal 31 Maret 2010 dan keputusan hasil seleksi tidak dapat diganggu gugat.
  10. Jangka waktu penelitian bagi usulan penelitian yang dinyatakan lolos seleksi paling lama lima bulan, terhitung sejak tanggal 1 April 2009.
  11. Monitoring kemajuan pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juni 2010.
  12. Seminar hasil penelitian dilaksanakan paling lambat pada tanggal 28 Agustus 2010 dengan persyaratan seperti ketentuan yang berlaku pada seminar hasil reguler di Fakultas Biologi.
  13. Apabila mahasiswa penerima student grant tidak dapat menyelesaikan penelitiannya pada batas waktu seperti yang telah ditentukan pada butir 10, maka yang bersangkutan diwajibkan untuk mengembalikan semua dana yang telah diperoleh ke Proyek Imhere (dinyatakan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00).
  14. Laporan hasil penelitian (skripsi) diperbanyak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Fakultas Biologi ditambah tiga eksemplar untuk diserahkan ke sekretariat Imhere Program Studi Biologi (Sdr. Ari Kurniati, A.Md. di Subbagian Pendidikan) paling lambat pada hari Sabtu tanggal 25 September 2010 pukul 12.30 WIB.

Ketentuan Khusus :

  1. Biaya penelitian yang diajukan maksimal Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah), termasuk biaya seleksi, kompensasi bagi pengusul yang tidak lolos seleksi, monitoring, dan PPh.
  2. Usulan penelitian hanya akan didanai jika hasil penilaian reviewer melebihi batas nilai minimum 500.
  3. Jumlah usulan penelitian yang akan didanai sebanyak sepuluh judul dengan tingkat kompetisi sekurang-kurangnya 1 : 3.  Apabila jumlah usulan penelitian yang diajukan tidak mencapai tingkat kompetisi 1 : 3, maka akan dibuka batch II yang ketentuannya akan diatur kemudian.

Kontak :

  • Ari Kurniati, AMd. (SubBagian Pendidikan)
  • Dr. Erwin R Ardli (Lab Biologi Akuatik)

[ DOWNLOAD petunjuknya klik disini (MS-DOC file) ]

Informasi lowongan pekerjaan

Dibutuhkan segera alumni Biologi

untuk berkarir bersama di Lembaga Bimbingan Belajar di daerah Tangerang

untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

  • Sudar, SSi.  081386006232
  • Dr. Erwin R Ardli (Lab Biologi Akuatik)

Juara KKTM-POSI 2009

Peserta KKTM 2009 Fabio UNSOED

Peserta KKTM 2009 Fabio UNSOED

Salah satu rangkaian acara Pekan Olahraga Seni dan Ilmiah (POSI) adalah diselenggarakannya Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM). Sebanyak 12 tim (judul) berkompetisi dalam ajang ilmiah di lingkup Fakultas Biologi pada tahun 2009 ini.

Dewan Juri Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Fakultas Biologi Unsoed dalam rangka POSI Tahun 2009 yang terdiri atas;

  1. Dr. Bambang Heru Budianto, MS (Ketua)
  2. Drs. Indarmawan, MS. (Anggota)
  3. Drs. Agus Hery Susanto, MS (Anggota).

Setelah melakukan penilaian secara langsung kepada peserta KKTM dalam rangka Pekan Olah raga, Seni, dan Ilmiah (POSI) Fakultas Biologi Unsoed, maka dalam sidangnya, Dewan Juri telah memutuskan dan menetapkan juaranya sebagai berikut :

JUARA I

PEMANFAATAN KULIT PISANG AMBON KUNING (Musa paradisiaca var. Sapientum) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy Lac.)

Swastika Oktavia B1J007103, Linawati Agustien B1J007139, Widhita Purwandari B1J007182

Dosen Pembimbing :  Dra. Gratiana Eka Wijayanti, M.Rep. Sc., Ph.D

JUARA II

SISTEM TAMBAK TERPADU SEBAGAI UPAYA BUDIDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN

Diah Tri Utami B1J007027, Afifah Nur Shobah B1J007026

Dosen Pembimbing :  Dr.rer.nat.  Erwin Riyanto Ardli, S.Si, M.Sc

JUARA III

KEBUN TANAMAN OBAT HERBA BATURRADEN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL

Tantri Analisawati B1J007022, Sarah Febriani B1J007024

Dosen Pembimbing :  Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S

JUARA  HARAPAN I

KAMPUNG BIOLISTRIK SEBUAH KONSEP DESA DENGAN ENERGI LISTRIK MANDIRI

Fajri Hartanti B1J008034, Rarastyan Arum W. B1J008048

Dosen Pembimbing : Drs. Slamet Priyanto, M.S

JUARA HARAPAN II

POTENSI BIOMASSA SEL Kluyveromyces marxianus SEBAGAI ALTERNATIF DALAM MENGATASI DEFISIENSI LAKTASE PADA PENDERITA INTOLERANSI LAKTOSA

Ahmad Nailul Basid B1J007012, Fahmi Purnama Sari B1J007129, Mila Sari B1j007190

Dosen Pembimbing : Dra. Dini Ryandini, M.Si


Karya Sang Jawara

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG AMBON KUNING
(Musa paradisiaca var. sapientum) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.)

Yang digawangi oleh :

S OKTAVIA B1J007013 | L AGUSTIEN B1J007139 | W PURWANDARI B1J007182

Juara 1 KKTM 2009

Juara 1 KKTM 2009 (dari kiri-kanan: Widhita PURWANDARI, Linawati AGUSTIEN, Swastika OKTAVIA)

Berikut ringkasan dari karya tulis juara I :

RINGKASAN

Perikanan merupakan bagian penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perikanan berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat serta meningkatkan pendapatan petani dan negara. Usaha peningkatan produksi ikan semakin digalakkan dalam rangka memenuhi kebutuhan protein. Tingkat konsumsi ikan diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.  Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan nasional tahun 2008 mencapai 26 kg/kapita/tahun. Salah satu sumber daya perikanan yang mempunyai prospek baik adalah ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) Ikan gurami dijadikan komoditas unggulan perikanan di beberapa daerah karena memenuhi beberapa kriteria, yaitu kelayakan ekonomi dan tingkat kesesuaian agroekosistem yang tinggi, orientasi pasar jelas, mudah dibudidayakan masyarakat dan mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah.

Budidaya ikan gurami masih di jumpai kendala yang harus dihadapi para petani,  salah satunya adalah penanggulangan stres pada ikan. Ikan dapat mengalami stres ketika kondisi lingkungan sekitarnya buruk, misalnya suhu lingkungan yang rendah. Stres akan menurunkan imunitas, sehingga mudah terserang  penyakit, bahkan dapat menimbulkan kematian ikan. Kondisi stres akan menginduksi hipermetabolisme serotonin dalam otak ikan menyebabkan kadar serotonin menurun. Guna mengurangi stres pada ikan, termasuk gurami dapat diberikan serotonin eksternal.

