Global Invasive Species melalui vektor kapal laut: Studi potensi kerusakan ekosistem oleh teritip di pelabuhan Tanjung Emas dan Tanjung Intan
Prabowo RE dan ER Ardli
Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
Abstract
Indonesia memiliki 85 pelabuhan laut yang terbuka untuk pelayaran internasional. Pelabuhan-pelabuhan tersebut sangat terbuka terhadap kehadiran global invasive species yang hidup sebagai biofouler pada kapal-kapal internasional. Teritip sebagai komponen utama biofouler kapal laut, keberhasilan introduksi spesies non-indigenous-nya bisa mengancam keanekaragaman hayati dan ekosistem lokal, yang bila terganggu atau rusak, baik secara langsung maupun tidak, bisa juga merusak sumber-sumber ekonomi bahari dan upaya-upaya konservasi lingkungan lokal. Berangkat dari kondisi dimana perhatian terhadap resiko dan ancaman kehadiran global invasive species yang masih sangat rendah, usul penelitian ini akan mencoba mengkaji kehadiran global invasive species, dengan penekanan pada prakiraan kerusakan ekosistem lokal akibat kehadiran spesies teritip invasive. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keberadaan dan keragaman spesies teritip dewasa yang menempel pada lambung kapal dan lingkungan pelabuhan dan larvanya dalam air balas (ballast-water) kapal laut internasional yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Tanjung Intan Cilacap. Keberadaan dan keragaman teritip pada kapal dan lingkungan pelabuhan kemudian dibandingkan dan dikaji kehadiran spesies teritip non-indigenous-nya. Kajian terhadap jumlah cohort populasi teritip pada lingkungan pelabuhan akan menjelaskan status introduksi species teritip invasive temuan yang mencerminkan kelestarian regenerasinya. Pada akhirnya dilakukan estimasi potensi kerusakan ekosistem yang mungkin ditimbulkan oleh spesies teritip invasive temuan, antara lain: kemungkinan kompetisi ruang dan makanan; putusnya rantai makanan pada ekosistem lokal; infeksi bagi organisme lokal; potenis biofouler bagi kapal, dermaga, mapun sarana perikanan; hama yang mematikan bagi tunas mangrove muda; dan faktor estetis, blooming spesies teritip asing bisa juga mengurangi keindahan pesisir. Usul penelitian yang akan dilaksanakan dalam 2 tahun ini diharapkan bisa memberikan kontribusi pada usaha konservasi lingkungan dan proteksi keanekaragaman hayati lokal dari potensi ancaman kehadiran global invasive species.
Kata kunci: global invasive species, spesies asing, spesies non-indigenous, introduksi spesies, konservasi, keanekaragaman hayati, kerusakan ekosistem, biofouling, ballast water.
Penelitian Fundamental
Dilaksanakan atas biaya DIPA Universitas Jenderal Soedirman Tahun Anggaran 2009
Nomer Kontrak 1584.17/H23.6/PL/2009 tanggal 6 April 2009
[ Klik gambar dibawah ini untuk melihat ukuran yang lebih besar ]
Dilaksanakan atas biaya DIPA Universitas Jenderal Soedirman
Tahun Anggaran 2009, Nomer Kontrak 1584.17/H23.6/PL/2009
Tanggal 6 April 2009
About this entry
You’re currently reading “Global Invasive Species melalui vektor kapal laut: Studi potensi kerusakan ekosistem oleh teritip di pelabuhan Tanjung Emas dan Tanjung Intan,” an entry on Romanus E Prabowo
- Published:
- 5.1.09 / 1pm
- Category:
- Research
- Tags:


No comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]