Kulit pisang yang selama ini jarang dimanfaatkan dan hanya sebagai limbah, ternyata mengandung senyawa serotonin yang biasanya digunakan sebagai antidepresan dan dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas ikan. Kandungan serotonin yang terdapat pada kulit pisang buah sebesar 31,8 μg/g. Dengan demikian, kulit pisang memiiki potensi sebagai sumber serotonin.
Beberapa permasalahan yang perlu dikaji lebih mendalam adalah:

  1. Bagaimana mekanisme serotonin dalam meningkatkan imunitas larva Ikan Gurami (O.  gouramy Lac.)
  2. Bagaimana pemanfaatan kulit Pisang Ambon Kuning dalam meningkatkan imunitas larva Ikan Gurami (O.  gouramy Lac.)

Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks, artikel dan referensi pendukung yang lain.

Pemanfaatan kulit pisang untuk meningkatkan imunitas ikan dapat diberikan dalam bentuk pakan ikan, yaitu dengan mencampurkannya dengan pakan komersial. Pembuatan pakan merupakan alternatif metode yang tepat digunakan karena serotonin diambil dari kulit pisang dengan dibuat bubur sehingga menggurangi resiko tereduksinya serotonin dari kulit pisang karena proses pengambilannya. Beberapa peneliti telah berhasil membuat pakan ikan dengan mencampur bahan alami dengan pakan komersial.

Aktivitas serotonin untuk antidepresan dapat meningkatkan sistem imun pada ikan Gurami. Serotonin mengontrol regulasi level kortisol yang berperan penting dalam adaptasi ikan dan sebagai indikator saat ikan berada pada kondisi stres. Pengaturan sistem imun oleh serotonin mengakibatkan bertambahnya jumlah limfosit yang dihasilkan oleh tubuh sebagai respon imun. Respon antibodi saat depresi pada ikan air tawar diatur oleh sistem hormonal. Limfosit ikan mengekspresikan reseptor glukokortikoid yang menekan sistem imun selama kondisi stres; dengan demikian serotonin disini berfungsi menghasilkan limfosit baik itu dalm bentuk sel T atau sel B, kedua sel tersebut berfungsi untuk meningkatkan sistem imun. Ikan mempunyai pengatur kimiawi (sitokin) yang disekresikan oleh sel imun khususnya makrofag. Interleukin (IL)-1 dan IL-2 yang merupakan suatu sitokin berperan dalam merangsang sel T untuk tumbuh dan membelah meningkatkan suhu tubuh.

Berdasarkan hasil telaah pustaka, analisis dan sintesis, dapat disimpulkan bahwa pakan ikan yang terbuat dari campuran serotonin dengan pakan komersial dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan sistem imun pada larva ikan Gurami.


JUARA KE-2

Sistem Tambak Terpadu sebagai Upaya Budidaya Perikanan Berkelanjutan
Oleh:
Diah Tri Utami        B1J007027
Afifah Nur Shobah    B1J007026

DSCN3013

Ringkasan

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau sekitar 17.508 buah dan panjang garis pantainya mencapai 81.000 km. Hal ini merupakan potensi untuk pengembangan budidaya perikanan, terutama perikanan air payau. Budidaya perikanan payau sangat didukung pemerintah dengan mengeluarkan berbagai program yang bertumpu pada upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pertambakan. Indonesia adalah salah negara yang memiliki budidaya perikanan tambak dan salah satu komoditas yang dihasilkan adalah udang. Produksi udang Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan produksi memberikan pengaruh terhadap jumlah ekspor udang Indonesia. Hal ini berdampak pada penurunan jumlah ekspor udang dan mengakibatkan kerugian sebesar US $ 281.552.000. Penurunan produksi ini merupakan akibat dari serangan virus penyakit terutama oleh bakteri Vibrio harveyi dan virus WSSV.
Pengelolaan tambak di Indonesia selama ini menggunakan pengelolalaan tambak secara intensif, semi intensif dan tradisional. Penggunaan bahan kimia seperti pestisida, pupuk organik dan pakan buatan yang mengandung antibotik pada tambak intensif dapat menghambat pertumbuhan virus dan menurunkan kualitas hasil tambak. Mengingat banyaknya kendala yang dihadapi dalam pengelolaan tambak selama ini, maka diperlukan adanya sistem pengelolaan tambak yang dapat memperkecil kendala yang ada. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa adanya mangrove di dalam tambak dapat meningkatkan produktifitas perikanan tambak.
Penulisan karya tulis mahasiswa ini bertujuan untuk mengkaji  tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan. Karya tulis mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang sistem tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan, membantu dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan. Penulisan karya tulis mahasiswa ini dilakukan sejak tanggal 11 November 2009 sampai dengan tanggal 28 November 2009 bertempat di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku teks dan referensi pendukung lainnya.
Metode penulisan yang digunakan dalam karya tulis mahasiswa ini adalah metode deskriptif analitis yaitu: 1) mengidentifikasi permasalahan berdasarkan data dan fakta yang ada. 2) menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lain. 3) mencari alternatif pemecahan masalah, yaitu memberikan deskripsi mengenai tambak terpadu sebagai upaya mewujudkan budidaya perikanan air payau berkelanjutan. Sistematika penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis mahasiswa ini mengacu pada Pedoman Umum Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 2009.
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mangrove mempunyai peran yang penting dalam budidaya perikanan tambak. Keberadaan mangrove di areal tambak dapat meningkatkan produktifitas tambak. Hal ini didasarkan pada fungsi dari mangrove sebagai nursery grounds, feeding grounds dan spawning grounds untuk berbagai jenis biota laut seperti ikan, udang dan kepiting. Tambak terpadu terdiri dari beberapa bagian yaitu: jalur hijau, kolam reservoir, kolam pakan, kolam pembenihan, kolam peralihan dan kolam pembesaran. Pembuatan jalur hijau dilakukan dengan cara menanam mangrove sepanjang pantai yang lebarnya minimal  200 m diukur dari garis pasang terendah. Kolam reservoir berada di belakang jalur hijau (green belt). Luas kolam reservoir paling sedikit 25% dari luas kolam pembesaran dengan kedalaman kolam reservoir adalah 1 m. Pembuatan kolam pakan dilakukan dekat dengan kolam pembenihan untuk mempermudah pemberian pakan ke larva ikan dan benur. Luas kolam pakan ini berkisar antara 0,75-1 m2  dengan kedalaman 1 m. Kolam pembenihan digunakan untuk pemeliharaan benih dengan ketinggian air sekitar 1-1,5 m dengan luas sebesar 1% dari total lahan. Kolam peralihan digunakan untuk pemeliharaan benih dengan ketinggian air sekitar 0,75-1 m. Luas kolam dapat mencapai 6% dari total lahan yang digunakan. Luas kolam pembesaran adalah 50% – 75% dari total luas tambak budidaya  dengan kedalaman 1,5-2 m. Kolam pembesaran ini paling luas di antara kolam-kolam yang lain. Lebar mangrove yang berada di dalam kolam pembesaran adalah sebesar 85% dari total luas kolam pembesaran.
Pembuatan jalur hijau (green belt) dapat difungsikan sebagai filter air yang masuk tambak dari penyakit ikan atau udang yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kolam reservoir tambak terpadu ditanami dengan rumput laut jenis Gracilaria sp. yang menjadi penyuplai oksigen di perairan tambak, dengan begitu jumlah oksigen terlarut dalam air dapat terjaga. Kultur Spirulina sp. dilakukan di dalam kolam pakan. Spirulina sp. dapat  ditumbuhkan  kedalam media yang mengandung komposisi makronutrien dan mikronutrien yang sesuai. Benih yang akan dimasukan ke dalam kolam pembenihan terlebih dahulu diaklimatisasi. Aklimatisasi benih di dalam kolam pembenihan dilakukan selama 30 – 60 menit. Benih dipelihara di kolam pembenihan selama 2 – 5 minggu sebelum dimasukan ke dalam kolam pemeliharaan selanjutnya. Kepadatan benih di kolam pembenihan adalah 5000-7000 ekor/ ha.
Keunggulan sistem tambak terpadu Sebagai Upaya Budidaya Perikanan Berkelanjutan adalah 1) Kondisi perairan tambak lebih baik, 2) Ikan yang dibudidayakan di tambak terpadu mempunyai sintasan tinggi, 3) menghasilkan Ikan organic (bebas pestisida dan bahan kimia lain, 4) Produksi perikanan meningkat dan 5) Tercipta perikanan berkelanjutan (sustainable brackhiswater culture)
Berdasarkan analisis permasalahan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) tambak terpadu dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi perikanan dan 2) tambak terpadu dapat mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan (sustainable brackishwater culture). Dari hasil kajian dan analisis seperti yang telah diuraikan di atas dapat di sarankan untuk melakukan sistem budidaya tambak yang tepat pada kawasan mangrove yaitu dengan perpaduan antara budidaya tambak dan hutan mangrove, karena dengan menggunakan perpaduan antara keduanya akan mewujudkan sistem budidaya perikanan yang berkelanjutan.


JUARA KE-3

KEBUN TANAMAN OBAT HERBA BATURRADEN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL

Oleh :

TANTRI ANALISAWATI S.  B1J007022 | SARAH FEBRIANI  B1J007024

DSCN3015

RINGKASAN

Kualitas lingkungan yang rendah merupakan penyebab timbulnya beragam penyakit, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), scabies, diare dan demam berdarah dengue (DBD). Penyakit-penyakit ini banyak terjadi di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Pengobatan terhadap berbagai penyakit terus diperbaharui. Obat-obatan sintetik merupakan pilihan pertama karena dinilai lebih praktis, mudah diperoleh dan efektif. Akan tetapi, residunya dapat tertimbun dalam tubuh dan menimbulkan penyakit lain.

Menanggapi hal tesebut, masyarakat mulai beralih menggunakan tanaman herbal sebagai obat untuk menyembuhkan beragam penyakit. Salah satu jenis tanaman tersebut adalah herba. Hal ini dikarenakan obat-obatan alami dinilai lebih aman, efektif dan efisien serta reaksi kerjanya lebih cepat dari tanaman obat berupa pohon.

Pengembangan tanaman obat melalui pembuatan kebun tanaman obat telah dilakukan baik di dalam maupun luar negeri. Kebun tanaman ini memiliki beberapa spesies introduksi seperti ketumbar, seledri, ginseng dan kayu manis. Kehadiran spesies introduksi merupakan kendala baru dalam pengembangan tanaman obat, terutama spesies lokal.

Indonesia sebagai salah satu negara yang berstatus megabiodiversitas memiliki beragam tanaman herba yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Baturraden merupakan salah satu kawasan dataran tinggi yang terdapat di lereng selatan Gunung Slamet propinsi Jawa Tengah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Slamet memiliki tanah yang subur yang dapat ditumbuhi beragam tanaman obat. Melihat potensi tersebut maka kawasan Baturraden memiliki kemungkinan untuk di bangun kebun obat sehingga perlu dibahas lebih mendalam mengenai:

  1. apakah kawasan Baturraden memiliki potensi untuk dibangun kebun tanaman obat herba?
  2. apakah kebun tanaman obat herba Baturraden dapat mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal?

Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengkaji kebun tanaman obat herba Baturraden sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal. Lebih lanjut, manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan karya tulis ini adalah dapat memberikan informasi ilmiah tentang kebun tanaman obat herba Baturraden, membantu mewujudkan masyarakat sehat, menggali potensi lokal dan mendukung upaya konservasi tanaman obat herba lokal.

Baturraden merupakan kawasan yang terletak di lereng selatan Gunung Slamet dengan kondisi klimatologi yaitu suhu berkisar 18oC hingga 25oC, kelembaban 75% hingga 95%, curah hujan 5.000 mm/tahun sampai 6.174 mm/tahun dan beriklim sejuk. Baturraden dikelilingi oleh hutan cagar alam dengan flora dan fauna yang terjaga kelestariannya.

Herba merupakan tanaman tidak berkayu, bagian batangnya mengandung air dan hidup di daerah agak lembab. Berdasarkan masa perkembangannya, herba dibagi menjadi tiga macam yaitu herba anual, bianual dan perenial. Herba dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, pengharum ruangan, hiasan dan obat.

Kebun merupakan salah satu sarana untuk menjaga kelestarian tanaman obat. Pemanfaatan lahan sebagai kebun obat dapat meningkatkan nilai guna lahan, karena tanaman dapat berfungsi ganda yaitu sebagai tanaman hias dan bahan baku obat tradisional.

Jenis tanaman obat yang dibudidayakan harus memenuhi syarat tidak memerlukan perawatan khusus, tidak mudah terserang hama penyakit, bibitnya mudah diperoleh, mudah tumbuh dan tidak termasuk jenis tanaman terlarang atau berbahaya. Berdasarkan informasi tersebut, herba merupakan jenis tanaman yang tepat untuk ditanam di kebun obat. Pemanfaatan tanaman obat tradisional, salah satunya herba untuk menanggulangi beragam penyakit juga telah direkomendasikan oleh WHO.

Berdasarkan informasi diatas maka obyek penulisan karya tulis ini adalah kebun tanaman obat herba Baturraden sebagai upaya mewujudkan masyarakat sehat berbasis keunggulan lokal. Penulisan karya tulis ini didasarkan pada pemanfaatan tanaman obat untuk mengobati beragam penyakit yang semakin diminati, Baturraden memiliki beragam tanaman obat herba lokal dan memiliki tanah yang subur yang memungkinkan untuk dibangun kebun tanaman obat. Penulisan dilakukan sejak tanggal 18 Januari 2009 sampai 28 Februari 2009 di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman melalui tahapan penggalian ide, penulisan, perbaikan dan pengkajian terhadap materi tulisan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran jurnal ilmiah, buku teks dan informasi pendukung lain, sedangkan metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif analitis.

Baturraden merupakan kawasan yang tepat untuk membudidayakan beberapa tanaman obat herba. Beberapa peneliti telah berhasil mengeksplorasi tanaman obat di Baturraden yaitu Zingiberaceae, Acanthaceae, Amaranthaceae, Apiaceae, Asteraceae, Begoniaceae, Campanulaceae, Cyperaceae, Euphorbiaceae, Graminaeae, Malvaceae, Mellastomataceae, Piperaceae, Rubiaceae, Selaginellaceae dan Verbenaceae.

Pembuatan dan perawatan kebun tanaman obat Baturraden dilakukan melalui tahapan pemilihan lokasi dan penyiapan lahan, penanaman tanaman obat herba dan perawatan kebun. Lokasi yang dipilih harus sesuai dengan syarat tumbuh tanaman herba. Herba dapat tumbuh di lingkungan yang kering, pH 6,3 sampai 6,8 dan suhu 15oC sampai 21oC. Lahan yang telah disiapkan kemudian diolah. Pengolahan dilakukan dengan cara pembersihan lahan, pencangkulan dan pemupukan. Penanaman tanaman herba dilakukan secara vegetatif yang dilakukan secara langsung dengan menanam rimpang atau ditunaskan lebih dulu. Adaptasi bibit dilakukan dengan menanam bibit dalam polybag selama 6 minggu dan diberi naungan. Bibit tanaman ditanam secara monokultur. Perawatan kebun yang dilakukan meliputi perawatan elemen keras dan lunak, sedangkan periode perawatannya dilakukan secara periodik yaitu harian, mingguan, bulanan, triwulan, semesteran, tahunan dan insidental.

Kebun tanaman obat herba Baturraden, selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku obat herba (agromedisin) juga sebagai agrowisata dan sumber plasma nutfah. Pembangunan kebun tanaman obat herba Baturraden memiliki beberapa keunggulan yaitu mendapat dukungan baik dunia internasional maupun nasional, mencegah hilangnya spesies lokal akibat beberapa tekanan lingkungan maupun spesies introduksi, berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan perannya sebagai pusat penelitian tanaman obat, dan juga berperan di bidang agribisnis, agroindustri dan agrotourism yang dapat meningkatkan devisa negara dan membuka lapangan pekerjaan.

Berdasarkan analisis dan sintesis diatas maka dapat disimpulkan bahwa Baturraden merupakan kawasan yang tepat untuk dibangun kebun tanaman obat herba dan tanaman obat herba indigenous Banyumas dapat diolah sebagai obat tradisional untuk mewujudkan masyarakat sehat. Adapun saran yang penulis ajukan adalah perlu dibangunnya kebun tanaman obat herba di kawasan Baturraden Banyumas untuk mewujudkan masyarakat sehat dan perlu adanya penelitian mengenai tanaman obat herba lokal baik aspek biologi, ekologi, fitokimia dan pemanfaatannya untuk mengobati beragam penyakit.

Mahasiswa fabioQta di Sail Bunaken 2009

Pemecahan Rekor Dunia 2818 Penyelam | Jurnal harian seorang partisipan

Berikut saya ceritakan perjalanan saya ikut dalam pemecahan rekor dunia (Guinness World Records) penyelaman masal di Manado. Acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Sail Bunaken 2009 dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-64.

Satu yang pasti saya… bangga menjadi orang Indonesia, bangsa bahari

3 Agustus 2009

Persiapan dimulai dengan peminjaman peralatan selam di Laboratorium Biologi Akuatik Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (BCD – Buoyancy Control Device; Diving Cylinder; Regulator; Mask; Wet Suit; Fins; Snorkel). Nomor seri tiap alat dicatat untuk mencegah tertukar dengan peserta lain.

4 Agustus 2009

Kontingen Banyumas yang beranggotakan 4 orang (saya sendiri mewakili BDC Fabio Unsoed dan 3 orang dari POSSI Banyumas) diberangkatakan ke Bekum (Perbekalan Umum) Angkatan Laut Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas dan bergabung dengan kontingen Jawa Tengah.

5 Agustus 2009

Pengecekan alat-alat selam dan dan latihan di Pantai Marina. Ternyata banyak alat yang bermasalah, terutama regulator dan BCD atau rompi selam untuk kontrol pengapungan. Alat dari fabio Unsoed sendiri yang tadinya sudah diperbaiki ternyata masih ada masalah di pusat regulatornya, selain itu rompi selamnya juga tidak sanggup mengapungkan penyelam. Acara latihan di Pantai Marina dilaksanakan tidak kurang dari tiga menit karena tujuan utama hanya untuk diliput media jadi tidak semua penyelam Jawa Tengah ikut turun.

6 Agustus 2009
IMG_2989

Cek alat dan packing

Hari ini kami mulai berkemas dan packing alat-alat selam dari seluruh peserta se Jawa Tengah. Setelah semuanya beres sekitar pukul 16.00 WIB rombongan Jawa Tengah diberangkatkan ke Surabaya  untuk bergabung dengan teman-teman kontingen lain yang akan berangkat ke Manado via Surabaya.  Di Lantamal (Pangkalan Utama Angkatan Laut) Surabaya markas dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) kami bergabung dengan kontingen dari Jawa Timur, Bali dan Sumatra yang sudah lebih dulu tiba. Wah… suasana jadi makin asyik dan rame karena begitu banyak kenalan baru.

7 Agustus 2009

Tepat pukul 15.00 WIB menumpang KRI Surabaya kami berlayar ke Manado bersama seluruh kontingen yang berkumpul di Surabaya.  Kami tim Armada Timur yang terdiri dari pasukan TNI AL dan kelompok selam dari berbagai daerah seperti BDC Fabio Unsoed, MDC Kelautan Undip Semarang, UGM Jogjakarta, UNES Semarang, UNS Solo, UNUD Bali, serta POSSI Banyumas, POSSI Jawa Tengah, POSSI Jawa Timur, POSSI Bangka Belitung, dan POSSI Sumatra Barat. Kami saling berkenalan satu sama lain dan ternyata banyak juga yang berasal dari daerah yang sama, seperti misalnya kontingen TNI AL Lanal Cilacap.

IMG_3573

Di atas geladak kapal

Semua penumpang berharap perjalanan tidak terlalu lama karena kami ingin segera menginjakan kaki di tanah Manado. Oh iya… tidak semua penumpang dapat kamar lho… dan beruntungnya kami karena dapat tempat tidur dengan ruangan ber-AC. Satu ruangan berisi sekitar 50 orang. Kamar yang kami tempati berada di geladak mobil. Kapal yang kami naiki memiliki geladak dasar atau geladak tank, geladak kedua atau geladak mobil, dan geladak ketiga atau geladak ABK, geladak keempat atau geladak perwira, dan yang paling atas adalah anjungan atau ruang kemudi.

8 Agustus 2009

Tepat pukul enam pagi terdengar suara dari pengeras suara”penanting dapur pasukan”. Perintah itu artinya adalah meminta satu atau dua orang ke dapur pasukan untuk mengambil makan pagi dan kemudian dibawa ke ruang makan pasukan. Di ruang makan pasukan kami ramai-ramai makan dengan telur dan sayur. Hal yang sama juga terjadi siang hari pada jam 12.00 tetapi lauknya berbeda yaitu dengan ayam dan untuk sore harinya lauknya berupa ikan. Hari demi hari kami lalui sehingga kami bisa hafal menu makan di kapal. Jadi kami selalu mengulang sesuatu yang sama setiap harinya sampai tiba di Manado. Dalam perjalanan kami mampir di Makasar untuk menjemput teman-teman penyelam dari Makasar. Perjalanan kami berlangsung hingga tanggal 12 Agustus 2009 pada hari saat kami sampai di Bitung.

12 Agustus 2009
P8120164

Memasuki Bitung

Tepat pukul 12.00 WITA hari ini kami sampai di pelabuhan Bitung dan turun ke daratan untuk memindahkan tabung selam untuk dibawa ke Manado melalui jalan darat. Para anggota TNI dan Polisi juga turun untuk bergabung dengan kesatuan masing-masing. Perjalanan kami lanjutkan menuju Manado melalui jalur laut dan tetap setia naik KRI Surabaya. Pemandangan sungguh indah dari atas kapal, keindahan yang masih selalu terbayang dalam ingatanku.

14 Agustus 2009
P8130275

LCU masuk ke KRI Surabaya

Hari ini kami sampai di perairan Manado tepatnya di Pantai Malalayang. Seluruh penumpang diangkut ke darat menggunakan LCU (Landing Craft Unit) yang bisa masuk ke lambung kapal dari buritan. Di kota Manado kami mengikuti pengarahan di gedung Manado Convention Centre. Lebih dari 2000 orang masuk dalam gedung tersebut dan ruangan menjadi terasa sangat panas, tapi semangat persahabatan dan kebersamaan kami mendinginkan suasana. Pengarahan demi pengarahan pun diberikan mulai dari penempatan sampai tata cara turun ke dasar laut. Di sini kami di beri kaos bertuliskan pemecahan rekor dunia 1.500 penyelam.

15 Agustus 2009
IMG_4138

Penulis dan tim

Gladi bersih di darat dan di air dengan alat selam lengkap. Hari ini kurang 1000 penyelam yang datang karena acara utama baru akan dilaksanakan tanggal 16 dan 17 Agustus. Gladi bersih dilaksanakan persiapan besok. Dari darat kami jalan menuju pantai sampai kira-kira tinggi air sampai lutut lalu kami berenang gaya”turle back” menuju titik penyelaman. Jarak titik penyelaman dari darat sekitar 30 meter. Dari titik penyelaman kami turun ke dasar, kedalaman berkisar antara 15 m sampai 25 meter. Dasar berupa pasir jadi kami tidak ragu untuk menginjakan kaki tanpa takut merusak karang. Di dalam air kami tidak berdiri tetapi berlutut dan melakukan kegiatan pembersihan masker”mask clearing” dua kali dan “recovery” dua kali juga. Syarat untuk memecahkan rekor dunia selain jumlah peserta adalah kami harus bertahan selama minimal 30 menit di dalam air.

16 Agustus 2009

Inilah hari yang ditunggu oleh dua ribu lebih penyelam dan oleh seluruh warga Indonesia. Karena hari ini merupakan hari paling bersejarah di dunia di mana sekitar 2818 penyelam akan menyelam bersama-sama di Pantai Malalayang Manado. Saya sendiri sangat bersukur akhirnya bisa ikut menyelam setelah di sesi gladi resik kemarin tidak bisa menyelam karena masalah alat. Hari ini saya menyelam karena dapat pinjaman alat dari salah satu teman.

gladi

Bersiap ke lokasi penyelaman (Foto: Sydney Morning Herald)

Dua ribu delapan ratus delapan belas penyelam sudah siap dan berbaris di tepi pantai. Di dada kami terbakar semangat untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menyanyikan berbagai lagu kebangsaan dan lagu-lagu penyemangat. Baris demi baris, kelompok demi kelompok mulai maju menuju pantai. Saat kaki memasuki perairan dan kami berenang gaya punggung saling bergandeng tangan dan bernyanyi bersama-sama lagu pemecahan rekor dunia. Suasana begitu meriah hingga kami tiba di titik penyelamanan dan setelah turun ke bawah suasana begitu hening yang ada hanya bahasa isyarat menggunakan tangan untuk komunikasi antar penyelam dan suara gelembung-gelembung udara yang bergegas ke permukaan.

dive1

Berbaris menunggu 30 menit

Di bawah kami melakukan hal yang sama seperti tanggal lima belas lalu, hanya jumlah penyelamnya lebih banyak. Tiga puluh menit kami harus berada di bawah air dan terasa bosan sehingga kami sedikit bermain-main. Ada yang foto-foto, minum air mineral gelas di bawah air, ngobrol dengan bahasa isyarat. Dan… tiiiit…. tiiiiit…. lengking peluit dibunyikan menandakan tiga puluh menit sudah kami berada di bawah air dan harus naik ke permukaan untuk merayakan pemecahan rekor dunia dengan 2818 penyelam.

dive2

Berlutut dan bercanda memecahkan rekor dunia

Sesampai di permukaan, kami bergegas ke tepi dan apa yang terjadi di tepi?… Wow… warga sekitar menunggu kami dan minta foto bareng. Waah… jadi kaya artis nih, diajakin foto bareng anak-anak, remaja dan ada juga yang rombongan. Dari 2818 penyelam hanya 2400 an yang tercatat resmi masuk rekor dunia. Sisanya mungkin gagal karena tidak melakukan registrasi ulang atau karena kendala alat. Nama kami nantinya akan diukir di batu kenang-kenangan, dan batu tersebut akan ditempatkan di Pantai Malalayang.

17 Agustus 2009

Ulang tahun kemerdekaan RI kali ini terasa sangat berbeda dari biasanya karena pada ulang tahun kali ini kami bangsa Indonesia memberikan kado pemecahan rekor dunia upacara bawah air lengkap dengan prosedural upacara seperti di darat. Peserta yang tanggal enam belas ikut menyelam, tanggal tujuh belas pun harus turun lagi untuk memecahkan rekor dunia yang kedua. Waktu yang sama yaitu sekitr 30 menit kami harus menunggu di bawah. Dan… akhirnya selesai juga upacara bawah air tanpa ada masalah sedikit pun. Sebelum naik ke permukaan kami saling jabat tangan sebagai ungkapan bangga karena kami telah memecahkan rekor dunia. Sesampai di permukaan, kami disambut oleh heli yang berputar di atas kami dengan membawa reporter. Di tepi pantai para pengunjung pun sudah menanti kami dan ternyata benar seperti dugaanku mereka minta foto bareng lagi dengan para penyelam. Selesai sudah tugas kami dan tinggal mencuci alat, menunggu kering dan kemudian packing.

dive4

Biru

18 Agustus 2009

Hari ini merupakan hari kebebasan kami karena hari ini kami bebas pergi kemanapun. Kami akhirnya memutuskan untuk pesiar ke Bunaken. Kondisi terumbu karang Bunaken tidak begitu beragam karena datarannya hanya beberapa meter setelah itu langsung slope sedalam sekitar 35 meter. Namu slope yang ini sangat indah dan panjang, kami nikmati dari atas hingga ke dasar. Ada banyak jenis ikan yang hidup di sini. Kami bertemu dengan penyu yang begitu besar sedang diam di atas terumbu karang meja.

penyu

Penyu nangkring di karang meja

19 Agustus 2009
P8120169

Tall Ship

Pagi hari ini kami dikirim ke Bitung karena kapal kami sudah merapat dan menunggu di sana. Agenda Sail Bunaken 2009 hari ini adalah Indonesian Fleet Review of warships and tall ships sebuah parade kapal perang (warships) dan kapal layar (tallships) dari negara-negara tetangga dan sahabat. Kegiatan ini diikuti oleh 33 negara, melibatkan tidak kurang dari 38 kapal dan menghadirkan petinggi AL dari 14 negara. Kapal yang kami tumpangi yaitu KRI Surabaya tidak ikut dalam parade ini. Selama parade kami berada di darat dan sedang menuju ke Bitung sehingga tidak bisa menikmati kegiatan tersebut. Sesampai di Bitung pelayarana panjang ke Surabaya via Makasar sudah menanti.

20 Agustus 2009
P8210459

Sertifikat suci arung samudra

Setelah semua acara selesai, hari ini kami mulai berlayar menuju Makasar untuk mengantar teman-teman dari kontigen Makasar. Perjalanan dari Bitung ke Makasar memakan waktu tiga hari pelayaran. Di tengah perjalanan menuju Makasar kami melewati garis katulistiwa dan disinilah uniknya…, semua penumpang kapal yang untuk pertama kali melewati garis tersebut harus mandi katulistiwa. Apa itu mandi katulistiwa…? Mandi katulistiwa adalah mandi di perairan garis katulistiwa yang dilalui oleh kapal, dilaksanakan dengan mengumpulkan semua penumpang di geladak heli yang luas kemudian disiram dengan air got,setelah disiram air got kami disiram oli dan terakhir disiram air laut untuk membersihkan diri dari siraman sebelumnya.

P8210468

Mandi katulistiwa

Tidak hanya itu, kami juga disuruh minum ramuan berwarna kuning yang kami juga tidak tahu terbuat dari apa, dari rasanya saya sendiri juga tidak paham minuman apa itu. Maksud dari mandi katulistiwa adalah untuk mensucikan penumpang. Di acara mandi katulistiwa ini ada satu orang yang berperan sebagai dewa neptunus dan beberapa orang sebagai bajak laut. Kami dikumpulkan oleh para bajak laut untuk menghadap dewa neptunus sang penguasa perairan katulistiwa. Di akhir acara tersebut kami diberi sertifikat yang menyebutkan bahwa kami telah suci dan bebas mengarungi samudra.

23 Agustus 2009

Perjalanan kami sampai di Makasar dan semua penumpang turun ke darat, yang dari Sulawesi Selatan pulang ke kampung halaman dan sebagian yang transit jalan-jalan di kota Makasar. Kapal bersandar dari pagi hingga jam 17.00 sehingga kam punya banyak waktu untuk pergi keliling kota. Sore hari kami masuk lagi ke kapal tetapi perjalanan baru akan dimulai esok pagi.

24 Agustus 2009

Perlajanan kami menuju Surabaya dimulai. Berbagai acara pentas seni dilaksanakan sambil menghabiskan waktu agar tidak bosan di jalan. Di kapal KRI Surabaya dibentuklah suatu forum penyelam mahasiswa Indonesia atau yang disingkat FoPMI. Tujuan dari pembentukan forum ini untuk ajang silaturahim kawan-kawan dan ajang berbagi kegiatan antar kelompok selam. Forum ini diketuai oleh mahasiswi IPB Atma Jaya Jakarta dan wakilnya dari UGM sedangkan sekretaris adalah dari Kelautan Undip. Pengurus harian FoPMI semua perempuan. Saya tidak tahu kenapa seperti itu… Satu yang pasti saya sangat senang dengan pengalaman saya ini dan bangga menjadi orang Indonesia, bangsa bahari.

sulisOK

BIOSOLUTION | 3-9 Oktober 2009

biosolutionBanner

Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI) Wilayah Regional Jawa 2 akan punya gawe besar pada tanggal 3-9 Oktober 2009 bertempat di Fakultas Biologi Unsoed, dengan tajuk “BIOSOLUTION IKAHIMBI 2009″ bertema :

Ciptakan Generasi Hijau Menuju Bumi Lestari

Bentuk dari kegiatan Biosolution merupakan rangkaian acara yang dilakukan selama satu minggu meliputi seminar dan pelatihan konservasi, ekspedisi gunung slamet, kunjungan desa konservasi, lomba karya hasil penelitian (LKHP), dan  musyawarah wilayah regional Jawa 2. Panitia penyelenggara berasal dari pengurus pusat dan wilayah Ikahimbi serta Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhamadiah Purwokerto. Peserta Biosolution terdiri dari mahasiswa biologi seluruh indonesia, civitas akademika, instansi/lembaga yang berkiprah dalam lingkungan, pengurus ikahimbi dan mahasiswa Harvard University sehingga diharapkan dalam pertemuan ini akan saling bertukar pengalaman mengenai kondisi lingkungan disetiap daerah seluruh Indonesia, organisasi, informasi, link, perkuliahan dan berbagai kegiatan lainnya.

Kegiatan BIOSOLUTION Ikahimbi 2009 sebagai berikut :

  1. Seminar Nasional | Download Poster
  2. Workshop Biodiversity Inventory | Download Poster
  3. Lomba Karya Hasil Penelitian | Download Poster
  4. Ekspedisi Gunung Slamet
  5. Musyawarah Wilayah
  6. Download Poster BIOSOLUTION
biosolutionPoster

Poster Biosolution

Seminar Nasional (Semnas)

Tujuan kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk pemberian materi pendidikan konservasi berbasis masyarakat dengan harapkan peserta dapat mengenal dan memahami bagaimana mengaplikasikan keilmuan dalam kehidupan berbasis masyarakat. Setelah peserta mendapatkan pembekalan pendidikan konservasi.

Deskripsi kegiatan

Pelatihan dan seminar tentang pendidikan konservasi akan disampaikan oleh Dr. Campbell O Webb dari Harvard University USA, staf ahli keilmuan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), praktisi lingkungan, LSM, mahasiswa konservasi yang akan memaparkan bagaimana kondisi lingkungan dan konservasi Indonesia saat ini. Serta pelatihan konservasi berbasis masyarakat setempat (Community Based Concervation) digunung slamet yang diharapkan konservasi dengan metode ini dapat diterapkan disetiap daerah peserta Biosolution.

biosolutionSNPoster

Poster Seminar Nasional

Kembali ke Menu

Workshop Biodiversity Inventory

Tujuan kegiatan

Melalui penelitian yang dilakukan diharapkan Dosen, Pemerhati Lingkungan dan para Peneliti dapat lebih kreatif dan inovatif sehingga hasilnya dapat diaplikasikan di masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan.

Deskripsi kegiatan

Seminar penunjang merupakan suatu kegiatan Biosolution yang tergabung dengan rangkaian Semnas yang mewadahi pengembangan kreativitas dalam bidang penelitian. Kegiatannya berupa seminar (presentasi) hasil penelitian yang bersifat solutif dan inovatif.

biosolutionWSPoster

Poster Workshop

Kembali ke Menu

Ekspedisi  Gunung Slamet

Tujuan kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan metode konservasi berbasis masyarakat dan pengamatan flora fauna langka dan indigenus Gunung Slamet. Melalui mahasiswa biologi se-Indonesia dengan harapan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalamannya di daerahnya masing-masing.

Deskripsi kegiatan

Kegiatan ini dilakukan di sekitar Gunung Slamet, Banyumas Jawa Tengah. Tema kegiatan ini adalah “Pelatihan Penelitian Konservasi Biologi Berbasis Masyarakat Setempat (Community Based Conservation) Di Gunung Slamet, tingkat nasional”. Merupakan salah satu rangkaian kegiatan Biosolution Ikahimbi 2009 yang akan dilakukan pada tanggal 6-7 Oktober 2009 dengan sasaran  peserta perwakilan dari perguruan tinggi se-Indonesia yang memiliki jurusan, prodi, atau fakultas biologi.
Kegiatan ini didalamnya terdapat kegiatan pengamatan spesies, habitat, dan lingkungan didaerah pengamatan kawasan Gunung Slamet, dan diadakan diskusi-diskusi mengenai konservasi didaerah masing masing peserta Biosolution. Perjalanan dilanjutkan dengan melihat lebih dekat desa konservasi adanya interaksi antara peserta dengan masyarakat konservasi sehingga peserta Biosolution dapat melihat langsung konsep metode konservasi berbasis masyarakat, mengembangkan pengetahuan keilmuan biologi dalam menganalisa permasahan lingkungan dan adanya tindakan solutif mengenai perambahan hutan, ilegal loging, pencurian flora fauna langka permasalahan kerusakan hutan yang lainnya dengan solusi.

Kembali ke Menu

Lomba Karya Hasil Penelitian (LKHP)

Tujuan kegiatan

Melalui penelitian yang dilakukan diharapkan mahasiswa dapat lebih kreatif dan inovatif sehingga hasilnya dapat diaplikasikan di masyarakat demi menjaga kelestarian lingkungan.

Deskripsi kegiatan

Lomba Karya Hasil Penelitian (LKHP) mahasiswa merupakan suatu rangkaian kegiatan Biosolution yang mewadahi pengembangan kreativitas mahasiswa dalam bidang penelitian. Kegiatannya berupa lomba seminar (presentasi) hasil penelitian mahasiswa biologi Indonesia yang bersifat solutif dan inovatif.

biosolutionLKHPPoster

Poster LKHP

Kembali ke Menu

Musyawarah Wilayah Regional Jawa II

Tujuan kegiatan

Mendapatkan laporan pertanggung jawaban kepengurusan IKAHIMBI Wilayah Regional Jawa II periode 2007-2009.
Menyelenggarakan regenerasi kepengurusan IKAHIMBI Wilayah Regional Jawa II.
Membentuk kepengurusan IKAHIMBI Wilayah Regional Jawa II untuk periode 2009-2011.

Deskripsi kegiatan

Rangkaian kegiatan Biosolution dilanjutkan dengan Musyawarah Wilayah Regional Jawa II yang meliputi propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan wadah pembentukan dan pengembangan individu dalam bidang organisasi dalam menjalankan peranan mahasiswa bioogi sebagai Duta Lingkungan yang harus senantiasa siap memberikan kontribusi nyata perguruan bagi kemaslahatan masyarakat umum. Suksesi yang dilakukan dalam kegiatan muswil merupakan gerbang menuju pembentukan generasi hijau untuk menyusun dan merencanakan program kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan Organisasi baik secara kelembagaan maupun pembentukan kader agar siap hidup bermasyarakat dengan keilmuan yang dimiliki.
Melalui kegiatan Musyawarah Wilayah Badan pengurus Ikahimbi dengan jalan persidangan musyawarah mufakat sebagai media diskusi dan pengembangan wawasan keorganisasian bagaimana mengelola asosiasi profesi tingkat regional atau wilayah. Kegiatan Muswil akan dihasilkan kader-kader generasi hijau yang siap mengemban amanah sebagai Duta Lingkungan. Kader-kader Duta Lingkungan tersebut akan mendapatkan materi tentang keorganisasian dengan berbagai dinamikanya melalui Training kepemimpinan dan Outbond untuk memupuk kerjasama antar Individu dalam Ikahimbi.

Kembali ke Menu

Peserta Kegiatan

Dalam kegiatan rangkaian Biosolution Ikahimbi 2009 ini, peserta kegiatannya meliputi, perwakilan dari perguruan tinggi se-Indonesia yang memiliki jurusan, prodi, atau fakultas biologi, civitas akademika dan civitas lingkungan serta Staf Pemerintah atau staf ahli lembaga/Instansi Lingkungan. Serta peserta terbuka untuk umum dalam kegiatan seminar nasional konservasi berbasis masyarakat, dan melibatkan pihak-pihak terkait seperti peneliti Harvard University, LIPI, dosen, praktisi lingkungan, LSM dan pemerintahan.

Kembali ke Menu

Hasil Seleksi Student Research Grant

Penerima student grant tahun ini (2009) adalah sebanyak 10 mahasiswa.
Berikut adalah mahasiswa dan judul penelitian yang lolos seleksi dari sekitar 34 judul yang masuk:

  • nama : Deni Rahayu Yunianto
    • NIM : B1J004055
    • Judul Penelitian : Dekolorisasi limbah batik menggunakan jamur indigenous yang diperkaya dengan sumber N dan P

.

  • nama : Dita Noviana Ulfa
    • NIM : B1J005104
    • Judul Penelitian : Biosorpsi Khromium (Cr) pada Leachate TPA Gunung Tugel menggunakan Biomassa bagian talus berbeda dari Sargassum sp. dalam skala laboratorium.

.

  • nama : Hidah Nur Afiyah
    NIM : B1J005048
    Judul Penelitian :

.

  • nama : Adi Bowo Laksono
    NIM : B1J004070
    Judul Penelitian :

.

  • nama : Turijo
    NIM : B1J004080
    Judul Penelitian :

.

  • nama : Endang Kurniasih
    NIM : B1J004072
    Judul Penelitian :

.

  • nama : Dhuta Sukmarani
    NIM : B1J005040
    Judul Penelitian : Kajian zonasi vegetasi mangrove di area tanah timbul Segara Anakan Cilacap

.

  • nama : Witi Suryani
    NIM : B1J005211
    Judul Penelitian :

.

  • nama : Wiwit Fatmawati
    NIM : B1J005096
    Judul Penelitian : Laju metabolisme dan profil darah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diinduksi dengan pemuasaan secara periodik

.

  • nama : Riyadi Barokah
    NIM : B1J005024
    Judul Penelitian : Identifikasi mikroba indigenous pada leachate TPA Gunung Tugel Banyumas dan pengujian kemampuannya dalam mengikat Cd2+

Student Grant Batch II

Bagi mahasiswa yang kemarin belum ikutan ngajuin proposal untuk I-MHERE student grant, masih ada kesempatan kedua karena akan ada 2 judul yang bisa dapetin grant tersebut.  Syarat dan ketentuan bisa dilihat di tulisan Student Grant.

so…. go head !!

Student Grant

Pada tahun 2009, INDONESIA – Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) Project – UNSOED, akan memberikan Grant penelitian kepada mahasiswa untuk studi akhirnya (SKRIPSI). Pemberian grant ini akan dilaksanakan di Program Studi Biologi pada bulan Maret 2009. Sebanyak 10 judul (@ Rp. 5.000.000,-) yang dapat dibiayai melalui kompetisi dengan perbandingan 1:3 (proposal dibiayai : proposal yang diusulkan).

Adapun syarat dan ketentuan adalah sebagai berikut :

Siapa yang boleh mengusulkan?

  • Mahasiswa yang telah mencantumkan Skripsi dalam KRS
  • Usulan Penelitian sudah disetujui seluruh pembimbing
  • Usulan Penelitian yang diajukan bukan merupakan bagian dari proyek penelitian dosen atau proyek lain
  • Penelitian belum dilaksanakan

.

Kelengkapan Usulan Penelitian
Menyerahkan usulan  sesuai dengan format yang ditentukan, sebanyak 4 eksemplar dilampiri dengan:

  • surat kesanggupan untuk menyelesaikan penelitian dalam waktu 5 bulan (hingga seminar hasil) yang disetujui oleh pembimbing
  • surat pernyataan bahwa usul penelitian yang diajukan tidak didanai oleh proyek penelitian dosen ataupun proyek lain (diketahui oleh pembimbing skripsi)
  • Fotokopi KRS

.

Pengumuman/penawaran SG

  • Untuk tahun pertama  penawaran dilakukan selambat-lambatnya awal bulan Maret 2009
  • Penyerahan Usulan Penelitian
  • Usul penelitian sebanyak 4 elsemplar diserahkan kepada Tim Seleksi (melalui sdr Ari Kurniati Subbag Pendidikan Fak Biologi Unsoed)
  • Usulan diserahkan selambat-lambatnya 14 Maret 2009
  • Format usulan penelitian mengacu pada format usulan penelitian untuk skripsi

.

Seleksi

  • Seleksi dilakukan melalui desk evaluation oleh Tim Seleksi

.

Pengumuman hasil seleksi

  • Pengumuman hasil seleksi minimal 2 minggu setelah batas akhir penyerahan usulan penelitian
  • Keputusan pemenang tidak dapat diganggugugat (dilakukan oleh IMHERE)

.

Penyerahan Laporan

  • Pada akhir penelitian grantee wajib menyerahkan laporan ke IMHERE, dengan waktu yang akan diberitahuan kemudian
  • dibuat rangkap  2
  • Melaporkan penggunaan dana

Mahasiswa FaBio Go-International

Jefri di Coastal Ecology Laboratory

Mahasiswa FaBio UNSOED penelitian untuk skripsi di luar negeri? Ya! Itu bukanlah hal yang mustahil, adalah sesuatu yang bisa diraih. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa anggota BDC (Blue Diving Club – Fabio) berikut ini.

Dia adalah Jefri Permadi (BIJ004162), yang saat ini sedang melakukan penelitian di Academica Sinica Taiwan, tepatnya di Research Center for Biodiversity. Academica Sinica Taiwan merupakan research institute complex (serupa dengan LIPI di Indonesia) terdiri dari banyak research center yang berlokasi di Taipei. Jefri, si cowok kelahiran Surabaya ini, sedang melakukan penelitian dengan topik “Revisi posisi taksonomi teritip Tetraclita squamosa dari populasi pantai selatan Jawa” yang merupakan bagian dari kolaborasi riset internasional dari salah satu pembimbing skripsinya, yang meliputi studi ekologi, taxonomi dan biogeografi teritip intertidal di Central Indo-West Pacific.

Dengan Dr. Benny di ruang SEM

Dalam penelitian ini, seluruh biaya transportasi internasional dan akomodasi Jefri selama di Taiwan ditanggung oleh Academica Sinica, dan untuk sementara ini hasil kerja Jefri dinilai bagus oleh Dr. Benny selaku kolaborator dan sponsor penelitian. Hal ini bisa menjadi poin yang baik untuk mahasiswa FaBio UNSOED, sehingga diharapkan dalam penelitian selanjutnya tahun depan, akan ada mahasiwa FaBio lainnya yang bisa diikutsertakan dalam kegiatan penelitian ini (EA&REP).

Fabio BioLa

Paska pendaratan di pantai Plawangan sebelum menerobos hutan mendaki bukit untuk melihat keindahan pantai dibaliknya

Sepanjang pantai Teluk Rancababakan, merupakan lokasi eksotis di ujung barat sisi selatan Pulau Nusakambangan, selalu menjadi pilihan untuk praktikum Mata Kuliah  Biologi Laut. Setelah menempuh perjalanan dengan compreng (perahu angkutan penumpang khas daerah Cilacap) selama hampir 3 jam melalui kanal-kanal yang berliku melintas hutan mangrove Segara Anakan, sampailah di pantai pasir Plawangan (tampak dalam foto). Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan melewati bukit dengan ketinggian kurang lebih 100 m dengan hutan hujan tropis yang sangat lebat.

Ada satu pemandangan yang menjengkelkan buat para naturalis sekaligus menyedihkan sesaat sebelum masuk hutan karena sebagian hutan rusak dirambah dan ditanami pada lahan kering, sesuatu yang sudah berlangsung hampir 5 tahun, setahun setelah pertama kali kami kesana dan sempat melihat kondisi aslinya yang begitu alami dah indah.  Akhirnya setelah tidak lebih dari 20 menit berjalan mendaki di atas tanah licin dan becek, perjananan kami sampai di tempat tujuan yaitu pantai Rancababakan, Nusakambangan Cilacap. Terbayarlah kepenatan kami sepanjang perjalanan dengan bus, kapal dan berjalan kaki dengan keindahan pantai selatan Nusakambangan ‘ala’ film The Beach-nya Leonardo Di Caprio (hehehe…).

Terbayarlah kepenatan kami dengan keindahan pantai selatan Nusakambangan

Didampingi Pak Romy (bertopi paling kiri), Pak Erwin, serta Pak Sarwanto sekitar 48 mahasiswa/praktikan melakukan kegiatan praktikum dengan sangat menyenangkan, terutama buat mereka yang pertama kali melakukan snorkeling dan mengapung di air laut. Sebagian besar dari kami meninggalkan kenangan dan pengalaman yang mendalam hingga sebagian mahasiswa berencana untuk mengadakan perjalanan kembali ke Rancababakan ataupun lokasi serupa di tempat lain (EA&REP).